Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Mendag : Vietnam Ancaman Terbesar Indonesia

9 Okt. 2015, 15.36.09

​Mendag : Vietnam Ancaman Terbesar Indonesia

*

Jakarta, sentananews.com

Menteri Perdagangan Thomas T. Lembong menilai Vietnam sebagai ancaman dan pesaing terbesar Indonesia di sektor industri sepatu dan tekstil, terutama setelah negara tersebut bergabung dalam Trans-Pacific Partnership (TPP).

"Memang dari Asia Tenggara, yang ikut itu Vietnam, Singapura dan Malaysia. Dan yang paling jadi ancaman terbesar buat kita adalah Vietnam. Bisa dibilang Vietnam itu saingan kita langsung," katanya dalam sosialisasi desk khusus investasi sektor tekstil dan sepatu di Jakarta, Jumat (9/10).

Melalui TPP, lanjut Tom, kedua belas negara yang dipimpin oleh Amerika Serikat itu bisa menguasai 40 persen pasar dunia.

Persaingan dengan Vietnam, menurut dia, semakin berat karena negara itu kini telah menyelesaikan negosiasi untuk melakukan perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) dengan Uni Eropa.

"Jadi Vietnam ini akan bisa akses ke pasar Eropa lebih besar dari Amerika Serikat karena ke lebih dari 20 negara. Dengan perjanjian pertama saja hampir 20 triliun dolar AS. Kita ketinggalan sekali," ujarnya.

Menurut Tom, langkah yang dilakukan Vietnam tentu menguntungkan bagi negara tersebut karena bisa mengakses Eropa dan AS yang memiliki daya beli tinggi dengan nol tarif.

Presiden Joko Widodo sendiri berharap Indonesia bisa ikut menandatangani perjanjian tersebut dalam waktu dua tahun ke depan.

"Kami menanggapi perkembangan ini dengan sangat serius, kita juga siap-siap bertempur karena Presiden sangat menyadari hal ini," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi setelah meluncurkan Program Investasi Padat Karya Menciptakan Lapangan Kerja di di PT Adis Dimension Footwear Jalan Raya Serang Km 24 Balaraja Barat, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin (5/10), mengatakan problem berat industri di Indonesia yang berhasil diidentifikasinya yakni terkait pengupahan dan perdagangan bebas.

Ia berjanji dalam waktu maksimal dua tahun hambatan dalam FTA akan dirampungkan.

"Maksimal dua tahun harus sudah bisa diselesaikan, kita terlambat tapi paling lambat dua tahun produk-produk kita bisa berkompetisi di Eropa dan Amerika," ujarnya. (Ant)

Editor : Muryat Panuju


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Menteri PUPR Dukung BUMN Karya Kembangkan Sayap Go International
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pembina jasa konstruksi nasional terus mendorong kontraktor dan k...
Indonesia-Aljazair Sepakat Tingkatkan Kerjasama Pembangunan Infrastruktur
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan dengan Menteri Perumahan, Permukiman ...
Pertamina RU VI Produksi Avtur dan Pertamax Turbo Low Sulfur
Ekonomi
Untuk memenuhi permintaan akan kebutuhan bahan bakar penerbangan, Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan telah mampu memprodu...
Generasi Milenial Dominasi Sayembara Desain Rumah Tapak dan Rusun Bersubsidi
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan penghargaan kepada para pemenang Sayembara Desain Rumah Tapak...
KPUPR Buka Lowongan 1.000 Formasi untuk CPNS 2018
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka kesempatan kepada seluruh putra-putri Indonesia untuk menjadi Ca...
Pertamina Ajak Masyarakat Utamakan Keamanan Penggunaan LPG
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) kembali mengajak masyarakat untuk terus memperhatikan penggunaan LPG yang baik dan benar. Hal ini pentin...
Alihfungsikan LPG 3 Kg, Pertamina Himbau Penggunaan Tepat Sasaran
Ekonomi
Dalam rangka memastikan pasokan LPG 3 Kg aman serta menindaklanjuti isu kelangkaan LPG 3 Kg di wilayah Temanggung akibat LPG 3k...
​Signature Bonus, Pemerintah Justru Lemahkan Pertamina
Ekonomi
Pembebanan Signature Bonus (SB) kepada perusahaan BUMN seperti PT Pertamina (Persero), tidak hanya inkonstitusional tetapi meru...
​Ekonom: Harusnya Pertamina Tak Dibebani Signature Bonus
Ekonomi
Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori menegaskan, pengambilalihan pengelolaan Blok-blok Migas (Minyak dan Gas Bumi) yang sebagian bes...