Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

KPUPR Siapkan Jalan Akses Sepanjang 8 KM ke Pelabuhan Patimban

8 Nov. 2018, 7.43.16

KPUPR Siapkan Jalan Akses Sepanjang 8 KM ke Pelabuhan Patimban

Jakarta, sentananews.com

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga tengah melaksanakan pembangunan jalan akses yang menghubungkan Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat sepanjang 8 Km. Ketersediaan infrastruktur jalan sangat krusial untuk menunjang Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan internasional terbesar di Indonesia selain Pelabuhan Tanjung Priok.

Pembangunan jalan akses dibagi menjadi dua bagian yakni area luar 4 km dan area pelabuhan 4 km. Sebagian lahan kini sudah dibersihkan dan siap dilanjutkan ke tahapan konstruksi. Pembangunan jalan sebagian besar akan menggunakan konstruksi layang dikarenakan kondisi tanah yang lunak.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, konstruks

yang memberikan keuntungan bagi perlindungan areal persawahan yang berada di wilayah tersebut. "Kalau dibangun dengan konstruksi konvensional, sawah dan irigasi teknis pasti habis. Adanya pembangunan jalan baru, biasanya diikuti oleh pertumbuhan pesat kegiatan warga seperti permukiman dan pertokoan.Oleh karenanya kami buat dengan konstruksi layang," ujar Menteri PUPR Basuki saat mengunjungi lokasi akses jalan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.

Menteri Basuki mengatakan, meski menggunakan konstruksi layang, biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan jalan akses ini tidak terlalu besar karena ketinggiannya hanya 3-4 meter. "Saat ini sedang dilakukan tes kedalaman tiang pancangnya," lanjut Basuki.

Kontrak pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban dan konsultan supervisi telah ditandatangani pada 14 Agustus 2018 dengan kontraktor pelaksana yakni PT PP, PT. Bangun Cipta Kontraktor dan Shimizu Corporation dengan alokasi anggaran Rp 1,12 triliun yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2019.

Sedangkan untuk konsultan supervisi dilakukan oleh Katahira & Engineer International bekerjasama dengan Nippon Engineering Consultant serta PT Perentjana Djaja, PT Sarana Multi Daya, PT Parama Karya Mandiri, PT Mekaro Daya Mandiri dan PT Maratama Cipta Mandiri senilai Rp63,51 miliar.

Kementerian PUPR juga tengah mempersiapkan pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan Pelabuhan Patimban dengan Jalan Tol Cikampek - Palimanan (Cipali) sepanjang 37,7 Km. Saat ini sudah ada pemrakarsa Akses Tol Pelabuhan Patimban yakni konsorsium antara PT Jasa Marga, PT Surya Semesta Internusa, PT Daya Mulia Turangga dan PT Jasa Sarana dengan nilai investasi Rp6,4 triliun.

"Ini yang sedang kami bicarakan. Kami harap bisa ada kerja sama juga antara perusahaan lokal dan Jepang. PT. Jasa Marga sedang melakukan penjajakan dengan investor lainnya." ujar Menteri Basuki.

Kehadiran Pelabuhan Patimban dengan dukungan jalan akses dan jalan tol akan memangkas biaya logistik industri yang banyak berlokasi di Utara Jawa Barat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing kawasan industri di Indonesia dalam konteks regional dan internasional.

Turut mendampingi Menteri Basuki, yakni Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Iwan Zarkasi, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja dan Direktur Operasi PT. Wijaya Karya Agung Budi Waskito.

Editor: Luthfi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Pengguna Jasa Pelabuhan Bisa Atur Kebutuhan Secara Online
Ekonomi
Para pengguna jasa kepelabuhanan nantinya cukup mengatur kebutuhannya secara online melalui aplikasi dalam telepon genggam deng...
KKP: Usaha Budidaya Harus Terapkan Prinsip Berkelanjutan
Ekonomi
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengungkapkan, komitmen penerapan budidaya berkelanjutan dan keamana...
​AEPI: Kekayaan Oligarki Taipan Hasil Menjarah Indonesia
Ekonomi
Ketua Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng menggambarkan Oligarki Taipan Indonesia sebagai mahluk paling...
​Pasokan LPG di JBB Selama Masa Satgas Naik 2 Persen
Ekonomi
Pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) PSO di wilayah Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat selama masa satgas Pertam...
 ​PHE TEJ Lanjutkan Kegiatan Survei Seismik 3D
Ekonomi
Guna menemukan cadangan minyak dan gas (migas) baru di wilayah Tuban, Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) kembali m...
​EWI Usulkan Pemerintah Cabut Ijin AKR Corporindo
Ekonomi
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahean mengusulkan kepada Pemerintah untuk mencoret atau memberi s...
Bandara Soetta Jadi Merek Paling Mahal di Indonesia
Ekonomi
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menjadi salah satu merek paling mahal di Indonesia dengan valuasi merek atau bran...
​Tinjau SPBU, Jonan Apresiasi Layanan Pertamina
Ekonomi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan melakukan peninjauan ke sejumlah SPBU di jalur tol arus balik wila...
​Pertamina Dukung Uji Coba B30
Ekonomi
Setelah menuai hasil positif dengan implementasi Program pencampuran Biodiesel ke dalam solar sebesar 20% atau program B20, Per...