Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Pertamina Kembangkan Biodiesel Standard Euro 5

26 Jan. 2015, 16.24.15

Pertamina Kembangkan Biodiesel Standard Euro 5

foto ilustrasi

Jakarta, sentananews.com, Vice President Research and Development Direktorat Pengolahan Pertamina Eko Wahyu Laksmono mengatakan, untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil, pihaknya tengah mengembangkan beberapa jenis bahan bakar alternatif.

Menurut Eko, saat ini Pertamina mengembangkan tiga jenis bahan bakar alternatif sebagai substitusi Solar. Ketiga jenis bahan bakar tersebut yaitu Bio-Diesel Euro 5,Algae to Oil, dan Diesel Emulsion.

"Kami sedang melakukan pengembangan bahan bakar alternatif yang masih dalam tahap uji coba yang diharapkan nanti bisa menekan konsumsi BBM khususnya Solar," kata Eko di Jakarta, Senin (26/14).

Dari tiga jenis yang diteliti, kata Eko, dua diantaranya berbasis energi baru dan terbarukan yang potensinya di Indonesia sangat besar untuk dikembangkan. "Bio-Diesel yang comply terhadap standard Euro 5 diperoleh dari proses kimiawi dengan bahan baku 100% palm oil dengan katalis Hydrotreated Bio-Diesel yang dihasilkan oleh tim R&D Pertamina. Proses uji coba co processing palm oil telah dilakukan di Kilang Dumai pada 2014," paparnya.

Sedangkan untuk algae to oil, Eko mengatakan Indonesia yang negaranya berada di iklim tropis sangat cocok apabila ingin mengembangkan lebih serius Bio-Diesel berbasis algae. "Algae dapat diproses menjadi Bio-Diesel dengan standard Euro 4- Euro 5," ucapnya.

Sementara itu, Diesel Emulsion dihasilkan dari komposisi Diesel, air, dan surfaktan. Ketepatan formula dan pilihan surfaktan menjadi kunci dari terbentuknya emulsi yang sempurna antara Diesel dan air. "Diesel Emulsion ini telah kami uji coba pada kendaraan bermotor roda 4 dengan hasil yang cukup memuaskan," pungkasnya.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Hingga 2050 Indonesia Belum Perlu Bangun PLTN
Ekonomi
Penggunaan nuklir sebagai energi primer Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dinilai belum menjadi prioritas. Banyak pertimb...
Pembangunan Bendungan Sidan, Tiga Dihaji, dan Bener Dimulai
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan 65 bendungan yang terdiri dari 16 bendungan lanj...
​Operator Lokal di 14 SPBU di Sulteng Kembali Bekerja
Ekonomi
Memasuki minggu ketiga pasca bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah, PT Pertamina (Pers...
YLKI Minta Rencana Pembelian Properti di Meikarta Ditunda
Ekonomi
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)) mendesak managemen Meikarta untuk segera menjelaskan pada publik terkait keberlanjut...
Kasus BUMN GDE, Batalkan Putusan MA yang Rugikan Rakyat
Ekonomi
Direktur Eksekutif IRESS menuntut agar pemerintah dan DPR segera turun tangan menolong BUMN Geo Dipa Energi (GDE) dan menyelama...
Tanggulangi Permasalahan Sampah DKI, PLN Gandeng BSI
Ekonomi
Sebagai wujud kontribusi terhadap program pemerintah terhadap penanggulangan permasalahan sampah, PT PLN (Persero) resmi mengga...
Kementerian PUPR Dukung Pemanfaatan Baja Nasional
Ekonomi
Pembangunan infrastruktur yang masif turut menggerakan sektor industri material konstruksi produksi dalam negeri, seperti beton...
Fasilitas Ramah Disabilitas di Ruang Publik Perlu Terus Ditingkatkan
Ekonomi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekreta...
​Ditahan Imbang Hongkong, Indonesia Gagal Hat-trick
Ekonomi
Timnas Indonesia mendapat perlawanan sengit selama menjamu Hong Kong pada laga uji coba yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukt...