Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Kopi Manis Jasa Marga Layani Arus Lebaran

29 Mei 2018, 16.22.04

​Kopi Manis Jasa Marga Layani Arus Lebaran

JAKARTA, Sentananews.com

Lebaran Idul Fitri tinggal dua minggu lagi.Untukbisa berbaur dengan kenyamanan para pemudik,perusahaan infrastruktur penyedia jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaksimalkan berbagai bentuk pelayanan.Mulai dari penambahan lokasi top-up uang elektronik, hingga penerapan sistem manajemen rest area.

Syukurlah.Setelah memperkuat dirinya di bidang industri jalan tol, pantaslah; ada 'kopi manis' sebagai pelayanan prima Jasa Marga kepada masyarakat.

Untuk soal-soal perjalanan mudik hingga arus balik nanti, para pengguna jalan tol bakal mendapat santapan baru. Mulai dari sekarang, pemudik bisa melahap informasi lebih cepat, tanpa harus menunggu kendaraan tiba di lokasi pengisian bahan bakar minyak (BBM), misalnya.

Sebab, salah satu sistem manajemen rest area yang diterapkan Jasa Margaadalah rest area monitoring. Sistem, yang diklaim sebagai terobosan baru dalam mengawasi seluruh wilayah rest area.

"Kami siapkan satgas yang well trained, monitoring pakai drone, juga variable message sign (VMS) di lokasi-lokasi strategis, yang mudah dibaca untuk berikan info kepada pengguna jalan, misalnya ini kapasitas rest area sudah penuh, maju saja ke depan, ada rest area lagi, atau BBM habis, jadi silahkan ke depan," ungkap Kushartanto Koeswiranto, Direktur Umum dan Sumberdaya Manusia PT Jasa Marga (Persero) Tbk, ketika ditanya Sentananewsbeberapa waktu lalu

Sudah pasti, itu upaya memperlancar arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1439 H. Seperti pembenahan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area, lokasi yang krusial dalam pelaksanaan arus mudik atau arus balik setiap lebaran. Bahkan, kerap menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di dalam jalan tol.

Rest area monitoring merupakan sistem pengawasan dengan menggunakan teknologi CCTV, yaitu dengan memasang CCTV yang berfungsi untuk Vehicle Counting dan Surveillance yang dapat mendeteksi jumlah dan jenis kendaraan yang masuk dan keluar rest area, serta menghitung ketersediaan lahan parkir, sehingga dapat memandu petugas dalam pengaturan lalu lintas di rest area.

Kamera atau CCTV counting dan klasifikasi kendaraan ditempatkan pada akses masuk dan keluar rest area. Hasil counting dan klasifikasi kemudian akan ditampilkan di VMS atau layar display pada akses masuk rest area.

Petunjuk ini juga dapat memberikan pilihan kepada pengguna jalan untuk memilih rest area yang akan disinggahi, dengan melihat kapasitas parkir yang tersedia.

Dengan sistem rest area monitoring tersebut, jumlah kendaraan akan terpantau, arus lalu lintas di dalam rest area dapat terdistribusikan dengan baik dan tidak menimbulkan kepadatan kendaraan, sehingga pada akhirnya berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di jalan tol.

Saat ini, rest area monitoring telah diterapkan di 11 rest area di jalan tol milik Jasa Marga, yakni:Ruas Jakarta-Cikampek, di Rest Area Km 19, Km 39 A, Km 57 A, Km 62 B, dan Km 42 B.

Sedangkan di Ruas Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi), ada di Km 72 A, Km 72 B, Km 97 B, Km 88 A, dan Km 88 B. Sementara di Ruas Palimanan-Kanci (Palikanci), ada di Km 207 A.

Terus Siaga Bersama Instansi Terkait

Kedepannya, Jasa Marga akan mengembangkan fitur rest area monitoring dengan deteksi kendaraan yang masuk dan berapa lama kendaraan parkir, dan memberikan announcer (alarm) untuk mengingatkan ketika kendaraan tersebut sudah terlalu lama parkir, deteksi prakiraan kepadatan kendaraan di dalam rest area, dan sebagainya.

Penerapan sistem rest area monitoring tidak hanya akan diterapkan pada saat lebaran saja, namun akan selalu diterapkan pada hari-hari lain, terutama saat akhir pekan. Hal tersebut mengukuhkan komitmen Jasa Marga dalam memberikan pelayanan terbaiknya di rest area.

Dalam pelaksanaan arus mudik dan balik, Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol khususnya pemudik untuk selalu mempersiapkan kondisi tubuh dan kendaraan dalam kondisi yang prima. Jika mengalami kelelahan dan ngantuk, maka pengguna jalan tol disarankan untuk beristirahat sejenak di rest area terdekat.

Puncak arus mudik, menurut ramalan Jasa Marga, akan terjadi pada H-6, di hari Sabtu 9 Juni. Diperkirakan, jumah kendaraan yang akan masuk ke jalur tol Jakarta-Cikamppek pada arus mudik sekitar 112.000 kendaraan per hari, dari jumlah kendaraan yang masuk di hari normal yaitu sekitar 70.000-75.000 kendaraan. Sedangkan volume arus balik diprediksi 110.000 kendaraan, diperkirakan pada H+4, tepat sehari usai libur bersama tanggal 20 Juni.

"Kita siaga terus. Korlantas yang jadi koordinatornya, kita mantapkan dengan Kemenhub, Kesehatan, Pertamina, PUPR, dan teman-teman media untuk bantu sebarkan info. Kami direksi ndak cuti, ikut awasi dan ngawal atas semua rencana bersama instansi terkait yang sudah dibuat. Kami akan ikut di posko-posko di lapangan, tambah Kushartanto. Baguslah.

Penulis, Luthfi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Ditahan Imbang Hongkong, Indonesia Gagal Hat-trick
Ekonomi
Timnas Indonesia mendapat perlawanan sengit selama menjamu Hong Kong pada laga uji coba yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukt...
Agustus, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 5.410 T
Ekonomi
Bank Indonesia (BI) mencatat total utang luar negeri Indonesia hingga Agustus 2018 mencapai US$ 360,7 miliar atau sekitar Rp 5....
Pertamina MOR VIII: Pasokan LPG di Timika Aman
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation VIII memastikan pasokan gas LPG di wilayah Timika aman menyusul telah bersandarnya k...
​Lagi, Pertamina Hadirkan "Enduro Student Program" di Semarang
Ekonomi
PT Pertamina Lubricants melalui Sales Region IV, hari ini kembali meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) ung...
​Pertamina Berpeluang Besar Ambil Alih Blok Jabung
Ekonomi
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan PT Pertamina (Persero) memiliki peluang besar untuk mendapatkan Blok ...
​Ratusan Nelayan Banggai Dapat Konverter Kit
Ekonomi
Ratusan nelayan di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah menerima konverter kit BBM ke elipiji ari PT Pertamina MOR VII Sulawesi. D...
Bulan Ini, Bus Khusus Wanita Hadir di Bandara Soetta
Ekonomi
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengungkapkan, layanan moda transportasi massal menuj...
​Nicke Absen, RDP Pertamina-ESDM dengan DPR Ditunda
Ekonomi
Rapat Dengar Pendapat antara Komisi VII dengan PT Pertamina (Persero) dan Kementerian ESDM dengan salah satu agendanya membahas...
​TPA Rawa Kucing Bisa Dikembangkan Sebagai PLTSa
Ekonomi
Pengelolaan sampah yang ramah lingkungan menjadi isu dunia dengan diangkatnya Municipal Solid Waste Management sebagai tema Har...