Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Murni B to B, Bisnis Avtur Tidak Seperti Jualan BBM Bersubsidi

12 Feb. 2019, 13.15.55

​Murni B to B, Bisnis Avtur Tidak Seperti Jualan BBM Bersubsidi

Jakarta, sentananews.com

Pengamat Kebijakan Enegy, Sofyano Zakaria mengatakan, harga avtur yang diterapkan PT Pertamina (Persero) saat ini sangat kompetitif dibanding dengan harga avtur di negara lain.

"Dari data yang ada, harga avtur Pertamina sangat kompetitif dibanding dengan harga avtur di negara lain. Namun karena ini terkait bulan politik, jadi harga avtur bisa dijadikan kambing hitam atas mahalnya harga tiket dalam negeri," kata Sofyano dalam pesan singkatnya yang diterima Sentananews.com di Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Menurut Sofyano, mahalnya harga tiket air lines saat ini bukan hanya tergantung dengan harga avtur, tapi ada hal lain lagi yang menyebabkannya. "Jadi Presiden harus bijak menyikapi soal harga avtur ini dan memahami bahwa ini adalah bisnis murni atau B to B," ujarnya.

"Saya sangat yakin Pertamina pasti akan jual avtur dengan harga yang pasti membuahkan keuntungan bagi BUMN ini walau harganya diturunkan sekalipun," tambahnya.

Selain itu, menurut dia, avtur bukanlah BBM bersubsidi, sehingga bisnis ini murni B to B yang seharusnya tidak boleh ada pengaturan tentang harga. "Dibalik pola B to B avtur pasti ada diskon yang tentu pemberlakuannya berbeda-beda," ucapnya.

Misalnya, lanjut Sofyano, untuk pembelian dalam jumlah besar dan pembayaran cash tentu bisa dapat diskon khusus sementara pembelian yang membayar dengan cara berhutang apalagi dalam jangka waktu yang lama tentu harga avturnya tidak sama dengan harga cash atau pembayaran dengan jangka waktu pendek.

"Mestinya Pertamina buka-bukaan saja ke publik soal B to B dan terkait pricing avtur agar dipahami semua pihak termasuk Presiden dan menteri sekalipun, agar beliau-beliau itu bisa paham soal B to B-nya bisnis avtur," tandasnya.

Terkait sepinya penumpang pesawat pada bulan Januari dan Februari, menurut Sofyano itu hal yang lumrah karena saat ini merupakan masa low season. "Jadi saya rasa sepinya penumpang angkutan udara saat ini tidak semata-mata karena naiknya harga tiket pesawat tetapi lebih karena masa low season," tukasnya.

Selain itu pihak Inaca juga sudah menyatakan bahwa harga avtur bukan lah satu-satunya komponen pada harga tiket penerbangan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut bakal memanggil memanggil Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, untuk meminta kejelasan soal harga avtur di dalam negeri. Dia mengaku baru mengetahui bahwa Pertamina merupakan perusahaan yang memonopoli harga avtur. "Besok pagi saya akan undang Dirut Pertamina," tutur Jokowi, Senin Malam (11/2/2019).

Presiden menyiapkan dua pilihan ke Pertamina. Jokowi meminta perusahaan minyak dan gas milik BUMN tersebut membuat harga avtur sesuai dengan pasar Internasional.

Kepala negara juga mengatakan, Pertamina harus menjadikan perusahaan lain memasok permintaan avtur jika tidak bisa membuat harga sesuai pasar internasional.

"Pilihannya hanya satu, harganya bisa sama dengan harga Internasional tidak? Kalau tidak bisa, saya akan masukkan kompetitor lain. Sehingga terjadi kompetisi," kata dia.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pasca Penetapan Hasil Pemilu 2019, PLN Siaga Kelistrikan
Ekonomi
Pasca penetapan hasil Pemilu 2019 oleh KPU RI, PT PLN (Persero) memperkuat pengamanan pasokan listrik ke lokasi pantauan utama ...
PLN Listriki Lima Desa di Halmahera Selatan
Ekonomi
PT PLN (Persero) terus berupaya untuk meningkatkan Rasio Elektrifikasi di Maluku dan Maluku Utara. Upaya ini dilakukan dengan t...
​Muliakan Dhuafa, PLN Berbagi 15.000 Paket Sembako
Ekonomi
PT PLN (Persero) kembali berbagi kebahagiaan memuliakan kaum dhuafa di bulan suci nan berkah dengan memberikan 15.000 paket sem...
​YBM PLN Salurkan Bantuan 3000 Paket di Sulbagut
Ekonomi
Jakarta, SENTANAPT PLN Regional Sulawesi melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) pada hari ke 15 Ramdhan 1440 Hijriah menyalurkan dan...
Menaker Resmikan ​Posko Pengaduan THR 2019
Ekonomi
Dalam rangka memberikan pelayanan konsultasi pembayaran Tunjangan Hari Kerja (THR) dan menindaklanjuti pengaduan keterlambatan ...
​PLN Groundbreaking Pembangunan Listrik Pedesaan se-Kalimantan Barat
Ekonomi
PT PLN (Persero) melakukan groundbreaking atau penancapan tiang pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan Program Listrik D...
Listrik untuk Jakarta Fair Gunakan Power Bank 2500 kVA
Ekonomi
PT PLN Unit Induk Distribusi (UIJ) Jakarta Raya akan menggunakan Power Bank dengan total daya yang disiapkan yaitu 2500 kVA unt...
​Meraup Untung dengan Susu Kambing RBM
Ekonomi
Nutrisi susu kambing etawa lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Manfaatnya pun jauh lebih besar dibandingkan susu sapi. Itulah ...
​Pertamina Modernisasi Kilang Teknologi Tinggi
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) akan terus memperkuat penerapan Health Safety Security Environment (HSSE) yang ketat pada seluruh sarana...