Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Pengusaha Ogah Bangun SPBU di Pelosok

20 Agu 2015, 18.27.00

​Pengusaha Ogah Bangun SPBU di Pelosok

Foto Ilustrasi

Jakarta, sentananews.com

Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga kini diakui masih belum merata ke seluruh daerah di Indonesia. Di pelosok, masih jarang ditemukan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk pengendara kendaraan.

Direktur BBM BPH Migas Hendy Ahmad mengungkapkan salah satu faktor minimnya SPBU di daerah pelosok lantaran prospek yang ditawarkan kurang menguntungkan bagi para pengusaha.

Jika dibangun di kota besar, SPBU sudah mempunyai pasar, hal tersebut berbanding terbalik jika SPBU dibangun di daerah pelosok. "Bangun SPBU di daerah marginnya sangat kecil. Jadi investor memilih bangun di kota besar," ungkap Hendry dalam diskusi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (20/8).

"Itu marginnya cuma Rp 240 per liter di luar Jawa, tapi investasi bangun SPBU sampai Rp 10-15 miliar. Mending taruh uang di sektor lain," tambahnya.

Menurut Hendry, tidak meratanya pembangunan SPBU tersebut yang menyebabkan penjual eceran BBM seperti Pertamini bermunculan. "Pertamini ini tidak disalahkan 100 persen. Itu salah pemerintah karena kan harus sampaikan BBM ke pelosok dan ke pulau-pulau, tapi karena ini skala bisnis tinggi dan marginnya tidak menarik jadi penyaluran BBM tidak merata ke seluruh wilayah," paparnya.

Namun Hendry mengakui, tak sedikit penjual BBM eceran seperti Pertamini acap kali ditertibkan petugas lantaran tak mengantongi izin penyaluran. Hal itu, tambah Hendry, bisa diantisipasi dengan dikeluarkannya izin sub penyalur BBM oleh pemerintah.

"Nah kalau ada bisnis Pertamini banyak ditangkap-tangkapin, itu bisa diakalin dengan izin sub penyalur BBM, tapi harga ditetapkan oleh pemerintah daerah," pungkasnya.

Penulis : Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

April 2018 Tol Belmera Tersambung Tol Medan-Kualanamu
Ekonomi
Konstruksi Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) seksi 1 (Tanjung Morawa-Parbarakan) sepanjang 10,75 km ditargetkan se...
​Program Padat Karya Tunai Irigasi di Tasikmalaya Dimulai
Ekonomi
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur ...
Pemerintah Harus Hati-hati Tunjuk Direktur Pemasaran Pertamina
Ekonomi
Informasi tentang akan digantinya Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina yang konon katanya dari kalangan eksternal Pertamina b...
Bendungan Leuwikeris Optimalkan Pengelolaan Sungai Citanduy
Ekonomi
Pembangunan Bendungan Leuwikeris yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bertujuan untuk mengatasi kekur...
​Akhir 2018, Jalan Paralel Perbatasan di Kalbar Tembus 805 Km
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin da...
​Presiden Kunjungi Program Padat Karya Irigasi di Tegal
Ekonomi
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pelaksanaan peke...
Progres Pembangunan PLTB Sidrap Capai 90%
Ekonomi
Progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap kapasitas 75 MW yang terletak di Kecamatan Watang Pulu Kabupat...
​Kementerian PUPR Bangun 5 Bendungan di Jabar
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menargetkan pembangunan 65 b...
​Renovasi Stadion Kebanggan GBK 100 Persen Kelar
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGB...