Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Perbanyak SPLU, PLN Gandeng Perusahaan Jerman

14 Nov. 2018, 20.27.32

Perbanyak SPLU, PLN Gandeng Perusahaan Jerman

Jakarta, sentananews.com

PT PLN (Persero) menggandeng Produsen Mobil asal Jerman, BMW untuk membangun SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum). SPLU merupakan tempat pengisian bahan bakar untuk kendaraan yang menggunakan energi listrik.

Menurut General Manager PLN Disjaya M.Ikhsan Asaad, saat ini PLN telah bekerja sama dengan BMW untuk membangun SPLU. Melalui kerja sama itu, PLN bertujuan untuk membuat SPLU lebih banyak lagi.

"Kita develop bersama BMW juga, ke depan kita akan bikin lagi seperti itu lebih banyak," kata Ikhsan dalam even Indonesia Best Electricity Asward (IBEA) di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (14/11).

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya telah memiliki sebanyak 1.700 SPLU di seluruh wilayah Indonesia. Nantinya, PLN juga akan memasang SPLU ini di rest area jalan tol.

"Sekarang 1700, kita juga lagi inisiasi fast charging nanti sesuai dengan kebutuhan misalkan di kota nanti kalau memang ternyata populasinya bertambah misalnya kendaraan listrik, bus listrik bertambah, kita juga akan pasang di rest area di tol misalkan Jakarta, Cipularang, Cikampek, nanti kita lihat," paparnya.

Masih menurut Ikhsan, saat ini realisasi pemanfaatan SPLU masih lebih kepada unit kegiatan masyarakat (UKM) guna mempermudah mereka dalam mendapatkan listrik.

"Sekarang masih diperuntukkan untuk pedagang-pedagang kaki lima dan UMKM supaya mereka lebih mudah mendapatkan listrik, nggak nyantol-nyantol lagi," tukasnya.

Ikhsan menambahkan, sejatinya pembangunan SPLU tak terlalu sulit. Hanya saja, dalam membangun SPLU harus melihat kebutuhan dari penggunanya sendiri. Sementara untuk biaya investasi dalam membangun satu SPLU ialah Rp 40 juta.

"Sebenarnya membuat SPLU itu gampang, tinggal demand-nya saja, kebutuhannya seperti apa. Untuk charging station standar Rp 40 juta lah, tapi kalau yang fast charging, lebih mahal, nanti juga kita akan kembangkan dengan baterainya di sana," pungkasnya.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Kegembiraan Baru Pelintas Pansela
Ekonomi
RABU pagi 13 Februari 2019. Di ruang kerjanya, Ir. Akhmad Cahyadi, M.Eng.Sc., Kepala Balai Besar Pelaksnaan Jalan Nasional (BBP...
Pertamina: Stok LPG 3Kg di Garut Aman
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat memastikan stok LPG 3kg di wilayah Kabupaten Garut, Jaw...
Edukasi Masyarakat, Rumah Zakat Akan Gelar Sosialisasi
Ekonomi
Minimnya pengetahuan tentang wakaf di masyarakat yang hanya mengenal wakaf dalam bentuk harta tidak bergerak, berupa wakaf tana...
​Murni B to B, Bisnis Avtur Tidak Seperti Jualan BBM Bersubsidi
Ekonomi
Pengamat Kebijakan Enegy, Sofyano Zakaria mengatakan, harga avtur yang diterapkan PT Pertamina (Persero) saat ini sangat kompet...
​IRESS Minta Pemerintah Bentuk Minerba Fund
Ekonomi
Pengamat Energi, Marwan Batubara, menyatakan dana minerba atau dana migas dapat diimplementasikan dengan menyisihkan dana dari ...
​Energy Watch Apresiasi Pertamina Sesuaikan Harga BBM
Ekonomi
Energy Watch mengapresiasi PT Pertamina (Persero) yang terhitung mulai Minggu (10/02/2019) pukul 00.00 waktu setempat melakukan...
Pertamina Kembali Menyesuaikan Harga BBM
Ekonomi
Terhitung mulai 10 Februari 2019 pukul 00.00 waktu setempat, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan b...
ALFI Desak Pemerintah Bentuk Dewan Penerbangan
Ekonomi
Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) meminta Pemerintah membentuk kembali Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional ...
Biaya Bagasi dan Tiket Pesawat Mahal Gerus Jumlah Wisatawan
Ekonomi
Kebijakan maskapai mengenakan bagasi berbayar dan adanya kenaikan harga tiket pesawat, bakal berdampak signifikan pada sektor p...