Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Musim Kemarau, Produksi Padi Terancam Turun 39,3%

5 Okt. 2018, 21.25.30

Musim Kemarau, Produksi Padi Terancam Turun 39,3%

Jakarta, sentananews.com

Studi Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) menunjukkan sebagian dari 14 kabupaten sentra padi nasional mengalami penurunan produksi hingga 39,3% akibat kemarau panjang. "Kalau basah biasanya produksi padi meningkat. Kalau kering, biasanya produksi padi menurun," kata Ketua AB2TI Dwi Andreas dalam informasi yang dihimpun di Jakarta, Jumat (5/10).

Turunnya produksi pada musim kemarau sejatinya bukan hanya terjadi di tahun ini. Setidaknya berdasarkan pengamatan AB2TI selama delapan tahun terakhir, memang selalu terjadi penurunan produksi padi tiap kali musim kemarau menerjang.

Menurutnya, jika kemarau panjang terus terjadi, maka musim tanam padi pun akan mundur dibandingkan waktu normal. Untuk diketahui, biasanya siklus tanam di musim hujan dimulai pada bulan Oktober hingga Desember.

"Namun dengan kondisi kemarau tahun ini, dimulainya musim tanam bisa mundur sebulan menjadi November. Ini tentunya akan membuat panen padi menjadi terlambat dibandingkan waktu normal," ujarnya.

Pada akhirnya, kata dia, stok beras nasional akan berkurang untuk menutupi produksi yang telat. "Kalau musim tanamnya mundur artinya, katakanlah kalau mundur satu bulan, berarti kan stok yang ada akan terkuras 2,5 juta ton lagi," tukasnya.

Kemarau panjang yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia telah menyebabkan dampak kekeringan bagi kebutuhan air bersih masyarakat maupun kebutuhan air bagi tanaman petani, khususnya tanaman pangan seperti padi dan jagung. Sentra pangan Indonesia yang tersebar di beberapa provinsi pun tak luput dari ancaman paceklik ini.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan meskipun kondisi musim kemarau masih terbilang normal, akan tetapi bencana kekeringan tetap melanda beberapa tempat di wilayah Indonesia.

"Khususnya di Jawa dan Nusa Tenggara. Kemarau menyebabkan pasokan air berkurang, debit sungai menurun, tinggi muka air di danau dan waduk menyusut. Sumur kering sehingga masyarakat mengalami kekurangan air," kata Sutopo.

Ia menyebut kekeringan telah melanda 11 provinsi yang terdapat di 111 kabupaten/kota, 888 kecamatan, dan 4.053 desa yang notabene diantaranya adalah daerah-daerah sentra beras dan jagung, seperti Jatim, Jateng, Jabar, Sulsel, NTB, Banten, Lampung, dan beberapa provinsi lainnya.

Dikatakan Sutopo, banyak lahan pertanian mengalami puso atau rusak. Walaupun hal ini tidak berdampak secara signifikan, namun kasus ini harus juga menjadi sorotan. Sebab jika pertanian mengalami puso, tentu hal ini sangat berpengaruh dengan keadaan ekonomi masyarakat setempat.

"Ini sangat berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat selain mereka harus membeli air, masyarakat, menyewa pompa, dan sebagainya. Bayangkan, dalam kondisi ini petani harus mengeluarkan biaya tambahan Rp800 ribu untuk sewa pompa air dan membeli solar guna mengaliri sawahnya," pungkasnya.

Editor: Agus Rianto P


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Antisipasi Kelangkaan, Pertamina dan Disperindag Sidak Elpiji
Ekonomi
Mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 kg, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melakukan sidak ke pangkalan di wilayah Kec...
​Pasca Penetapan Hasil Pemilu 2019, PLN Siaga Kelistrikan
Ekonomi
Pasca penetapan hasil Pemilu 2019 oleh KPU RI, PT PLN (Persero) memperkuat pengamanan pasokan listrik ke lokasi pantauan utama ...
PLN Listriki Lima Desa di Halmahera Selatan
Ekonomi
PT PLN (Persero) terus berupaya untuk meningkatkan Rasio Elektrifikasi di Maluku dan Maluku Utara. Upaya ini dilakukan dengan t...
​Muliakan Dhuafa, PLN Berbagi 15.000 Paket Sembako
Ekonomi
PT PLN (Persero) kembali berbagi kebahagiaan memuliakan kaum dhuafa di bulan suci nan berkah dengan memberikan 15.000 paket sem...
​YBM PLN Salurkan Bantuan 3000 Paket di Sulbagut
Ekonomi
Jakarta, SENTANAPT PLN Regional Sulawesi melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) pada hari ke 15 Ramdhan 1440 Hijriah menyalurkan dan...
Menaker Resmikan ​Posko Pengaduan THR 2019
Ekonomi
Dalam rangka memberikan pelayanan konsultasi pembayaran Tunjangan Hari Kerja (THR) dan menindaklanjuti pengaduan keterlambatan ...
​PLN Groundbreaking Pembangunan Listrik Pedesaan se-Kalimantan Barat
Ekonomi
PT PLN (Persero) melakukan groundbreaking atau penancapan tiang pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan Program Listrik D...
Listrik untuk Jakarta Fair Gunakan Power Bank 2500 kVA
Ekonomi
PT PLN Unit Induk Distribusi (UIJ) Jakarta Raya akan menggunakan Power Bank dengan total daya yang disiapkan yaitu 2500 kVA unt...
​Meraup Untung dengan Susu Kambing RBM
Ekonomi
Nutrisi susu kambing etawa lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Manfaatnya pun jauh lebih besar dibandingkan susu sapi. Itulah ...