Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Menteri Rini Minta Pertamina dan PLN Stop Impor

17 Agu 2018, 2.39.05

Menteri Rini Minta Pertamina dan PLN Stop Impor

Jakarta, sentananews.com

Pemerintah telah meminta PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mengevaluasi dan mengurangi impor barang modalnya. Sebab kedua perusahaan milik negara ini dinilai menyumbang impor dalam jumlah yang banyak.

Keputusan ini dilakukan sebagai strategi mengurangi impor dan memperbaiki defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menjelaskan, proyek-proyek yang sudah memasuki fase kewajiban pembiayaan atau financial closing, serta sudah melakukan pemesanan barang modal akan tetap berjalan.

"Jadi yang sudah financial close kita jalan terus, yang belum kita mendetailkan mana yang kemungkinan, seperti boiler itu kan bisa dibuat di Indonesia kita minta untuk di order dari Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (16/8).

Dia menyatakan, untuk proyek yang belum financial closing maka akan dilakukan evaluasi bersama Kementerian Perindustrian. Sehingga dapat diketahui secara detail barang apa saja yang dapat menggunakan konten lokal. "Bersama Kemenperin akan mendetailkan mana-mana barang yang bisa dibuat di Indonesia," katanya.

Rini menjelaskan, proyek-proyek yang sudah melakukan pemesanan barang modal seperti yang dilakukan PLN pada barang jenis boiler ataupun turbin memakan waktu hingga dua tahun untuk penyelesaianya. Hal ini menjadi ruang untuk perusahaan plat merah tersebut melakukan evaluasi.

"Karena untuk membuat alat-alat seperti ini memakan waktu 12-24 bulan sehingga kita mempunyai waktu untuk mempersiapkan industri kita. Pertamina pun demikian, proyek yang di Balikpapan di mana sudah ada financial closing kita tetap jalan, kalau yang tidak kita akan liat lagi mengenai local content-nya," pungkasnya.


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Tol Sumo Membagi Perasaan Mewah Warga Jatim
Ekonomi
Disaat Tol Surabaya–Mojokerto (Sumo) memasuki zona hitam. Jawa Timur membutuhkan Budi Pramono untuk menyelesaikan. Tol Sumo bak...
Keterlibatan Kontraktor Pulihkan TBBM Donggala Sangat Besar
Ekonomi
Terminal BBM (TBBM) Donggala yang mensuplai kebutuhan BBM wilayah Sulteng merupakan lokasi operasi Pertamina yang tak luput dar...
Perbanyak SPLU, PLN Gandeng Perusahaan Jerman
Ekonomi
PT PLN (Persero) menggandeng Produsen Mobil asal Jerman, BMW untuk membangun SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum). SPLU merupa...
Kementerian PUPR Kirim Tambahan 96 Insinyur Muda ke NTB
Ekonomi
Sebanyak 96 orang insinyur muda para CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) d...
116 Unit Huntara untuk Korban Gempa Sulteng Siap  Dihuni Desember
Ekonomi
Pemerintah terus melakukan berbagai upaya dalam masa pemulihan kerusakan pascabencana gempa bumi yang disertai tsunami dan liku...
​Perang Tarif, Bisnis Taksi Online Jadi Tak Sehat
Ekonomi
Penerapan tarif yang terlalu rendah ditambah banjir promo dari penyedia aplikasi transportasi daring (Grab), berpeluang melahir...
​Pertamina Bangun Krestivitas Kerajinan Mebel dari Drum Bekas
Ekonomi
Sebagai perusahaan produsen pelumas nasional, PT Pertamina Lubricants turut berkontribusi terhadap pemeliharaan lingkungan baik...
Kementrian PUPR Tingkatkan Kualitas Jalan Lingkar Pulau Samosir
Ekonomi
Dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Stra...
Kementrian PUPR Selesaikan Rehabilitasi Empat DI Sistem Waduk Kedungombo
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Ditjen Sumber D...