Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Pemerintah Targetkan 4000 Sambungan Listrik di Kab.Bekasi

30 Jan. 2019, 23.08.50

​Pemerintah Targetkan 4000 Sambungan Listrik di Kab.Bekasi

Jakarta, sentananews.com

Pemerintah menargetkan bisa memasang 4.000 sambungan listrik di Kabupaten Bekasi, dari 309 yang tersambung saat ini.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau pelaksanaan Program Penyambungan Listrik Gratis, di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/1/2019).

Menurut Presiden, program ini tepat sasaran sebagaimana terlihat dari rumah penerima bisa penerima sambungan listrik gratis. "Tepat sasaran. Ini kalau sambungan-sambungan listrik semuanya sudah diberikan seperti ini, saya kira masyarakat lebih produktif. Anak-anak kita juga kalau malam hari bisa belajar dengan tenang," kata Presiden seperti dikutip laman resmi Setkab, di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Presiden menambahkan, terkait pelaksanaan program penyambungan listrik tersebut, ia mengakui jika saat ini program tersebut baru berkonsentrasi di Jawa Barat. Namun Presiden memastikan, bahwa program tersebut akan bergerak, menggeser ke Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).

Program Penyambungan Listrik Gratis itu, menurut Presiden, sudah dilaksanakan sejak tahun lalu, karena pemerintah melihat banyak yang membutuhkan. "Bisa membayar bulanannya, tapi untuk sambungan yang satu juta lebih itu nggak bisa, nggak kuat bayar sehingga mereka nggak memiliki sambungan langsung, meteran langsung," tandasnya.

Sambungan listrik gratis merupakan program sinergi BUMN yang berkelanjutan dan telah dilakukan sejak pertengahan tahun 2018. Sinergi dari 34 BUMN ini telah berhasil memberikan sambungan listrik gratis untuk 100.970 rumah warga di Jawa Barat.

Untuk 2019 sambungan listrik gratis juga dilakukan di bekasi. Dimulai sejak pertengahan januari, PT PLN (Persero) bersama enam BUMN Karya telah berhasil merealisasikan sebanyak 317 sambungan listrik gratis di Kabupaten dan Kota Kabupaten.

Berdasarkan data PLN Kabupaten/Kota Bekasi terdapat sekitar 11.000 Kepala Keluarga (KK) belum mendapatkan fasilitas sambungan listrik secara langsung dari PLN. Targetnya sambungan listrik gratis tersebut dapat selesai pada Maret 2019.

309 Rumah

Sementara itu senyum mengembang di wajah Saiful, setelah sekian lama dirinya hanya bisa menyantol atau sambung listrik tetangga, kini dirinya bisa memiliki sambungan listrik sendiri.

"Saya senang sekali akhirnya bisa punya listrik sendiri, sudah tidak nyantol lagi dan tidak takut jeglek, sekarang sudah tidak was-was lagi pake peralatan elektronik," ungkap Saiful usai mendapatkan bantuan listrik gratis pemerintah melalui program Sinergi BUMN.

Saiful adalah satu dari 309 warga di kabupaten Bekasi yang mendapatkan bantuan sambung listrik gratis dari sinergi BUMN yang diinisiasi oleh 34 BUMN.

Untuk saat ini ratio elektrifikasi Kabupaten Bekasi sudah mencapai hampir 100% tapi masih ada 11.000 kepala keluarga memperoleh listriknya dari rumah tetangga (nyantol/levering). Karena mereka tidak mampu membayarkan biaya penyambungan listrik sebesar 1 juta rupiah.

"Untuk itu melalui program Pemerintah ini kami harapkan bisa membantu warga yang sebelumnya nyantol sehingga bisa mendapatkan sambungan listrik secara langsung," ungkap Direktur PLN Sofyan Basir.

Pemasangan listrik gratis ini tentunya meringankan warga yang sebelumnya ketika masih nyantol mereka harus membayar 40 ribu – 50 ribu untuk 3 bola lampu saja, tapi sekarang dengan pasang listrik sendiri warga cukup membayar 20 ribu – 30 ribu untuk lampu dan peralatan listrik lainnya tanpa takut jeglek (putus listrik)

Program ini merupakan program nasional seluruh Indonesia. Di wilayah jawa Barat sudah tersambung 105.000 rumah. Dari target 235.000 ribu rumah.Secara nasional sebanyak 1.2 juta kepala keluarga akan memperoleh sambungan listrik gratis secara bertahap.

Editor: Syarif Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Tanggap Darurat, Pertamina Aktifkan Pangkalan Minyak Tanah
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku - Papua kembali menggelar pelayanan pangkalan tanggap darurat min...
​BPJS Ketenagakerjaan Akui Belum Optimal
Ekonomi
EKSISTENSI Jaminan Sosial atau Jamsos yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) dinilai ...
​M.Abrar Ali Jadi Ketua Umum SP PLN 2019-202
Ekonomi
Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Serikat Pekerja (SP) PLN, yang dihadiri 59 DPD SP PLN seluruh Indonesia menetapkan Mu...
​Komitmen Pemerintah Lindungi Hak Konsumen Diragukan
Ekonomi
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meragukan komitmen pemerintah untuk melindungi hak-hak konsumen. Keraguan ini didasar...
​Langkah Polisi Tangkap Pembajak Mobil Tanki Diapresiasi
Ekonomi
Langkah cepat yang dilakukan pihak kepolisian dengan menangkap para pelaku pembajakan dua mobil tangki milik Pertamina yang dih...
​Menperin Berupaya Ciptakan Iklim Investasi Kondusif
Ekonomi
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini pemerintah berupaya membuat kebijakan strategis unt...
​Pertamina, RNI dan PTPN III Bersinergi Kembangkan Energi Terbarukan
Ekonomi
Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina, RNI dan PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerjasama penyed...
​Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggelar pangan murah dan Solar Non Subsidi dengan harga khusus pada acara bertajuk BUMN Berbagi dalam ...
​Presiden Berharap Pengguna Kendaraan Beralih ke MRT
Ekonomi
Presiden Joko Widodo berharap keberadaan kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membuat masyarakat pengguna kendaraan pribadi ...