Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

KSPMI: Pertamina Terlalu Sering Berganti Direksi

13 Feb. 2018, 20.08.27

KSPMI: Pertamina Terlalu Sering Berganti Direksi

Jakarta, sentananews.com


Presiden Konfederasi SP Migas Indonesia (KSPMI), Faisal Yusra menilai, seringnya pergantian direksi di tubuh PT Pertamina (Persero) akan menimbulkan pertanyaan publik. Apalagi dalam 15 tahun terakhir, telah terjadi pergantian direksi di BUMN tersebut sebanyak 9 kali.

"Mencermati konstelasi yang berkembang seputar pergantian direksi Pertamina, bagi banyak pihak termasuk Pekerja Migas/Pertamina adalah menjadi pertanyaan. Karena dalam 15 tahun terakhir, Pertamina sudah mengalami pergantian rezim direksi yang ke-9," katanya di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Padahal, kata dia, UU menegaskan dalam keadaan normal penugasan direksi BUMN adalah 5 tahun. "Jadi bisa dibayangkan pergantian yang begitu sering menunjukkan ada yang salah dalam penetapan Direksi. Apakah itu masalah kinerja maupun kompetensi figur yang tidak tepat, atau kebijakannya tidak pas," tukasnya.

Yang juga menjadi pertanyaan, lanjut dia, jumlah direksi Pertamina yang bertambah banyak sampai 11 Direksi seperti yang diberitakan akhir-akhir ini tanpa adanya perubahan proses bisnis yang signifikan. "Ini dapat disimpulkan sebagai bentuk pemborosan yang nyata," ucapnya.

Ia juga menyoroti dipecahnya Direktorat Pemasaran menjadi Direktur Pemasaran Industri dan Direktur Pemasaran Retail plus Direktur Logistik/Perkapalan. "Ini akan mengganggu banyak hal di lapangan karena kenyataannya sumbernya satu sektor dan pengaturan setiap direktorat dengan KPI masing-masing akan menimbulkan masalah besar di area supply & distribusi," ujarnya.

Hal yang sama dahulu sudah pernah terjadi saat BBM dan LPG memiliki KPI terpisah. Perlu effort yang sangat besar untuk membuat keduanya bersinergi. "Padahal kedua sektor itu masih dalam naungan satu direksi. Bisa dibayangkan betapa runyamnya bila tiga sektor yang bersentuhan langsung memiliki masing-masing direksi dan masing-maisng KPI/Target. Kalau sudah pernah memiliki pengalaman yang tidak baik di masa lalu mengapa harus diulangi," tukasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Menteri BUMN, Rini Soemarno agar mengembalikan organisasi direksi Pertamina seperti pada masa lalu. "Hal ini penting agar organisasi direksi PERTAMINA bisa sejalan dengan proses bisnisnya sesuai maksud dan tujuannya yang diatur dalam AD dan UU Migas diantaranya Direktur Utama, Direktir Hulu & Gas, Direktur Hilir, Direktur Keuangan & IT dan Direktur Portofolio Bisnis & General Affair," paparnya.

Namun demikian, pekerja Migas/Pertamina berharap seluruh upaya perubahan Direksi adalah bagian dari upaya peningkatan kinerja, bukan hal lain seperti membagi-bagi kekuasaan maupun kesempatan apalagi dikaitkan dengan hal subyektif seperti politik misalnya.

"Kita juga berharap, proses pemilihan dilakukan secara transparan dengan mengetengahkan kapabilitas dan kompetensi teknis dan manajerial dengan memberikan kesempatan Pekerja Karir yang nyata-nyata masuk dalam talent pool Pertamina sebagai bagian dari proses pembinaan dan promosi. Pekerja meyakini jabatan direksi adalah juga jabatan karir bukan jabatan politis," pungkas Yusra.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Dimensi Secangkir Kopi, Perbatasan​
Ekonomi
Penerapan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang panjang, mengajarkan bukan hanya negara harus terus berbuat ...
​Jaga Kenyamanan Konsumen Butuh Kerjasama Pihak Terkait
Ekonomi
Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengatakan, bahwa untuk menjaga keamanan, keselamatan, kese...
​HKN Perkuat Komitmen Pemerintah Lindungi Konsumen
Ekonomi
Peringatan Hari Konsumen Nasional (HKN) yang jatuh setiap tanggal 20 April, menjadi pendorong dalam membangun gerakan dan keber...
​Di Pimpin Alex, Masalah di Telkom Datang Silih Berganti
Ekonomi
Hampir di setiap perusahaan yang dipimpin Alex Sinaga, selalu muncul problem besar. Saat memimpin Telkom sebagai CEO, satelit T...
Kapal Perang Perancis dan Inggris Berlabuh di  Jakarta
Ekonomi
Jakarta menjadi pelabuhan singgah 2 kapal perang Perancis FNS Dixmude (L9015) dan FNS Surcouf (F711), serta 1 kapal perang Ingg...
​Kecepatan Kendaraan Meningkat 35,04% di Tol Janger
Ekonomi
Paket kebijakan yang diterapkan di Ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang (Janger) pada pekan pertama, PT Jasa Marga (Persero) Tbk me...
​Pekan Pertama Uji Coba di Ruas Tol Jagorawi Berjalan Lancar
Ekonomi
Pekan pertama penerapan uji coba paket kebijakan di Ruas Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) berjalan dengan lancar. PT Ja...
Seleksi Administrasi Calon Komisioner BP Tapera Diumumkan
Ekonomi
Panitia Seleksi (Pansel) telah mengumumkan hasil seleksi Administrasi Calon Komisioner dan Calon Deputi Komisioner Badan Pengel...
Kementerian PUPR Luncurkan Sembilan Aplikasi E-Government
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan sembilan aplikasiyang diperuntukan untuk pelayanan publik ma...