Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Pakai Gas Bumi, Industri Bisa Hemat Hingga 40 Persen

11 Nov. 2017, 23.53.21

Pakai Gas Bumi, Industri Bisa Hemat Hingga 40 Persen

Bogor, sentananews.com

Division Head of Corporate Communication PGN, Desy Anggia menegaskan, pihaknya konsisten untuk berperan serta mewujudkan kemajuan ekonomi nasional. Salah satu caranya dengan memastikan industri dalam negeri merasakan manfaat dari gas bumi sebagai energi baik.

"Dengan beralih ke gas bumi PGN, industri dapat menekan biaya produksinya hingga 40 persen dari penghematan konsumsi bahan bakar," katanya dalam acara Media Gathering PGN 2017 di Highland Park, Bogor, Sabtu (11/11).

Menurut Desy, industri adalah salah satu kontributor untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Agar industri terutama yang kecil dan menengah memiliki daya saing, industri dituntut salah satunya untuk bisa efisien dalam pemakaian bahan bakar di setiap kegiatan produksinya.

Tak heran industri dalam negeri semakin banyak beralih ke bahan bakar gas bumi. Sebab gas bumi memiliki banyak manfaat, selain bersih, aman, dan efisien, ketersediaannya juga terjamin. "Bagi industri kepastian pasokan energi itu salah satu hal paling penting," kata Desy.

Contohnya PT Fajar Surya Tridasa di Bekasi. Pabrik kertas yang terkemuka di Indonesia ini memilih beralih dari bahan bakar liquefied petroleum gas (LPG) ke gas bumi PGN pada pertengahan tahun lalu karena harganya lebih murah."Dengan beralih ke gas bumi PGN, produsen kertas ini bisa efisien sekitar 40% dibanding sebelumnya menggunakan LPG," kata Desy.

Keuntungan lain menggunakan gas bumi PGN, menurut Desy, adalah adanya beragam penyaluran gas. Tidak lagi terbatas pada penyaluran melalui pipa saja, melainkan pemanfaatan gas dengan metode lain seperti CNG (Compressed Natural Gas).

"Pelaku industri menengah dan menengah ke bawah seperti restoran dan hotel tetap bisa menikmati gas meskipun tidak ada sambungan ke jaringan pipa gas karena ada dalam bentuk CNG yang diantar ke pelanggan dengan kendaraan khusus," kata dia.

Bukan itu saja, PGN juga memperluas manfaat gas dengan menyasar penyaluran gas untuk UMKM dengan konsep food truck. Food Truck ini dilengkapi dengan pengering, kompor, pendingin ruangan, dan generator listrik yang berbahan bakar gas bumi.

Pemanfaatan gas bumi dalam bentuk CNG juga disalurkan untuk transportasi atau disebut GasKu. Program ini merupakan layanan penyaluran gas bumi untuk transportasi dengan menggunakan converter kit.

"Ini semua upaya kami untuk mengoptimalkan program Smart Energy yakni bagaimana mengelola dan memanfaatkan energi secara efektif dan efisien," tutup Desy.

Smart Energy merupakan salah satu program dari tema besar layanan PGN yaitu PGN 360 degree Integrated Solution. Tema besar layanan PGN ini mengusung konsep pemberian solusi terintegrasi untuk memberikan layanan yang menyeluruhdan mengerti Pelanggan, dengan segala keunikan dan kemampuan PGN.

Dalam PGN 360 Degree Integrated Solution, PGN memberikan layanan penggunaan gas bumi dari hulu hingga hilir. Seperti, menyediakan gas bumi melalui anak usaha Saka Energi, menyediakan gas bumi dalam bentuk gas alam cair (LNG), CNG sampai melalui jaringan pipa gas bumi yang tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi.

Saat ini PGN telah memasok lebih dari 1.658 industri besar dan pembangkit listrik, lebih dari 1.984 pelanggan komersial, dan 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN sendiri. Konsumen PGN tersebut tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong Papua.

PGN juga terus mengerjakan pembangunan proyek infrastruktur, diantaranya Distribusi Dumai, Transmisi Duri – Dumai, pengembangan jaringan Gresik-Lamongan-Tuban, pengembangan jaringan di Pasuruan, pengembangan jaringan Senayan City-Pondok Indah Mall, kawasan industri di Bekasi dan Tangerang.

PGN akan tetap agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Saat ini infrastruktur pipa gas yang dibangun dan dioperasikan PGN mencapai lebih dari 7.450 km atau setara dengan 80% pipa gas bumi hilir nasional.

Pemulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

BPJSTK dan BPJS Kesehatan Perluas Kepesertaan
Ekonomi
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis mengatakan, pentingnya sinergi antar lembaga dengan berbagai pihak, sa...
Citilink Layani Rute Jakarta-Banyuwangi
Ekonomi
Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengapresiasi maskapai enerbangan Citilink yang membuka penerbangan langsung Jakarta-B...
PGN Gandeng BUMD Papua Bangun Infrastruktur Gas
Ekonomi
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus berkomitmen mengembangkan infrastrutkur dan pemanfaatan gas bumi di berbagai...
BPK Diminta Audit Soal Penambahan Direktorat di Pertamina
Ekonomi
Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Noviandri memaparkan, penerbitan SK 039/MBU/02/2018 Tentang Pember...
Pertamina: Tren Penggunaan BBM Khusus Terus Meningkat
Ekonomi
Tren masyarakat menggunakan jenis bahan bakar minyak (BBM) Khusus seperti Pertalita, Pertamax hingga Pertamina Dex dari waktu k...
Kementerian PUPR Bangun Dermaga TNI AL Tawiri Ambon
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu penyelesaian pembangunan Dermaga TNI Angkatan Laut yang ter...
RI-Jepang Kerjasama Teknologi Dam Upgrade dan Terowongan
Ekonomi
Kerjasama antara Indonesia – Jepang di bidang infrastruktur terus berkembang. Pengalaman panjang Pemerintah Jepang di bidang te...
PHE Targetkan Produksi Minyak 2018 Capai 70.407 Bph
Ekonomi
Presiden Direktur PT Pertamina Hulu Energi R Gunung Sardjono Hadi mengungkapkan, produksi minyak dan gas PT Pertamina Hulu Ener...
BTN Kejar Pengumpulan Dana Hingga Rp 18 T
Ekonomi
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 18 triliun selama 2018 yang rencananya akan dihimpun...