Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

PLN Nyalakan Listrik 24 Jam untuk 24 Desa di Riau

16 Mei 2018, 9.16.46

PLN Nyalakan Listrik 24 Jam untuk 24 Desa di Riau

Jakarta, sentananews.com

General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Irwansyah mengungkapkan, hingga Mei 2018 PLN telah melistriki 1.672 desa dari 1.835 desa yang ada di Provinsi Riau.

"Dengan tambahan 24 desa lagi maka saat ini di Kepulauan Riau sudah ada 1.672 desa yang teraliri listrik. Dan angka ini serta merta menjadikan rasio desa berlistrik menjadi 91,1%," kata Irwansyah dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sentananews.com di Jakarta, Rabu (16/5).

Seperti diketahui, sebanyak 24 desa di Provinsi Riau saat ini dapat menikmati listrik 24 jam penuh dari PLN. Hal ini terwujud setelah PLN membangun infrastruktur listrik yang menelan biaya sebesar Rp 45 miliar.

Menurut Irwansyah, banyak tantangan yang dihadapi PLN dalam upayanya melistrik desa-desa di Riau, seperti yang terjadi di Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti.

"Tempat peresmian ini (Desa Teluk Tuasan) saja sudah susah dicapai. Hanya dapat diakses lewat kapal motor selama 2 jam dari Tembilahan, ibukota Kabupaten Indragiri Hilir dan tidak bisa diakses mengunakan kendaraan roda empat," ungkapnya.

"Hampir semua sisa desa yang belum berlistrik terkendala pada pengiriman peralatan listrik karena harus melalui sungai dan anak-anak sungai. Bahkan untuk sampai ke jalan-jalan desa petugas harus gotong royong dengan warga memikul tiang-tiang listrik serta material listrik utama, hal ini dikarenakan akses jalan untuk dilewati kendaraan pengangkut material distribusi utama tidak memadai," tutup Irwansyah.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi mengatakan, kondisi listrik di desa-desa tersebut sebelumnya hanya menyala 12 jam saja, itupun dikelola secara mandiri oleh warga.

"Patut disyukuri karena saat ini ke 24 desa dapat menikmati listrik selama 24 jam dan pengelolaannya langsung oleh PLN," ucap Ahmad Hijazi saat peresmian penyalaan listrik desa yang dipusatkan di Desa Teluk Tuasan, kecamatan Gaung Anak Serka, Indragiri Hilir, Selasa (15/5).

"Kalau ada desa yang menikmati listrik masih 12 jam adalah sebatas kemampuan warga dalam membeli minyak untuk mengoperasikan mesin diesel karena masih dikelola secara kelompok di setiap desa," ujar Ahmad Hijazi.

"Sebagai perbandingan sebelum listrik PLN ini masuk, bayar listrik selama 12 jam biayanya setiap warga rata-rata Rp 750.000 setiap bulannya tetapi setelah listrik dikelola PLN dengan 24 jam nyala biayanya lebih murah, rata-rata Rp 250.000. Dengan jam nyala dua kali lipatnya, biayanya lebih murah," tambah Ahmad Hijazi.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

 Jasa Marga Tambah Lokasi Top Up Uang Elektronik dan Layanan Gerak
Ekonomi
Dalam rangka mempersiapkan sarana dan prasaranamenjelang pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018 (Idul Fitri 1439 H) sert...
 Jasa Marga Tambah Lokasi Top Up Uang Elektronik dan Layanan Gerak
Ekonomi
Dalam rangka mempersiapkan sarana dan prasaranamenjelang pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018 (Idul Fitri 1439 H) sert...
​Pertamina Lubricants Ekspor Perdana LBO via Kabil Port Batam
Ekonomi
PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola kegiatan produksi dan pengelolahan pelumas, grea...
​Pertamina: Puncak Konsumsi Avtur pada H-5 Lebaran
Ekonomi
PT. Pertamina (Persero) memproyeksikan konsumsi avtur mencapai puncaknya pada H-5 dan H+7 Idul Fitri 2018. Meski demikian, lang...
​Holding Migas, Serikat Pekerja Pertagas Tolak Akuisisi
Ekonomi
Para pekerja Pertamina Gas yang tergabung dqalam Serikat Pekerja Pertamina gas (SPPG) menolak Pertagas diakuisisi oleh PT PGN.M...
PJB Raih Excellence in Energy Management Award
Ekonomi
PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB), anak perusahaan PT PLN (persero) kembali bersinar di kancah internasional dengan meraih Aw...
Tol BORR Kedung Badak-Simpang Yasmin Segera Beroperasi
Ekonomi
Berdasarkan Sertifikat Laik Operasi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum da...
Bendungan Kuningan Mampu Tampung 25,9 Juta Meter Kubik
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, K...
Jembatan Cincin Lama​ Ditargetkan Sudah Bisa Dilalui H-10 Lebaran
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimis perbaikan Jembatan Cincin Lama yang runtuh 17 April 2018 lalu bi...