Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

NAM SSTC Gelar Lokakarya Produk Kelapa di Manado

16 Nov. 2017, 0.07.03

NAM SSTC Gelar Lokakarya Produk Kelapa di Manado

Jakarta, sentananews.com

Non Aligned Movement-Centre for South-South Cooperation (NAM SSTC), menggelar lokakarya membahas kelangsungan produk kelapa melalui International Workshop on Coconut Development dengan tema "Innovation and Collaboration to Sustain Coconut Sector" yang akan berlangsung 14-17 November 2017. Di Hotel Swiss-Bel, Maleosan Manado, Sulut, Senin (14/11) lalu.

Lokakarya tersebut dihadiri oleh delegasi dari 13 negara, diantaranya Bangladesh, Fiji, Kiribati, Kamboja, Myanmar, Nauru, Papua Nugini, Sri Lanka, Solomon Islands, Timor Leste, Tonga, Samoa dan Indonesia.

Kegiatan yang diprakarsai Pusat Non-Aligned Movement Centre For South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) dan Badan Litbang Kementerian Pertanian (Kementan) RI serta Balai Risert Tanaman Palma Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sebagai upaya capacity building. Mengingat Indonesia menempati posisi pertama untuk produksi kelapa dan nomor dua untuk produksi minyak kelapa.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar Direktur Non Aligned Movement-Centre for South-South Cooperation (NAM SSTC), Prianti Gagarin Djatmiko Singgih saat memimpin kegiatan tersebut mengatakan, melalui lokakarya ini, diharapkan diperoleh berbagai masukan, potensi kerjasama dan program pembangunan kapasitas dengan organisasi dan institusi baik nasional maupun intemasional.

"Yang paling utama, lanjutnya, adalah meningkatkan standarisasi produksi kelapa khususnya bagi para petani kelapa di Indonesia. Diharapkan pula metode dan strategi pertanian/perkebunan kelapa berkelanjutan dari sebelum sampai sesudah panen ini dapat diaplikasikan di negara-negara berkembang lainnya. Ke depannya, para petani kelapa secara optimal dapat mengelola hasil panennya dengan lebih bernilai tambah atau added value," paparnya.

Menurut Prianti yang juga Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, lokakarya diselenggarakan dalam format diskusi panel dengan berbagai presentasi ilmiah beberapa Lembaga Riset (Badan Litbang Kementan RI, Puslitbang Palma Provinsi, Pusat Riset dan Pengembangan Perkebunan Kelapa), pelaku industri kelapa dan sektor swasta yang menekuni komoditas kelapa sebagai produk komersial baik untuk konsumsi, nutrisi dan kesehatan/kecantikan, serta berbagi pengalaman sukses (success stories) kerjasarna teknis mengenai perkebunan kelapa berkelanjutan dan manajemen perkebunan kelapa yang efektif untuk meningkatkan hasil produksi kelapa.

Lokakarya ini, lanjut Prianti, juga membahas berbagai kendala dan keterbatasan pengelolaan perkebunan kelapa, penanggulangan hama kelapa, optimalisasi produksi kelapa serta upaya dan strategi peningkatan kesejahteraan petani kelapa baik secara ekonomi, sosial maupun aspek lingkungan.

Di hari terakhir Lokakarya, diselenggarakan pula program kunjungan dan studi banding ke pabrik produksi gula kelapa di Winuri Likupang dan unit produksi kelapa (coconut processing unit) serta pembibitan kelapa unggulan di Balai Riset Palma Manado.

"Kegiatan ini adalah wadah untuk saling bertukar pikiran dan merupakan tempat untuk sumbang saran mengenai baik-buruknya pohon kelapa itu sendiri," ujarnya.

Kegiatan ini, lanjut dia, adalah kegiatan lanjutan setelah Training, yang diselenggarakan pada waktu lalu, bedanya saat ini kegiatan bukan lagi Training, tapi Workshop. "Dimana disini para peserta tidak lagi berlatih, atau kami latih, melainkan sudah bisa mempresentasikan hasil tanaman kelapa dengan segala kemungkinan terburuknya, seperti saling berbagi tentang bahaya hama kumbang kelapa dan sebagainya," ujar Prianti.

"Pohon kelapa dijuluki Tree of Life (pohon kehidupan), oleh karena seluruh bagian dari pohon kelapa mulai dari sabut, daging, batok, daun, tulang daun, hingga batang kelapa, sangat berguna dan memang sering dipakai oleh manusia. bahkan, kelapa juga bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan," lanjut Prianti.

NAM CSSTC berharap, penyelenggaraan lokakarya internasional ini dapat membangun kesadaran yang kuat terhadap pengentasan kemiskinan dengan memastikan bahwa petani kelapa menjadi bagian dalam upaya penting meningkatkan kesejahteraan petani kecil serta pengentasan kemiskinan melalui identiflkasi faktor-faktor penghambat pelaksanaan perkebunan kelapa berkelanjutan.

"Perwakilan negara-negara berkembang tersebut, berlatar belakang akademisi dan periset/peneliti di bidang pertanian kelapa dan produk-produk kelapa serta turunannya, kelompok tani, pemerhati pertanian kelapa serta pelaku industri perkebunan kelapa dan sektor swasta di bidang produk-produk kelapa," imbuhnya.(rif)

Penulis: Marsudi Yudi


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Program Asuransi KKP Bantu Pengusaha Kecil Perikanan
Ekonomi
Program asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan berskala kecil merupakan kebijakan tegas untuk membantu pengusaha kecil sektor...
PLN Dapat Fasilitas Kredit dari KfW Jerman
Ekonomi
PT PLN (Persero) dan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) Development Bank dari Jerman menandatangani perjanjian fasilitas kred...
​BPH Migas Ingin Perbaiki Pengelolaan Migas Nasioal
Ekonomi
Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Hari Pratoyo mengatakan, bahwa pihaknya ingin memperbaiki pengelol...
​Gempa di Selatan Jawa Tak Ganggu Suplai BBM & LPG
Ekonomi
Pasca terjadinya gempa di selatan pulau Jawayang terasa di beberapa kota Jawa Barat, Pertamina memastikan penyaluran BBM dan LP...
​Jaga Harga Garam, CIPS: Pemerintah Harus Impor
Ekonomi
Kepala Bagian Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Hizkia Respatiadi mengatakan, produksi garam nasional bel...
​Selama Nataru, Citilink Tambah 280 Ekstra Flight
Ekonomi
Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia akan menyiapkan sedikitnya 50.400 kursi tambahan (extra seat) atau sebanyak 28...
BNP2TKI Sebut Remitansi TKI Turun 4 Persen
Ekonomi
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengatakan jumlah remitansi hin...
Jelang Natal, Pertamina MOR VII Tambah Stok LPG
Ekonomi
Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII M Roby Hervindo mengungkapkan, pihaknya akan menyiapkan penambahan stok Elpij...
​BBPKH Beri Pelatihan Gangguan Reproduksi Hewan
Ekonomi
Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, memberikan pelatihan magang tentang gangguan reproduksi hewan ternak ke...