Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Investor Tambang Papua Keluhkan Kepastian Hukum

13 Nov. 2016, 20.30.54

​Investor Tambang Papua Keluhkan Kepastian Hukum

Jakarta, Sentananews.com

PT Kristalin Eka Lestari (KEL) perusahaan tambang emas yang beroperasi di wilayah Distrik Makiwi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua merasa dirugikan atas penyerobotan lahan yang diduga dilakukan oleh PT TAP yang sudah memasuki wilayahnya tanpa ijin resmi.

Bahkan, PT TAP sudah melakukan operasi kerja selama satu tahun di lahan yang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dikantongi PT KEL sejak 2010 itu. Sebelumnya, PT KEL mengantongi Kuasa Pertambangan (KP) sejak 2008 silam. "Kami menuntut kebenaran atas hak kami yang kami bangun sudah 9 tahun sejak 2007," kata Komisaris PT. Kristalin Eka Lestari Arif Setiawan kepada media di Jakarta Sabtu (12/11).

"Kami menduga pihak tersebut dibantu oleh oknum tertentu. Padahal kami telah menanamkan investasi cukup besar," lanjut Arif.

Dia menambahkan PT KEL mengantongi IUP untuk tambang emas Nifasi dan Makimi. Berdasarkan surat dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM Nomor 012250/30/DBP/2015, tanggal 19 Juni 2015, tambang emas Nifasi dan Makimi tidak dalam tumpang tindih dengan IUP lainnya.

Pengambil alihan lahan oleh PT. TAP dianggap tidak melalui prosedur yang diatur di dalam undang-undang pertambangan. "Kami dari sisi legalitas memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh undang-undang justru tidak bisa melakukan kegiatan produksi,'' tegasnya.

Arif memaparkan, sejak 2007 pihaknya telah mengurus perijinan ke pemerintah. "Termasuk sudah dilakukan pelepasan hak ulayat adat Papua," ungkapnya.

Ia menyayangkan iklim usaha yang tidak kondusif tersebut. Padahal beroperasinya tambang Nifasi dan Makimi akan membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat. Apalagi, ke depan akan banyak karyawan dari penduduk setempat yang dipekerjakan di tambang milik PT KEL. PT KEL meminta keadilan hukum sehingga dapat meluruskan persoalan yang terjadi. "Ini murni masalah kepastian hukum dalam investasi, tidak ada sangkut pautnya dengan pihak lain termasuk TNI," tegasnya.

Arif berharap, pemerintah memberikan perhatian terhadap investor-investor lokal yang menanamkan modalnya di Tanah Air. "Harus ada kepastian hukum, karena kami selaku investor lokal ingin membangun bangsa ini. Jangan sampai terpecah oleh kepentingan kelompok tertentu. Karena kami berbisnis sebagai anak bangsa,"sebutnya.

Kawasan Legari, Distrik Makiwi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua terkenal sebagai salah satu daerah tambang emas yang baru mulai beroperasi. Tepatnya di kawasan sungai Musairu.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Jelang Lebaran, PLN Tambah Pasokan 240 MW untuk Sumut
Ekonomi
Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, Senin (19/6) meninjau Pembangkit Listrik Terapung atau Marine Vassel Power Plant (MVPP) Onu...
​Industri Pembeli Gas di Masela Akan Diberi Insentif
Ekonomi
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan akan memberikan insentif untuk industri yang akan mengguna...
​FAO Puji Peran RI Berantas Illegal Fishing
Ekonomi
Organisasi PBB untuk Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) memuji peran Indonesia dalam upaya pemberanta...
​Pertamina Jamin Distribusi BBM Lebaran Aman
Ekonomi
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memastikan bahwa selama menjelang dan pasca Idul Fitri, distribusi bahan bakar minyak (BBM) aman...
​Pertamina Patra Niaga: Sopir yang Demo Bukan Karyawan Kami
Ekonomi
Salah satu tuntutan yang akan disuarakan awak mobil tangki (AMT) di Terminal BBM Plumpang Jakarta dalam aksi mogok kerja massal...
​Patra Niaga Diminta Cerdas Sikapi Rencana Mogok AMT
Ekonomi
Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepl), Sofyano Zakaria mengatakan, ancaman mogok kerja yang dilakukan para ...
​UKM Dukung Pemerintah Lelang Gula Rafinasi
Ekonomi
Langkah Kementerian Perdagangan membuka akses bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), khususnya industri makanan-minuman, u...
​PLN Beri Diskon Biaya Penyambungan Tambah Daya
Ekonomi
KEPALA Satuan Komunikasi Korporat PT PLN (Persero), I Made Suprateka mengungkapkan, bahwa pihaknya akan memberika kado spesial ...
​Tingkatkan Produksi, PetroChina Terus Cari Blok Migas Baru
Ekonomi
Seiring akan berakhirnya kontrak blok Tuban pada 28 Februari 2018, Perusahaan migas asal Tiongkok PetroChina terus mencari blok...