Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Pertamina Kenalkan Gerakan Sadar Subsidi ke Ibu-ibu Anti Pelakor

8 Nov. 2018, 22.29.42

​Pertamina Kenalkan Gerakan Sadar Subsidi ke Ibu-ibu Anti Pelakor

Jakarta, sentananews.com

Dukung pemerintah dalam upaya penyaluran LPG tepat sasaran, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan melaksanakan serangkaian program sosialiasi. Kali ini di hadapan 180 Ibu-ibu peserta seminar "Smart Woman" yang diselenggarakan oleh Smart FM Balikpapan yang mengusung tema "Pelakor Semakin Ngetrend: Bagaimana Wanita Smart Menyikapinya" di di Ballroom Swiss Bell Hotel Balikpapan, Kamis (08/11)

Region Manager Communication & CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha dalam keterangan persnya yang diterima Sentananews.com di Jakarta, kamis (08/11) menyatakan, kegiatan sosialisasi ini sudah menjadi agenda rutin guna semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya Ibu Rumah Tangga dalam memilih jenis LPG yang tepat.

Apalagi kata dia, sesuai Peraturan Presiden No. 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG 3 Kg telah diatur secara jelas peruntukan produk LPG 3 Kg sebagai barang subsidi yang selayaknya menjadi acuan bagi masyarakat.

"Sesuai dengan judul acara ini yaitu Seminar Smart Woman, Ibu-ibu jaman now juga harus smart dalam memilih jenis LPG. Jangan sampai dalam kegiatan masak-memasak sehari-hari atau bahkan operasional usaha, ibu-ibu kelas menengah ke atas malah mengambil jatah LPG orang miskin," ujarnya.

Lebih lanjut Yudi menjelaskan, berdasarkan Peraturan Presiden tersebut yang juga diperkuat oleh UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil & Menengah dan Peraturan Menteri ESDM No.26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG, sudah jelas dinyatakan bahwa hanya masyarakat miskin dan usaha mikro yang berhak menggunakan LPG 3 Kg atau yang juga populer dengan sebutan gas melon.

"Sayangnya, fakta di lapangan masih menunjukan adanya pengguna LPG yang masih belum menyadari pentingnya memilih produk LPG sesuai peruntukannya," ujarnya.

Sebagai contoh, kata dia, di Kota Balikpapan pada medio 2018 telah dilaksanakan kegiatan sidak bersama dengan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan ke lokasi usaha yang berhasil menemukan pengusaha kuliner kelas menengah yang menimbun lebih dari 60 tabung LPG 3 Kg yang seharusnya menghiasi dapur masyarakat miskin ataupun gerobak-gerobak pengusaha mikro. "Namun dengan program komunikasi yang dilaksanakan, penggunaan LPG 3 Kg yang tidak tepat sasaran dapat semakin ditekan," ucapnya.

"Hal ini ditunjukan oleh angka konsumsi LPG Non Subsidi berbagai ukuran di Provinsi Kalimantan Timur pada bulan Oktober 2018 sejumlah 228.614 tabung atau meningkat 25 % dari realisasi bulan-bulan sebelumnya," tambah dia.

Sementara Station Manager Smart FM Balikpapan Maya Rafina menyatakan, diangkatnya Pelakor sebagai tema seminar bukan tanpa alasan. Pasalnya, wanita jaman sekarang adalah wanita yang smart khususnya dalam menghadapi dinamika kehidupan.

"Dengan menghadirkan Dr. Tutut Handayani, M.Psi sebagai pembicara diharapkan para peserta dapat mengetahui cara menyikapi Fenomena wanita idaman lain dalam rumah tangga atau yang sekarang lebih akrab dengan sebutan Perebut Laki Orang atau Pelakor ini," paparnya.

Menanggapi pemiliah tema tersebut, Yudi berpendapat Pelakor merupakan fenomena yang cukup meresahkan karena mengambil hal yang bukan menjadi hak nya. Jika disambungkan dengan penggunaan LPG, kenyataan di lapangan pun juga masih menunjukan adanya ibu-ibu kelas menengah bahkan atas yang masih menggunakan LPG subsidi.

"Sama halnya dengan Pelakor yang mengambil hak rumah tangga orang lain, ibu-ibu mampu yang masih pakai LPG 3 Kg pun telah mengambil hak orang miskin. Hal ini harus diluruskan agar Pelakor Miskin alias Pengambil LPG Hak Orang Miskin dapat beralih ke LPG non subsidi," pungkas Yudi.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

YBM PLN Bagikan 7.300 Paket Sembako untuk Dhuafa di Jabodetabek
Ekonomi
Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN sebagai lembaga zakat berbasis BUMN terus menebar manfaat untuk masyarakat kurang mampu di seluru...
Revisi PP No.23/2010 Berpotensi Rugikan Negara Ratusan Triliun
Ekonomi
Direktur Eksekutif IRESS, Marwan Batubara yakin, rencana revisi PP No.23/2010 sarat dengan prilaku moral hazard dan dugaan KKN ...
Mimpi Budi,Tol Sumo Landscape Jatim
Ekonomi
Di saat Tol Surabaya–Mojokerto (Sumo) memasuki zona hitam. Jawa Timur membutuhkan Budi Pramono untuk menyelesaikan. Tol Sumo ba...
Pasokan Solar Subsidi di Batam Sesuai Kebutuhan
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I memastikan bahwa penyaluran Solar Subsidi di area Batam, Kepulauan Riau ses...
Pemerintah Harus Pastikan Target Produksi Beras Tercapai
Ekonomi
Pemerintah harus memastikan target produksi beras pada November dan Desember 2018 tercapai agar tidak terjadi gejolak harga pan...
​Pertamina MOR I Raih Penghargaan dari Kantor Pelayanan Pajak
Ekonomi
PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mendapatkan penghargaan dari Kantor Pelayanan Pajak Madya atas partisipasi Pert...
​Jonan Canangkan SPBU Berfasilitas Fast Charging
Ekonomi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mencanangkan rencana SPBU berfasilitas isi daya mobil listrik (fas...
Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai, 2019 Politeknik PUPR Dibuka
Ekonomi
Pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia (SDM) Indonesia menjadi fokus Pemerintah pada tahun 2019, termasuk SDM bidang konstru...
Kementerian PUPR Selesaikan Rusun Keempat di Unismuh Makassar
Ekonomi
Selama empat tahun (2015-2018), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sebanyak 44.893 unit satuan Ru...