Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​KESDM Tetap Jaga Produksi Minyak di 800 Rb BpH

17 Feb. 2017, 23.30.58

​KESDM Tetap Jaga Produksi Minyak di 800 Rb BpH

Jakarta, Sentananews.com

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, mengatakan, pihaknya akan melakukan strategi jangka pendek untuk menahan produksi tetap di angka 800.000 barel per hari (bph).

"Produksi kita makin hari makin turun dan hingga lima tahun ke depan bahkan bisa menyentuh 600.000 bph. Jadi harus ada cara untuk menaikannya," ujar Arcandra saat berbincang dengan wartawan di Kementerian ESDM, Jumat (17/2).

Menurut dia, pemerintah mesti secepatnya mengambil langkah untuk menaikkan produksi hingga lima tahun ke depan dengan memaksimalkan eksplorasi pada lapangan-lapangan minyak yang sudah ada. Sebab jika berharap pada lapangan minyak atau Wilayah Kerja (WK) yang baru dieksporasi akan butuh waktu selama 15 tahun untuk mendapatkan minyak muncul (first oil). "Jadi ini untuk lapangan existing, karena yang baru kan ketemu sekarang maka masih butuh waktu 15 tahun lagi," terangnya.

Untuk itu, Arcandra mengatakan, pemerintah akan mendorong KKKS untuk meningkatkan produksi dari blok atau lapangan (wilayah kerja) migas yang sudah ada. "Kita teriak-teriak untuk tahan produksi tapi siapa yang kerjain? Maka kita panggil KKKS," jelasnya.

Data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu (SKK) Migas, menyebutkan bahwa produksi minyak selama lima tahun ke depan bakal turun hingga 600.000 bph membuat kaget dan pening pemerintah. Untuk itu, sejumlah langkah disiapkan agar produksi minyak bisa dikerek naik.

Menurut Arcandra, rencana jangka pendeknya adalah menemukan teknologi yang cocok dengan karakteristik lapangan atau blok migas di Indonesia, serta komersialnya. "Teknologi apa, siapa providernya, juga sukses storynya," ujar pria yang biasa disapa Candra itu.

Untuk menentukan teknologi dalam eksplorasi migas, lanjut Arcandra, biaya atau ongkosnya haruslah efisien. Jangan sampai besar pasak ketimbang tiang, alias lebih mahal biaya produksi dibanding harga revenuenya. "Ya enggak bisa begitu," imbuh dia.

Kalau teknologinya sudah ketemu, lanjut pria berdarah Minang ini, KESDM akan memanggil para KKKS dan mempresentasikan teknologi tersebut. Diharapkan, KKKS segera menjalankan agar kenaikan produksi bisa terjadi.

Menurut Arcandra, tanpa adanya modernisasi teknologi, produksi minyak nasional bisa turun di bawah 600.000 bph dalam 5 tahun. Sesuai data yang disampaikan SKK Migas. "Tahun 2020 (bisa) sekitar 600.000 barel per hari," tukasnya.@

Penulis: Syarief Lussy



To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

KPUPR dan KADIN Promosi Peluang Investasi ke Pengusaha Spanyol
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berada di Madrid, Spanyol dalam rangka Business Indonesia...
Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Diresmikan, Urai Simpul Kemacetan
Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meresmikan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai di Kabupaten Badung,...
​Kontrak Wilayah Kerja Berakhir, Pekerja Terancam PHK Massal
Ekonomi
Kontrak wilayah kerja perusahaan minyak dan gas bumi EMP Malacca Straits SA (EMP MSSA) akan berakhir pada Agustus 2020 nanti.Me...
​Pertamina RU VI Balongan Standardkan HSSE Demo Room
Ekonomi
Guna meningkatkan aspek HSSE (Health Safety, Security, & Environment), Pertamina RU VI Balongan melaksanakan Go Live HSSE D...
​Harga Batu Bara Naik Dorong Realisasi PNBP
Ekonomi
Hingga akhir Agustus 2018, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 240,29 triliun atau mencapai 87,24% dari ...
Pendanaan SBSN Untuk Peningkatan Layanan Jalan Nasional
Ekonomi
Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara menjadi inovasi pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur. Pembiayaan S...
RI-Spanyol Tingkatkan Kerjasama Teknologi Keselamatan Jalan dan Jembatan
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berada di Madrid, Spanyol dalam rangka Business Indonesia...
Nelayan Sulsel dan Sumut Terima Konverter Kit LPG
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menyalurkan paket perdana konverter kit LPG untuk nelayan di Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara secara ...
​Pertamina Bagi Voucher Pertalite Untuk Pemasang MyPertamina
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR) I hari ini (21/9) bagi-bagi voucher gratis Pertalite untuk konsumen y...