Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Kasihan, BPJN V Sumsel Cuma Pelengkap Penderita

17 Agu 2018, 2.18.53

Kasihan, BPJN V Sumsel Cuma Pelengkap Penderita

Palembang, sentananews.com

"Publik kan maunya apa yang kita kerjakan itu diceritakan," demikian kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada penulis dalam suatu kesempatan. Menteri Basuki memaksudkan pekerjaan infrastruktur, pastilah.

Untuk melihat infrastruktur apa saja yang sudah dan sedang dikerjakan benar-benar dinikmati masyarakat, penulis pun turun lapangan. Senin 13 Agustus lalu, bersama majalah KIPRAH-Kementerian PUPR. Kami ke kota Palembang.

Sekitar pukul 12.20, kami landing di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin. Pukul 13.10 kami berada di Jakabaring. Hampr tiga jam kami berada di lokasi pelaksaan Asean Games 2018 ini. Melihat venue-venue dan berwawancara dengan sejumlah pengunjung.

Pukul 16.00 kami melewati Jempatan Ampera. Dalam perjalanan, KIPRAH menelepon Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) V Sumatera Selatan. Yang bersangkutan tidak berada di kota Palembang. Beberapa menit kemudian, telepon seluler KIPRAH berdering. Terdengar suara dari seberang. Yang punya suara, Afrin Siagian, Kabid Reservasi BPJN V.

"Waduh. Kalau kami di balai ini cuma pelengkap penderita," demikian suara Afrin di telepon merespon pembicaraan singkat penulis setelah berkunjung ke area Jakabaring.

Sekitar pukul 18.00, Afrin muncul. Ia menemui kami yang sudah menunggu sesuai janji lewat telepon. Di sebuah rumah makan di muka Benteng Kuto Besak. Afrin tidak sendiri. Ia bersama Suwarno yang mengaku sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Metropolitan Palembang-BPJN V Sumsel.

Kami berempat pun ngobrol di situ. Sambil minum kopi. Salah satu masalah obrolan kami adalah kemacetan di Jembatan Ampera, yang cukup dekat dari pandangan kami. Tampak macet memang.

"Selama ini Jembatan Ampera adalah tumpuan. Kalau ada jembatan Musi IV, titik kemacetan bisa terurai," kata Suwarno.

Siang harinya, proyek pembangunan jembatan Musi IV itu pun diceritakan oleh Suwarno. Sebelum kami makan siang. Kami duduk ngobrol tentang jembatan dimaksud di sebuah warteg di pinggir jalan.

Di saat warga tidak tahu cara mengatasi kemacetan. Maka salah satu bagian penting adalah jembatan Musi IV yang dengan cerdiknya dirincikan Suwarno.

Menurutnya, proyek pembangunan jembatan Musi IV menelan anggaran sebesar Rp550 milyar. Panjangnya adalah 1.130 m, dengan lebar 12 m.

"Ini jembatan satu-satunya di Indonesia, yang menggabungkan type box girder dan type cable stay yang saling menahan kekuatan," katanya, sambil menambahkan 90% proyek jembatan Musi IV sudah rampung. September nanti selesai, Oktober finishing, November sudah bisa dipakai.

Malam sekitar pukul 21.00, Suwarno meminta penulis ketemu untuk ngobrol. Kami pun ketemu sekitar pukul 22.00 di hotel tempat penulis nginap. Keesokan harinya, penulis dan KIPRAH kembali ke Jakarta.

Seperti halnya penulis dan KIPRAH datang. Dalam perjalanan kembali pulang pun, tampak trotoar-trotoar di sepanjang kota Palembang masih banyak yang berantakan. Padahal ini kota Asean Games.

Betapa pun anggaran 2018 untuk BPJN V ada sekitar Rp1.8 trilyun seperti diakui Afrin Siagian. Dan publik maunya pembangunan infrastruktur yang dikerjakan itu diceritakan sebagaimana dinyatakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Tapi sembrautnya trotoar-trotoar di sepanjang kota Palembang khususnya yang sedang didatangi banyak tamu Asean untuk pesta olahraga. Sepintas sebenarnya kasihan, bila benar pihak balai (BPJN V) cuma pelengkap penderita yang diakui Afrin Siagian.

Penulis, Luthfi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Alihfungsikan LPG 3 Kg, Pertamina Himbau Penggunaan Tepat Sasaran
Ekonomi
Dalam rangka memastikan pasokan LPG 3 Kg aman serta menindaklanjuti isu kelangkaan LPG 3 Kg di wilayah Temanggung akibat LPG 3k...
​Signature Bonus, Pemerintah Justru Lemahkan Pertamina
Ekonomi
Pembebanan Signature Bonus (SB) kepada perusahaan BUMN seperti PT Pertamina (Persero), tidak hanya inkonstitusional tetapi meru...
​Ekonom: Harusnya Pertamina Tak Dibebani Signature Bonus
Ekonomi
Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori menegaskan, pengambilalihan pengelolaan Blok-blok Migas (Minyak dan Gas Bumi) yang sebagian bes...
Kementerian PUPR Terus Dorong Rumah MBR Terjangkau dan Berkualitas
Ekonomi
Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 29 April 2015 di Semarang merupakan salah satu ...
KPUPR dan KADIN Promosi Peluang Investasi ke Pengusaha Spanyol
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berada di Madrid, Spanyol dalam rangka Business Indonesia...
Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Diresmikan, Urai Simpul Kemacetan
Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meresmikan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai di Kabupaten Badung,...
​Kontrak Wilayah Kerja Berakhir, Pekerja Terancam PHK Massal
Ekonomi
Kontrak wilayah kerja perusahaan minyak dan gas bumi EMP Malacca Straits SA (EMP MSSA) akan berakhir pada Agustus 2020 nanti.Me...
​Pertamina RU VI Balongan Standardkan HSSE Demo Room
Ekonomi
Guna meningkatkan aspek HSSE (Health Safety, Security, & Environment), Pertamina RU VI Balongan melaksanakan Go Live HSSE D...
​Harga Batu Bara Naik Dorong Realisasi PNBP
Ekonomi
Hingga akhir Agustus 2018, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 240,29 triliun atau mencapai 87,24% dari ...