Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Laba Bersih Taspen 2017 Capai Rp 721 M

12 Feb. 2018, 19.14.03

Laba Bersih Taspen 2017 Capai Rp 721 M

Jakarta, sentananews.com

PT Taspen Persero berhasil mencatatkan kinerja positif, dengan meraih laba bersih 2017, sebesar Rp 721 miliar atau naik 191% dari sebelumnya Rp 247 miliar. Capaian laba bersih tersebut melebih target RKAT perseroan sebesar 105% atau Rp 684,6 miliar.

Menurut Direktur Utama PT Taspen, Iqbal Latanro, aset perseroan juga mengalami kenaikan 15,99% menjadi Rp 230 triliun dari Rp 198,6 triliun pada periode yang sama tahun 2016. "Capaian aset ini melebihi 100% dari target RKAT sebesar Rp 229,7 triliun," kata Iqbal di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Sementara itu premi dan iuran tercatat Rp 7,8 triliun atau naik 4,45% dari posisi Rp 7,4 triliun di tahun 2016. Serta hasil investasi naik 6,97% dari Rp 7 triliun menjadi Rp 7,5 triliun.

"Adapun pembayaran klaim mencapai Rp 9,6 triliun atau naik 18% dari Rp 8,1 triliun. Pencapaian tersebut terdiri dari JHT (Jaminan Hari Tua) sebesar Rp 8,42 triliun, JKK (Jaminan Kecelakan Kerja) Rp 300 miliar dan JKM (Jaminan Kematian) Rp 890 miliar," papar Iqbal.

Terkait total aset investasi tahun 2017 menurut Iqbal mencapai Rp 209 triliun atau naik 24,9%. "Total aset investasi tersebut terdiri dari obligasi, sukuk, dan KIK EBA sebesar Rp 139 triliun, deposito Rp 26,4 triliun, dan saham reksadana dan lainnya sebesar Rp 41,2 triliun," tukasnya.

Menurut Iqbal, capaian kinerja tersebut dipengaruhi beberapa hal, diantaranya perubahan fee pengelolaan investasi atau dana AIP PNS dari 5% menjadi 6,7%.

Lalu realisasi fee flogging sebesar Rp 67,9 miliar serta pengakuan atas aset sitaan kasus penyalahgunaan deposito di Bank Mandiri sebesar Rp 9,43 miliar. "Ke depan kami akan mendorong capaian laba perusahaan anak usaha," imbuhnya.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Desember Bendungan Mila di Sumbawa Siap Digenangi Air
Ekonomi
Bendungan Mila di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini telah rampung dan siap untuk dilakukan penggenan...
​Pertamina EP Kembangkan Potensi Wisata Air Desa Burai
Ekonomi
Pengembangan Kampung Warna Warni Desa wisata Burai, binaan CSR PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field, mendapatkan kunjungan ...
BPOM Klaim RI Berpotensi Pimpin Pasar Obat Herbal
Ekonomi
Indonesia memiliki sediaan bahan baku yang besar sehingga berpotensi memimpin pasar obat herbal terutama di lingkungan negara O...
RI dan Belanda Implementasikan Proyek Kerjasama Bidang Keairan
Ekonomi
Kerjasama bilateral Indonesia - Belanda dalam bidang Keairan telah berlangsung lama dan terus berkembang. Isu yang menjadi perh...
KPUPR Terus Tingkatkan Kualitas Jalan Perbatasan di Papua
Ekonomi
Pembangunan jalan perbatasan Indonesia - Papua Nugini terus dilanjutkan. Kondisi saat ini sudah tembus 909 km dari total 1.098 ...
​Praktik Pungli Perizinan Sulitkan Pelaku Bisnis
Ekonomi
Praktisi hukum dan pengamat sektor properti, Erwin Kallo mengatakan, birokrasi yang belum bebas dari perilaku suap dan pungutan...
Menyoal Dampak Infrastruktur, Ini Suara Akademisi
Ekonomi
Masa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) beberapa bulan lagi berakhir. Tapi manfaat pembangunan infrastruktur ...
Sempat Unggul 1-0, indonesia Dibekuk Thailand 2-4
Ekonomi
Timnas Indonesia pulang dengan kepala tertunduk dikalahkan Thailand dengan skor 2-4 pada laga Grup B Piala AFF 2018 di Stadion ...
Akhir November, Bendungan Logung Kudus Siap Digenangi Air
Ekonomi
Pembangunan Bendungan Logung di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah saat ini telah rampung dan siap diisi air atau impounding...