Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Jalan Nasional Maluku Utara Kilaukan Mutiara di Bibir Samudera Pasifik

10 Mei 2018, 10.10.38

Jalan Nasional Maluku Utara Kilaukan Mutiara di Bibir Samudera Pasifik

Morotai, Sentananews.com

Senin 7 Mei 2018 pukul 15.00; penulis ditemani Toce Leuwol, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)-Pelaksanaan Jalan Pulau Morotai, Satker PJN Wilayah I Provinsi Maluku Utara, berada di titik 170 kilometer dari Daruba.

Bersama Rahmat Albaar, Wem, dan beberapa orang stafnya dan pengawas, siang itu kami berada tepat di desa Bere-bere kecil, Morotai Utara.

"Total jalan lingkar pulau Morotai 265 kilometer, terdiri dari jalan nasional 193,79, dan jalan Strategi Nasional 73,253 kilometer," kata Toce.

Sambil menggaris area Sofi – Bere-bere dengan isyarat, Toce menambahkan, "Inilah penambahan 54 kilometer Sofi - Bere-bere, dari penambahan jalan nasional di Morotai sepanjang 106 kilometrer."

Sepanjang jalan dari Daruba ke Bere-bere kecil, kami melewati beberapa titik sungai yang meski kecil tetapi tetap memerlukan jembatan, sebelum akhirnya kami melewati Tanjung Sofi, ujung Morotai, perbatasan Samudera Pasific, menghadap ke Filipina.

"Untuk sungai-sungai kecil ini, kami rencanakan membangun jembatan nanti pada tahun 2019," kata Toce.

"Dulu, sebelum jembatan Tuara Pangeo dibangun pada 2016, warga memakai rakit untuk menyeberang sungai," kata Rahmat Albaar, sambil menunjukkan jembatan Tuara Pangeo yang kokoh sepanjang 150 m yang kami lewati. .

Bilamana pelabuhan Samudera di Wayabula belum bisa berfungsi karena belum ada akses ke sana dan karenanya konektivitas tol laut belum mantap.

Justru, di pelabuhan Sofi, "Infrastruktur jalan ke pelabuhan Sofi sudah tersedia. Konektifitas sudah tersambung," jelas Toce.

Demikianlah. Di pelabuhan Sofi, terdapat pintu masuk ke dalam untuk melihat lalulalang orang dan barang, dari Tobelo, Galela, Sanger, membawa hasil bumi misalnya kopra dari Morotai.

Akses infrastruktur jalan di pelabuhan Sofi yang sudah mantap, bagaimanapun telah merekatkan serpihan fungsi infrastruktur sebagai pusat pelayanan akses orang dan barang, bagi masyarakat di sebuah pulau terluar.

Memang harus diakui; di mana ada kebangkitan ekonomi, di sana ada perbaikan kesejahteraan. Membikin rakyat sejahtera dengan membangkitkan perekonomian itulah, muaranya sembilan prioritas program kerja yang disebut Nawa Cita.

Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan adalah salah satu agenda program prioritas Nawa Cita.

BPJN XVI Maluku dan Maluku Utara Patut Diberikan Jempol Keatas

Konsekuensi membangun dari pinggiran, dengan memperkuat pulau-pulau terluar, adalah, konsekuen pula mengakomudir segala agenda pemerataan, pertumbuhan, produktivitas atau daya saing melalui infrastruktur, dalam kerangka memperhebat Indonesia di mata dunia.

Setelah BPJN XVI Maluku dan Maluku Utara, bergulat dengan kegagalan pemanfaatan sistem infrastruktur sebagaimana tampak sebelumnya, sebuah pemandangan kecil tampak di muka penulis; di beberapa ruas jalan, tampak bagaimana warga setempat sesekali duduk dan berdiri.

"Itu adalah bentuk program padat karya tunai jalan dan jembatan. Tiap bulan, mereka memotong rumput bahu jalan untuk perawatan, pembersihan saluran, dan pengecatan jembatan," jelas Toce.

Program padat karya tunai memang jawaban atas pertanyaan tentang manfaat langsung pembangunan infrastruktur, yang memperbesar jangkauan terhadap sumberdaya yang dibutuhkan tak terkecuali masyarakat pulau-pulau kecil dan terluar.

Lain padat karya tunai, lain pula manfaat pembangunan jalan sebagaimana diakui warga setempat. Adalah ibu Safria (43), disapa ibu Iya, yang sehari-hari berdagang sembako di sebuah tokonya yang sederhana.

"Sebelum ada jalan seperti ini, dulu kami benar-benar sengsara. Untuk belanja barang di Daruba sekitar 17 kilometer, waktu itu kami butuh waktu berjam-jam. Sekarang cuma beberapa menit, karena jalannya bagus," akui ibu Iya.

Dalam perjalanan pulang dari Bere-bere kecil menuju Daruba pada pukul 17.00 WIT, matahari jingga tampak membungkus Morotai sebagai pulau yang dijuluki mutiara di bibir Samudera Pasifik itu. Kawasan strategi pariwisata Nasional memang cuma Morotai.

Tapi tak disangka, sebuah kunjungan singkat ke Morotai, membuahkan pengakuan untuk memberikan jempol ke atas kepada BPJN XVI Maluku dan Maluku Utara. Sebab, pengakuan ibu Iya, bagaimanapun memberikan penggambaran tentang manfaat jalan nasional di Morotai dalam membangkitkan perekonomian secara minimal bagi masyarakat di pulau terluar.

Penulis, Luthfi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

 Jasa Marga Tambah Lokasi Top Up Uang Elektronik dan Layanan Gerak
Ekonomi
Dalam rangka mempersiapkan sarana dan prasaranamenjelang pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018 (Idul Fitri 1439 H) sert...
 Jasa Marga Tambah Lokasi Top Up Uang Elektronik dan Layanan Gerak
Ekonomi
Dalam rangka mempersiapkan sarana dan prasaranamenjelang pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018 (Idul Fitri 1439 H) sert...
​Pertamina Lubricants Ekspor Perdana LBO via Kabil Port Batam
Ekonomi
PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola kegiatan produksi dan pengelolahan pelumas, grea...
​Pertamina: Puncak Konsumsi Avtur pada H-5 Lebaran
Ekonomi
PT. Pertamina (Persero) memproyeksikan konsumsi avtur mencapai puncaknya pada H-5 dan H+7 Idul Fitri 2018. Meski demikian, lang...
​Holding Migas, Serikat Pekerja Pertagas Tolak Akuisisi
Ekonomi
Para pekerja Pertamina Gas yang tergabung dqalam Serikat Pekerja Pertamina gas (SPPG) menolak Pertagas diakuisisi oleh PT PGN.M...
PJB Raih Excellence in Energy Management Award
Ekonomi
PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB), anak perusahaan PT PLN (persero) kembali bersinar di kancah internasional dengan meraih Aw...
Tol BORR Kedung Badak-Simpang Yasmin Segera Beroperasi
Ekonomi
Berdasarkan Sertifikat Laik Operasi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum da...
Bendungan Kuningan Mampu Tampung 25,9 Juta Meter Kubik
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, K...
Jembatan Cincin Lama​ Ditargetkan Sudah Bisa Dilalui H-10 Lebaran
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimis perbaikan Jembatan Cincin Lama yang runtuh 17 April 2018 lalu bi...