Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

KKP Berencana Tambah Pelabuhan Ikan Laut Lepas

10 Okt. 2017, 5.45.40

KKP Berencana Tambah Pelabuhan Ikan Laut Lepas

​Yogyakarta, sentananews.com

Guna mengoptimalkan hasil penangkapan ikan di lepas pantai, Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini sedang mengkaji rencana penambahan jumlah pelabuhan pangkalan perikanan laut lepas.

Menurut Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Reza Shah Pahlevi, ada beberapa titik pelabuhan laut lepas baru yang saat ini sedang dilakukan kajian agar bisa memanfaatkan hasil tangkapan sebesar-besarnya.

Ditemui disela "The 24th Annual Meeting of The Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT)" di Yogyakarta, Senin, Reza mengungkapkan, bahwa saat ini ada enam titik yang sedang dikaji untuk ditunjuk menjadi pelabuhan perikanan laut lepas.

Untuk di Samudera Hindia, kata dia, yakni di Bungus, Teluk Awang, dan Cilacap, sedangkan di Samudera Pasifik yakni di Biak, Morotai, dan Ternate. "Mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini, kami sudah mendapatkan gambaran sejauh mana potensi ikan laut lepas yang bisa dimanfaatkan di kawasan pelabuhan itu," ucapnya berharap.

Ia menambahkan, selama ini Indonesia hanya mendaratkan ikan-ikan hasil tangkapan dari laut lepas seperti tuna sirip biru di Pelabuhan Benoa, Bali.

Alasannya, antara lain pelabuhan itu memiliki fasilitas memadai untuk menerbangkan langsung hasil tangkapan melalui Bandara Ngurah Rai yang jaraknya tidak jauh dari pelabuhan. "Karena seperti ikan tuna sirip biru selatan pengirimannya tidak boleh lama-lama, harus segera agar tetap segar," tukasnya.

Menurut dia, pengembangan pelabuhan perikanan laut lepas itu juga untuk mendukung kemampuan nelayan Indonesia memanfaatkan kuota penangkapan tuna sirip biru selatan.

Selama 2017, Indonesia memiliki kuota 750 ton penangkapan tuna sirip biru selatan.Data sementara per September 2017 hasil tangkapan tuna sirip biru selatan di Indonesia mencapai 288 ton atau masih jauh dari kuota.

Ia mengatakan nilai ekspor yang berhasil diperoleh Indonesia dari ikan tuna sirip biru selatan baik dalam bentuk segar maupun olahan bisa mencapai Rp650 miliar per tahun.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Pembentukan Holding Tergantung Kondisi BUMN
Ekonomi
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini sedang menyiapkan beberapa holding company berdasarkan sektor bisnis.Ekono...
Penuhi Pasokan Gas, FSRU Akan Dikaji Lagi
Ekonomi
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar akan mengkaji lebih fungsi Floating Storage Regasification Unit (FS...
Standard Produk Otomotif Asean Diharmonisasi
Ekonomi
Negara anggota ASEAN bekerja sama untuk melakukan harmonisasi standar produk otomotif dalam rangka memastikan keamanan, kualita...
Aturan Baru Taksi Daring Wajib Asuransi
Ekonomi
Peraturan baru terkait penyelenggaraan taksi daring berbasis aplikasi telah dikeluarkan pemerintah melalui rancangan revisi Per...
Industri Galangan Kapal Harus Manfaatkan Tol Laut
Ekonomi
Industri galangan kapal nasional didorong untuk memanfaatkan tol laut yang telah dibangun oleh pemerintah sebagai sebuah peluan...
Akademisi: Wacana Kartu Subsidi LPG 3 Kg Perlu Direailisasikan
Ekonomi
Dosen Ekonomi Energi dan Sumber Daya Mineral Universitas Indonesia (UI) Berly Martawardaya menilai, wacana mengenai kartu subsi...
Ironis, PPh Badan Freeport Hanya 25 Persen
Ekonomi
Pemerintah berencana menerbitkan rancangan peraturan pemerintah (RPP). Berdasarkan bocoran dalam BAB VII Pasal 14 menyebutkan, ...
Berantas Trader Gas Nakal. Kemenperin Siapkan Aturan
Ekonomi
Guna memberantas trader gas 'nakal' yang selama ini berdampak negatif terhadap pelaku industri di dalam negeri, Kementrian Peri...
2019 Sektor Pariwisata Jadi Penghasil Devisa Terbesar
Ekonomi
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019...