Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Jokowi: Stop Politik Kebohongan

22 Okt. 2018, 0.09.47

Jokowi: Stop Politik Kebohongan

Jakarta, Sentananews.com Presiden Joko Widodo meminta para politikus menghentikan politik kebohongan. Hal ini disampaikan Jokowi saat berpidato di puncak perayaan hari ulang tahun Partai Golkar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).

"Kita harus akhiri politik kebohongan, politik yang merasa benar sendiri, dan perkuat politik pembangunan. Politik kerja pembangunan, politik berkarya. Pembangunan bangsa sumber daya manusia yang siap bersaing di revolusi industri," kata Jokowi dalam pidatonya.

Jokowi mengatakan jika politik kebohongan dihentikan maka kejayaan dan kemajuan bangsa Indonesia bisa terwujud.

Mengenai politik bohong ini, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Tohir menyebut agar para politkus yang saat ini sedang aktif bertarung di Pileg dan Pilpres berhenti membohongi rakyat. Menurutnya jika kebohongan-kebohongan terus diumbar, justru rakyat lah yang akan menjadi korban.

"Kasihan rakyat. Ini merupakan pesan demokrasi yang bersahabat dan bermartabat tentu kami harus stop politik kebohongan," katanya.

"Jangan sampai rakyat yang sekarang sedang bangun untuk Indonesia maju tapi malah terjebak dengan isu yang tidak benar," katanya.

Erick sendiri menyebut, alih-alih menjanjikan sesuatu yang belum terwujud pihaknya justru akan bekerja keras dengan solid. Serta kata dia akan menyampaikan visi misi capres dan cawapres Jokowi dan Ma'ruf Amin.

"Dan tentu apa yang kami sampaikan adalah track record. Ya kita pastikan bahwa kita lebih kepada action oriented," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding pun berpesan kepada pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersama Badan Pemenangannya, terkait pidato Jokowi soal stop politik kebohongan itu, agar tak berbicara tanpa data.

"Politik kebohongan ya itu pesan untuk seluruh politisi, terutama paslon (pasangan calon) sebelah jangan suka main tanpa data bicara dengan unsur-unsur kebohongan," katanya.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

RI dan Belanda Fokus Implementasikan Proyek Kerjasama Bidang Keairan
Ekonomi
Kerjasama bilateral Indonesia - Belanda dalam bidang Keairan telah berlangsung lama dan terus berkembang. Isu yang menjadi perh...
KPUPR Terus Tingkatkan Kualitas Jalan Perbatasan di Papua
Ekonomi
Pembangunan jalan perbatasan Indonesia - Papua Nugini terus dilanjutkan. Kondisi saat ini sudah tembus 909 km dari total 1.098 ...
​Praktik Pungli Perizinan Sulitkan Pelaku Bisnis
Ekonomi
Praktisi hukum dan pengamat sektor properti, Erwin Kallo mengatakan, birokrasi yang belum bebas dari perilaku suap dan pungutan...
Menyoal Dampak Infrastruktur, Ini Suara Akademisi
Ekonomi
Masa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) beberapa bulan lagi berakhir. Tapi manfaat pembangunan infrastruktur ...
Sempat Unggul 1-0, indonesia Dibekuk Thailand 2-4
Ekonomi
Timnas Indonesia pulang dengan kepala tertunduk dikalahkan Thailand dengan skor 2-4 pada laga Grup B Piala AFF 2018 di Stadion ...
Akhir November, Bendungan Logung Kudus Siap Digenangi Air
Ekonomi
Pembangunan Bendungan Logung di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah saat ini telah rampung dan siap diisi air atau impounding...
YBM PLN Bagikan 7.300 Paket Sembako untuk Dhuafa di Jabodetabek
Ekonomi
Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN sebagai lembaga zakat berbasis BUMN terus menebar manfaat untuk masyarakat kurang mampu di seluru...
Revisi PP No.23/2010 Berpotensi Rugikan Negara Ratusan Triliun
Ekonomi
Direktur Eksekutif IRESS, Marwan Batubara yakin, rencana revisi PP No.23/2010 sarat dengan prilaku moral hazard dan dugaan KKN ...
Mimpi Budi,Tol Sumo Landscape Jatim
Ekonomi
Di saat Tol Surabaya–Mojokerto (Sumo) memasuki zona hitam. Jawa Timur membutuhkan Budi Pramono untuk menyelesaikan. Tol Sumo ba...