Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Kasus Gayus Masih Bayangi Menkeu

6 Des. 2017, 20.18.09

​Kasus Gayus Masih Bayangi Menkeu

Jakarta, sentananews.com

Kasus faktur pajak palsu yang dilakukan oleh Gayus Tambunan masih menjadi bayang-bayang buruk di tubuh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Pasalnya, sampai saat ini kasus Gayus tersebut masih melekat di benak masyarakat.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, saat ini korupsi yang bersifat sistemik di Ditjen Pajak memang sudah tidak ada. Namun, korupsi yang bersifat individual sporadis terkadang masih melekat di tubuh Ditjen Pajak. Salah satunya, kasus Gayus Tambunan yang membuat citra otoritas pajak di mata masyarakat menjadi sangat buruk.

"Seperti kata pepatah, satu titik tinta bisa rusak susu sebelanga. Anda cuma butuh satu kasus yang namanya Gayus, never ilang itu kata itu. Dan sekarang itu sudah jadi kosakata dan identik jadi korupsi, jangan jadi Gayus," katanya di Jakarta, Rabu (6/12).

Ia mengaku bahwa petugas pajak bukan manusia super yang tidak tahan godaan. Namun, jika integritas dibangun maka keinginan untuk melakukan tindakan penyelewengan tidak akan ada.

"Yang harus dilakukan petugas pajak adalah memupuk keyakinan dalam diri untuk hidup sederhana. Jika selera sudah di atas kemampuan, maka akan sulit menahan godaan untuk tidak melakukan korupsi," paparnya.

"Sederhana itu penting, kalau anda hidup dengan selera di luar affordabililty anda, pasti anda punya excuse bu saya nggak bisa jaga integrity, teman saya yang kuliah bareng saya sudah kaya raya banget. Jadi kalau anda cari excuse, ribuan alasan pasti ada. Jadi integrity itu kompromi diri kita dengan nurani kita," pungkasnya.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Geliat Infrastruktur di Pulau Morotai
Ekonomi
Morotai sebagai salah satu pulau terluar dan terdepan yang sangat strategis di perbatasan Indonesia memiliki potensi kekayaan a...
KPUPR Serah Terima Hibah Aset Senilai Rp 1,86 Triliun
Ekonomi
Dalam rangka menjamin tata kelola aset yang baik dan meningkatkan pelayanan publik, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Ra...
Milan Kramik Fokus Penjualan Lokal
Ekonomi
PT Saranagriya Lestari Keramik (SLG) yang dikenal memproduksi brand keramik Milan Tiles, maksimalkan lini penjualan di dalam ne...
KPUPR dan China Tingkatkan Kerja Sama Pengelolaan SDA
Ekonomi
Kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah China dalam pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Raky...
Duplikasi Jembatan Surabaya Perlancar Jalur Logistik Mataram-Lombok Tengah
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan duplikasi Jembatan Surabaya yang berada...
Salurkan Bantuan Sigi, PLN Rasakan Energi Optimisme Warga
Ekonomi
Warga Desa Pombewe masih tinggal di tempat pengungsian yang terletak di tanah lapang saat PLN menyerahkan bantuan berupa bahan ...
​PHE Siap kelola Blok NSO Hingga Tahun 2038
Ekonomi
Keputusan pemerintah melalui kementerian ESDM untuk memperpanjang kontrak Blok North Sumatera Offshore (NSO) di Provinsi Aceh d...
Pertamina Pulihkan Infrastruktur Terminal BBM Donggala
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) melakukan Kick Off Pemulihan Infrastruktur Terminal BBM Donggala. Pemulihan infrastruktur ini bertujuan ...
​Hingga 2050 Indonesia Belum Perlu Bangun PLTN
Ekonomi
Penggunaan nuklir sebagai energi primer Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dinilai belum menjadi prioritas. Banyak pertimb...