Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Jasa Marga Harus Tetap Nomor 1 Di Bisnis Jalan Tol

11 Maret 2018, 10.20.15

​Jasa Marga Harus Tetap Nomor 1 Di Bisnis Jalan Tol

Dirut PT Jasa Marga, Desi Arryani (foto: Luthfi Pattimura)

Jakarta, sentananews.com

PADA 27 Februari lalu, sekitar pukul 10.00 WIB, Desi Arryani berdiri di muka para peserta Lomba Pelayanan Lalu Lintas 2018.

Hari itu, peserta lomba berada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sentul, Bogor.

Dalam pidatonya yang menantang saat membuka acara tersebut, Desi yang tak lain adalah Direktur Utama PT Jasa Marga itu menyatakan, "Semua bisa berubah tapi yang tidak boleh berubah adalah Jasa Marga harus tetap nomor satu di bisnis jalan tol."

Sejak dibentuk pada tanggal 1 Maret 1978 setelah jalan tol pertama yang menghubungkan Jakarta-Bogor selesai dibangun, Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang penyelenggara jasa jalan tol ini memang terus berikhtiar.

Berikhtiar memampukan pelayanan, seperti halnya keselamatan berlalu lintas di jalan raya dan jalan tol yang harus terus menjadi keutamaan saat berkendara.

Bahkan sampai sebelum 1 Maret 2018, Jasa Marga sudah menelurkan puluhan anak perusahaan.

Meskipun ikhtiar pengalaman tak bisa dibantah, misalnya lomba Pelayanan Lalu Lintas ini yang telah dilaksanakan sebanyak 14 kali sebagai salah satu kegiatan rutin yang digagas PT Jasa Marga (Persero) Tbk, terkait keselamatan berlalu lintas.

Dan, perayaan usia 40 tahun Jasa Marga itu sudah lewat. Namun, yang tak pernah lewat adalah, kesiapan dan kesiagaan petugas dalam kegiatan penanganan gangguan perjalanan atau kecelakaan di jalan tol yang selalu dimantapkan. Itulah garis prioritas yang menakjubkan.

"Kita harus bisa membuktikan bahwa di seluruh ruas jalan tol milik Jasa Marga, kita selalu memiliki respon yang cepat dalam melayani pengguna jalan demi meminimalisir hambatan pada lajur akibat gangguan maupun kecelakaan, nyawa tertolong dalam penanganan kecelakaan serta pengguna jalan terjamin keselamatannya," ungkap Desi.

Dalam kegiatan operasionalnya, Jasa Marga kerap bersentuhan dengan kejadian-kejadian kecelakaan dengan berbagai kondisi. Makanya itu,

kegiatan yang mendukung upaya peningkatan penanganan pasca-kecelakaan perlu digelar.

Peserta lomba ada 15 grup. Terdiri dari 9 grup dari 8 cabang, dan 6 grup dari 6 anak usaha yang mencakup PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ), PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT), PT Trans Marga Jateng (TMJ), PT Marga Sarana Jabar (MSJ) dan PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) dan PT Jasamarga Bali Tol (JBT).

Keterampilan para peserta lomba dinilai tim internal Jasa Marga dan berbagai institusi eksternal sesuai bidang dan keahlian masing-masing. Institusi eksternal yang terlibat memberi penilaian adalah Korlantas Polri untuk aspek Keselamatan Jalan.

Sedangkan untuk kompetisi simulasi praktik penyelamatan lalu lintas dinilai oleh Road Rescue Australia dan Belanda oleh ahli di bidang Fire, Rescue and Paramedic.

"Memang, segala sesuatu, kasus berbeda-beda ya. Tapi tingkat kemahiran, tingkat kemajuan teknologi, dan lain-lain kita harus terus meng-update," kata Desi.

Dari sisi pembangunan tol , Desi mengklaim Jasa marga terus menambah ruas-ruas yang beroperasi baru. Di tengah pembangunan itu, ia berharap standar rescue selalu merata.

"Kita harapkan standar rescue kita itu rata. Mungkin ada sedikit perbedaan, kalau tingkat lingkungan berbeda. Contoh, Jakarta-Cikampek, tentu berbeda dengan Solo-Ngawi. Tapi minimum standarnya harus sama. Itu yang kita lakukan selama ini, tujuannya untuk meningkatkan pelayanan, supaya para pengguna jalan bisa lebih aman dan nyaman," tambah Desi.

Setelah berpidato tentang pemilik jalan tol terpanjang, sebagai yang paling cepat memberikan operasional pelayanan, Desi juga berkisah kepada wartawan bahwa, waktu yang terus berjalan, dan sekarang Jasa Marga sudah berumur 4o tahun.

Dalam waktu sekian lama, di mana lingkungan berubah, teknologi, jumlah mobil, jenis, berubah dengan cepat.

Maka, "Tentunya kita juga harus lebih cepat. Kita harus terus menerus meningkatkan kemampuan, kapasitas, kita dekatkan bahwa kita tetap bisa meningkatkan pelayanan," ungkapnya.

Beratkah, Desi Arryani, bekas direktur Waskita Karya itu kalau menghadapi pesaing Badan usaha lain yang mengklaim diri sebagai pemilik jalan tol terpanjang di Indonesia?

Penulis; Luthfi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Rumah Menteri Basuki Bakal Kena Gusur Proyek Tol
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku turut terkena imbas pembangunan infrastruktur yan...
2019 Cicil KPR Subsidi Bisa Tanpa Syarat Gaji
Ekonomi
Pemerintah akan meluncurkan skema baru Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi untuk kalangan milenial tanpa syarat batasan gaj...
​2018 Udang jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan
Ekonomi
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat bahwa hingga akhir 2018, komoditas udang masih menjadi primadona untuk ekspor...
​Bangun Kilang Bontang, Pertamina Gandeng Perusahaan Oman
Ekonomi
Pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan memasuki babak baru dengan ditandatanganinya kontrak pela...
Hadapi Tantangan Energi, Pertamina Luncurkan GES
Ekonomi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan meresmikan Green Energy Station (GES) PT Pertamina (Persero) sebagai sara...
Agincourt Resources Raih Peringkat Emas di Asia SRR 2018
Ekonomi
PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe menerima peringkat Emas dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating...
Bimbingan Teknis Sistem Penyediaan Air Bersih Angkatan III
Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Sistem Pen...
​Bangga, Inovasi Anak Negeri Sampai ke Turki
Ekonomi
Indonesia terus berbenah mengejar ketertinggalan dalam bidang inovasi. Tahun 2014 inovator-inovator anak negeri hanya telurkan ...
​Gelar Pelatihan Kewirausahaan, PEPC Serahkan Bantuan Kerja
Ekonomi
Menindaklanjuti Pelatihan Kewirausahaan yang beberapa hari lalu, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menyerahkan bantuan alat kerja. Ma...