Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Pembangunan Jalur Ganda KA Sukabumi Telan Rp 1,1 T

7 Nov. 2017, 23.56.54

Pembangunan Jalur Ganda KA Sukabumi Telan Rp 1,1 T

​Sukabumi, sentananews.com

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dana yang dibutuhkan untuk membangun jalur ganda kereta api yang menghubungkan Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung diperkirakan Rp 1,1 triliun.

"Untuk sementara dana yang telah disiapkan untuk pembangunan jalur ganda kereta api tersebut Rp 200 miliar yang bersumber dari APBN," katanya di sela-sela acara Dialog Sinergi Membangun Bangsa Merangkai Konektivitas Selatan Jawa di Gedung Juang Kota Sukabumi, Selasa (07/11).

Maka dari itu, anggaran sebesar itu akan digunakan secara bertahap sementara untuk proses pembangunannya akan dilaksanakan awal 2018 dan saat ini pihaknya sudah mulai melakukan pengecekan ke lokasi pembangunan di wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Untuk tahap awal pembangunan jalur ganda ini akan difokuskan pada jalur kereta apir Sukabumi-Bogor, kemudian dilanjutkan Sukabumi-Cianjur dan terakhir Cianjur-Bandung.

Pihaknya menargetkan progam pembangunan jalur ganda kereta api ini bisa selesai pada 2019 sehingga pada tahun itu bisa dioperasionalkan untuk membantu warga yang ingin bepergian sekaligus bisa mengangkut barang khususnya pangan ke berbagai daerah.

"Dengan adanya fasilitas jalur ganda kereta api ini juga turut membantu meningkatkan arus wisatawan untuk datang ke Sukabumi," tambahnya.

Budi mengatakan Presiden RI Joko Widodo sangat memperhatikan pembangunan di wilayah Jabar selatan khususnya Kota dan Kabupaten Sukabumi yang mempunyai potensi pariwisata, perdagangan, properti dan pangan.

Sehingga dengan semakin meningkatnya kualitas dan pelayanan di bidang insfrastruktur transportasi maka sudah pasti ekonomi di daerah ikut meningkat.

Tapi, ia mengingatkan kepada warga Sukabumi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya agar mampu bersaing dan mempunyai jiwa kompetensi.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Tingkatkan Produktivitas Lahan Pertanian Lewat Inovasi Teknologi
Ekonomi
Seiring dengan bertambahnya pembangunan proyek perumahan, lahan pertanian di Indonesia semakin menyusut. Hal ini berdampak pada...
​IRESS: Holding BUMN Tabrak Empat Aturan
Ekonomi
Pengamat Kebijakan Energi dan Pertambangan dari Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengkritisi mekanisme pemb...
Stabilitas Bahan Pokok Jelang Natal Dijamin Aman
Ekonomi
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin pasokan dan stabilitas harga bahan pokok penting, khususnya menj...
​Ekonomi RI Tidak Cukup Hanya Tumbuh Lima Persen
Ekonomi
Ahli ekonomi yang juga mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, mengingatkan ekonomi Indonesia tidak cukup jika hanya tumbuh stag...
​Arcandra: Soal Blok Mahakam Kita Serahkan ke Pertamina
Ekonomi
Blok Mahakam masih tetap jadi incaran perusahaan migas asing. Bahkan. Menurut Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mine...
Soal Evaluasi Kontrak PPA, Kepercayaan Investor Bisa Hilang
Ekonomi
Wakil Bendahara Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta (APLSI) Rizka Armadhana mengatakan, evaluasi kontrak yang sudah menandata...
Ekspor Batubara, ICW: Ada Indikasi Kerugian Negara Rp 365,3 T
Ekonomi
Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan indikasi kerugian negara terkait dengan dugaan ekspor batubara yang tidak dilaporkan...
Evaluasi Kontrak PPA Akan Timbulkan Masalah Baru
Ekonomi
Kebijakan pemerintah yang meminta PT PLN (Persero) untuk meninjau ulang seluruh kontrak yang sudah menandatangani kontrak jual ...
​Wartawan Daerah Dominasi Juara di AJP 2017
Ekonomi
Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2017 menjadi ajang pembuktian kemampuan memproduksi karya jurnalistik, kini telah merata d...