Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Kementrian PUPR Selesaikan Rehabilitasi Empat DI Sistem Waduk Kedungombo

12 Nov. 2018, 19.59.55

Kementrian PUPR Selesaikan Rehabilitasi Empat DI Sistem Waduk Kedungombo

Jakarta, sentananews.com

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) telah menyelesaikan rehabilitasi empat Daerah Irigasi (DI) yang berada di dalam sistem Waduk Kedungombo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Keempat DI tersebut adalah DI Sidorejo, DI Sedadi, DI Klambu (DI Klambu Kiri dan DI Klambu Kanan dan Wilalung) masing-masing memberikan manfaat dalam mengairi area persawahan terhadap peningkatan hasil pertanian yang berada di kawasan tersebut sebagai salahsatu lumbung pangan nasional di Jawa Tengah.

Waduk Kedungombo mempunyai kapasitas tampung sebesar703 juta m3 dengan luas cakupan irigasi sebesar 61.444 Ha dan melayani empat wilayah, yaitu Grobogan, Kudus, Demak, dan Pati. Dengan telah selesainya kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi yang airnya bersumber dari Waduk Kedungombo, maka sistem telah dapat dikembalikan fungsinya seperti rencana semula.

"Dengan demikian, bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata dimana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani," jelas Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Kegiatan rehabilitasi ini dilakukan sejak tahun 2015 bersumber dari APBN dengan kontrak tahun jamak. Untuk DI Sidorejo yang mempunyai cakupan layanan irigasi seluas 7.938 Ha, telah dilakukan perbaikan bendung dan jaringan utama yang meliputi rehabilitasi saluran primer sepanjang 13,12 Km, saluran sekunder sepanjang 43,4 Km dan saluran tersier sepanjang 181,4 Km dengan anggaran rehabilitasi mencapai 222,26 miliar rupiah.

Kemudian pada DI Sedadi dengan luas layanan irigasi 16.055 ha, telah dilakukan rehabilitasi saluran premier sepanjang 54,6 Km, saluran sekunder sepanjang 63,6 Km, dan saluran tersier sepanjang 484 Km dengan anggaran rehabilitasi mencapai Rp. 315,09 miliar. Sementara DI Klambu yang mempunyai cakupan layanan irigasi seluas 38.745 ha terbagi dalam dua sistem Daerah Irigasi (DI) yaitu DI Klambu Kiri dan DI Klambu Kanan, serta DI Wilalung telah direhabilitasi bendung dan jaringan utamanya yang meliputi rehabilitasi saluran irigasi primer sepanjang 73,79 km dan saluran sekunder sepanjang 216 km dengan anggaran mencapai 846,49 miliar rupiah.

Dengan telah selesainya rehabilitasi saluran irigasi ini, Indeks Pertanaman (IP) yang semula sekitar 220% meningkat menjadi lebih dari 275%. Sedangkan produktifitas lahan pertanian juga meningkat rata-rata menjadi 8-9 ton per hektar.

Editor: Luthfi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Kegembiraan Baru Pelintas Pansela
Ekonomi
RABU pagi 13 Februari 2019. Di ruang kerjanya, Ir. Akhmad Cahyadi, M.Eng.Sc., Kepala Balai Besar Pelaksnaan Jalan Nasional (BBP...
Pertamina: Stok LPG 3Kg di Garut Aman
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat memastikan stok LPG 3kg di wilayah Kabupaten Garut, Jaw...
Edukasi Masyarakat, Rumah Zakat Akan Gelar Sosialisasi
Ekonomi
Minimnya pengetahuan tentang wakaf di masyarakat yang hanya mengenal wakaf dalam bentuk harta tidak bergerak, berupa wakaf tana...
​Murni B to B, Bisnis Avtur Tidak Seperti Jualan BBM Bersubsidi
Ekonomi
Pengamat Kebijakan Enegy, Sofyano Zakaria mengatakan, harga avtur yang diterapkan PT Pertamina (Persero) saat ini sangat kompet...
​IRESS Minta Pemerintah Bentuk Minerba Fund
Ekonomi
Pengamat Energi, Marwan Batubara, menyatakan dana minerba atau dana migas dapat diimplementasikan dengan menyisihkan dana dari ...
​Energy Watch Apresiasi Pertamina Sesuaikan Harga BBM
Ekonomi
Energy Watch mengapresiasi PT Pertamina (Persero) yang terhitung mulai Minggu (10/02/2019) pukul 00.00 waktu setempat melakukan...
Pertamina Kembali Menyesuaikan Harga BBM
Ekonomi
Terhitung mulai 10 Februari 2019 pukul 00.00 waktu setempat, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan b...
ALFI Desak Pemerintah Bentuk Dewan Penerbangan
Ekonomi
Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) meminta Pemerintah membentuk kembali Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional ...
Biaya Bagasi dan Tiket Pesawat Mahal Gerus Jumlah Wisatawan
Ekonomi
Kebijakan maskapai mengenakan bagasi berbayar dan adanya kenaikan harga tiket pesawat, bakal berdampak signifikan pada sektor p...