Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Pertamina Ajak Jurnalis Indonesia "Move On"

9 Feb. 2019, 18.05.48

Pertamina Ajak Jurnalis Indonesia "Move On"

Jakarta, sentananews.com

PT Pertamina (Persero) mengajak jurnalis Indonesia untuk "Move On" dengan meluncurkan "Move On" sebagai tema utama pada ajang bergengsi para insan media di tanah air, Anugerah Jurnalis Pertamina (AJP) 2019.

Media Communication Manager Pertamina, Arya Dwi Paramita menyatakan, untuk mengapresiasi insan media tanah air, Pertamina meluncurkan tema AJP 2019 tepat pada Hari Pers Nasional, 9 Februari 2019.

Menurut Arya, tema Move On dipilih sejalan dengan langkah besar Pertamina yang dilakukan di 2019, menuju pengelolaan energi yang memenuhi ketersediaan (availability), keterjangkauan (accessibility), daya beli (affordibility), ramah lingkungan (acceptability), dan keberlanjutan (sustainability).

"Pertamina sebagai BUMN migas, telah move on dalam menjalankan bisnisnya baik di sektor hulu, pengolahan maupun hilir. Berbagai program besar inilah, harapannya bisa ditangkap media menjadi tema tulisan sepanjang 2019, sehingga publik mengetahui perubahan besar atau inovasi yang sedang terjadi di Pertamina," ujar Arya dalam keterngan resminya yang diterima Sentananews.com di Jakarta, Sabtu (09/2/2019).

Ia mengungkapkan, di sektor Hulu Pertamina telah move on dengan metode dan teknologi pengeboran yang tidak biasa, hingga pendekatan teknologi pengurasan minyak tahap lanjut. "Penerapan teknologi laut dalam dan penerapan teknologi terkini di dunia migas yakni Enhanced Oil Recovery (EOR) yang telah dijalankan Pertamina, terbukti mampu meningkatkan produksi migas, meskipun lapangan migas sudah mature," paparnya.

"Pada 2018 produksi minyak dan gas Pertamina dalam negeri tercatat mencapai 768 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) atau 42 persen lebih tinggi dibandingkan realisasi produksi migas pada 2017 sebesar 542 MBOEPD," tegas Arya.

Sementara di sektor Pengolahan, kata dia, Pertamina juga telah move on dengan memulai sejarah baru dalam pengolahan energi dari energi fosil menuju green energy.

Menurut dia, Pertamina menjadi perusahaan migas pertama di Indonesia yang telah berhasil mengembangkan green refinery. "Di kilang Plaju, Sumatera Selatan Pertamina telah berhasil melakukan co processing RBDPO (minyak sawit) dengan Crude Oil, yang menghasilkan green fuel lebih ramah lingkungan sebanyak 405 ribu barel per bulan setara 64.500 kilo liter per bulan, serta menghasilkan produksi elpiji ramah lingkungan sebanyak 11.000 ton per bulan," jelas Arya.

Lebih jauh ia mengatakan, Pertamina juga telah menjalin kesepakatan dengan ENI, perusahaan migas asal Italia yang merupakan pelopor transformasi green refinery di dunia, untuk mengembangkan Green Refinery dalam skala nasional pada kilang-kilang Pertamina sehingga akan menghasilkan biofuel, bio LPG dan bio avtur.

"Saat ini kita juga sedang memperkuat kemampuan produksi kilang yang ada melalui program Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Root Refinery (GRR) yang diharapkan pada tahun 2026 Pertamina bisa memiliki kilang dengan total kapasitas 2 juta barel per hari atau dua kali lipat dari kapasaitas saat ini," ungkapnya.

"Dengan demikian dapat mengurangi impor produk BBM. Kilang tersebut akan menghasilkan bahan bakar standar EURO V dan terintegrasi dengan kilang Petrokimia," tambah Arya.

Tak ketinggalan di sektor hilir, lanjut Arya, Pertamina juga terus melakukan sejumlah program besar seperti BBM Satu Harga dengan sasaran daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di wilayah Indonesia.

Menurut dia, hingga awal tahun 2019, Pertamina telah membangun 124 titik BBM Satu Harga dan ditargetkan tahun ini bisa mencapai 150 titik BBM Satu Harga. "Pertamina akan terus mengalirkan energi ke seluruh pelosok negeri, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Inilah perjuangan Pertamina untuk keadilan energi," ujar Arya.

Masih menurut Arya, tahun 2019 juga menjadi momen penting bagi Pertamina karena untuk pertama kalinya seluruh SPBU akan dilakukan digitalisasi. Sesuai RKAP 2019, yang akan dilakuan secara masif dengan nama Pertamina GO Digital.

"Targetnya akan dilakukan instalasi sistem instrumentasi pengukuran stok di tanki timbun dan sales di setiap nozzle/SPBU sebanyak 5.518 SPBU mencakup 77.000 nozzle," tukasnya.

"Digitalisasi SPBU telah dilakukan ujicoba pada tahun 2018 di 10 SPBU yang berlokasi di Jakarta dan Jalur Tol Pantura serta Tol Cipali. Pada saat yang sama, Pertamina juga telah melakukan digital payment pada 200 lebih SPBU melalui kerjasama Telkomsel Tcash," tutup Arya.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Tanggap Darurat, Pertamina Aktifkan Pangkalan Minyak Tanah
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku - Papua kembali menggelar pelayanan pangkalan tanggap darurat min...
​BPJS Ketenagakerjaan Akui Belum Optimal
Ekonomi
EKSISTENSI Jaminan Sosial atau Jamsos yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) dinilai ...
​M.Abrar Ali Jadi Ketua Umum SP PLN 2019-202
Ekonomi
Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Serikat Pekerja (SP) PLN, yang dihadiri 59 DPD SP PLN seluruh Indonesia menetapkan Mu...
​Komitmen Pemerintah Lindungi Hak Konsumen Diragukan
Ekonomi
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meragukan komitmen pemerintah untuk melindungi hak-hak konsumen. Keraguan ini didasar...
​Langkah Polisi Tangkap Pembajak Mobil Tanki Diapresiasi
Ekonomi
Langkah cepat yang dilakukan pihak kepolisian dengan menangkap para pelaku pembajakan dua mobil tangki milik Pertamina yang dih...
​Menperin Berupaya Ciptakan Iklim Investasi Kondusif
Ekonomi
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini pemerintah berupaya membuat kebijakan strategis unt...
​Pertamina, RNI dan PTPN III Bersinergi Kembangkan Energi Terbarukan
Ekonomi
Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina, RNI dan PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerjasama penyed...
​Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggelar pangan murah dan Solar Non Subsidi dengan harga khusus pada acara bertajuk BUMN Berbagi dalam ...
​Presiden Berharap Pengguna Kendaraan Beralih ke MRT
Ekonomi
Presiden Joko Widodo berharap keberadaan kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membuat masyarakat pengguna kendaraan pribadi ...