Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​KAI Klaim Penumpang KRL Capai 1 Juta per Hari

7 Nov. 2017, 0.09.13

​KAI Klaim Penumpang KRL Capai 1 Juta per Hari

Jakarta, sentananews.com

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI/Persero), Edi Sukmoro mengatakan, guna memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, maka Pemerintah Daerah di wilayah Jabodetabek harus ikut menata infrastruktur terkait kereta rel listrik (KRL).

Hal ini disampaikan Edi di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (06/11). "Saat ini jumlah penumpang KRL Jabodetabek sudah tembus satu juta penumpang per hari. Pemda harus ikut aktif memberikan solusi mengatasi lonjakan itu dengan melakukan pembenahan infrastruktur," katanya.

Menurut Edi, belakangan minat masyarakat menggunakan KRL semakin tinggi seiring dengan fasilitas dan jangkauan rute perjalanan yang semakin diperluas. "Dua tahun lalu jumlah penumpang KRL masih berkisar 500.000 per hari. Sekarang sudah melonjak dua kali lipat," ujarnya.

Namun di sisi lain, peningkatan jumlah komuter tersebut tidak diikuti dengan pembenahan infrastruktur di sekitar stasiun.

Ia mencontohkan, Pemda DKI Jakarta harus menata Stasiun Pasar Senen yang berhadapan dengan Terminal Bus Senen, serta di depan Stasiun Tanah Abang yang sehari-harinya macet karena angkot berhenti sembarangan.

"Pemda DKI harus cepat mengambil langkah konkret agar perjalanan penumpang KRL lebih nyaman ke tempat tujuan setelah turun dari KRL," ujarnya.

Selain itu, Edi juga mengakui perlunya penataan Stasiun Kampung Bandan.

"Dalam membenahi stasiun tidak harus menang-menangan, tapi bagaimana Pemprov DKI mampu menyelesaikan berbagai persoalan infrastruktur," tegasnya.


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Tingkatkan Produktivitas Lahan Pertanian Lewat Inovasi Teknologi
Ekonomi
Seiring dengan bertambahnya pembangunan proyek perumahan, lahan pertanian di Indonesia semakin menyusut. Hal ini berdampak pada...
​IRESS: Holding BUMN Tabrak Empat Aturan
Ekonomi
Pengamat Kebijakan Energi dan Pertambangan dari Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengkritisi mekanisme pemb...
Stabilitas Bahan Pokok Jelang Natal Dijamin Aman
Ekonomi
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin pasokan dan stabilitas harga bahan pokok penting, khususnya menj...
​Ekonomi RI Tidak Cukup Hanya Tumbuh Lima Persen
Ekonomi
Ahli ekonomi yang juga mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, mengingatkan ekonomi Indonesia tidak cukup jika hanya tumbuh stag...
​Arcandra: Soal Blok Mahakam Kita Serahkan ke Pertamina
Ekonomi
Blok Mahakam masih tetap jadi incaran perusahaan migas asing. Bahkan. Menurut Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mine...
Soal Evaluasi Kontrak PPA, Kepercayaan Investor Bisa Hilang
Ekonomi
Wakil Bendahara Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta (APLSI) Rizka Armadhana mengatakan, evaluasi kontrak yang sudah menandata...
Ekspor Batubara, ICW: Ada Indikasi Kerugian Negara Rp 365,3 T
Ekonomi
Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan indikasi kerugian negara terkait dengan dugaan ekspor batubara yang tidak dilaporkan...
Evaluasi Kontrak PPA Akan Timbulkan Masalah Baru
Ekonomi
Kebijakan pemerintah yang meminta PT PLN (Persero) untuk meninjau ulang seluruh kontrak yang sudah menandatangani kontrak jual ...
​Wartawan Daerah Dominasi Juara di AJP 2017
Ekonomi
Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2017 menjadi ajang pembuktian kemampuan memproduksi karya jurnalistik, kini telah merata d...