Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Pertamina Minta Pangkalan Utamakan Konsumen Akhir

25 Juli 2017, 15.01.18

​Pertamina Minta Pangkalan Utamakan Konsumen Akhir

Jakarta, Sentananews.com

Marketing Operation Region (MOR) III Jawa Bagian Barat PT Pertamina (Persero) menegaskan, bahwa kerjasama agen, pangkalan dan Hiswana Migas akan memperlancar diatribusi elpiji 3kg hingga ke konsumen akhir dan pengecer yang terdaftar di pangkalan.

"Pangkalan harus mengutamakan penjualan langsung pada konsumen akhir dan pengecer yang terdaftar di pangkalan, sehingga pengecer bisa menjuala dalam harga yang wajar," kata Area Manager Communication and Relations MOR III JBB, Yudy Nugraha kepada Sentana di Jakarta, Senin (24/7).

Menurutnya, untuk HET di pangkalan saat ini mencapai Rp 16.000 per tabung sementara untuk tingkat pengecer mencapai Rp 18.000 - Rp 19.000 per tabung. "Untuk pengecer kita saranankan di tingkat kewajaran. Dan harga Rp 18.000 atau Rp 19.000 per tabung sudah cukup wajar," tukasnya.

Yudy juga memastikan bahwa di wilayah MOR III JBB tetutama di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) tidak ada pangkalan yang menjual elpiji 3 kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)

Hal ini disampaikan Yudi menjawab pertanyaan Sentana terkait pemberitaan mengenai HET elpiji 3 kg di Jabodetabek. Menurut dia, pihaknya telah melakukan tinjauan langsung ke lapangan dan tidak ditemukan adanya pangkalan yang menjual di atas HET.

Namun, kata Yudi, apabila ditemukan bukti ada agen atau pangkalan yang melakukan penjualan di atas HET atau mempermainkan penyaluran gas LPG 3 kg, maka Pertamina akan segera memberikan sanksi tegas. Sanksi yang diberikan dapat dimulai teguran, pengurangan alokasi hingga dihentikan pasokan gasnya. "Agar harga lebih pasti, kami imbau masyarakat untuk membeli LPG 3kg di penyalur resmi," ucapnya.

Saat ini, lanjut Yudi, kondisi penyaluran elpiji di Jabodetabek mencapai 2.900 MT/hari atau sekitar 960.000 tabung/hari. Sedangkan total penyaluran elpiji 3 KG untuk wilayah MOR III (DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat) mencapai 166.878 MT/hari atau sekitar 55.600.000 tabung/hari. "Jadi kondisi pasokan aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kebutuhan Gas elpiji 3 Kg," katanya.

Elpiji 3kg ini merupakan elpiji bagi masyarakat yang kurang mampu serta usaha kecil dan menengah (UKM). Adapun bagi masyarakat yang mampu, Pertamina telah menyiapkan Bright Gas 5,5 kg dan elpiji 12 kg. Untuk skala industri tersedia elpiji 50 kg.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Industri Galangan Kapal Harus Manfaatkan Tol Laut
Ekonomi
Industri galangan kapal nasional didorong untuk memanfaatkan tol laut yang telah dibangun oleh pemerintah sebagai sebuah peluan...
Akademisi: Wacana Kartu Subsidi LPG 3 Kg Perlu Direailisasikan
Ekonomi
Dosen Ekonomi Energi dan Sumber Daya Mineral Universitas Indonesia (UI) Berly Martawardaya menilai, wacana mengenai kartu subsi...
Ironis, PPh Badan Freeport Hanya 25 Persen
Ekonomi
Pemerintah berencana menerbitkan rancangan peraturan pemerintah (RPP). Berdasarkan bocoran dalam BAB VII Pasal 14 menyebutkan, ...
Berantas Trader Gas Nakal. Kemenperin Siapkan Aturan
Ekonomi
Guna memberantas trader gas 'nakal' yang selama ini berdampak negatif terhadap pelaku industri di dalam negeri, Kementrian Peri...
2019 Sektor Pariwisata Jadi Penghasil Devisa Terbesar
Ekonomi
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019...
Harga Gas Tinggi, PT Pupuk Lakukan Efisiensi dan Penghematan
Ekonomi
Dampak dari harga gas yang masih mahal saat ini membuat dunia industri nasional berteriak dan harus melakukan efisiensi dan pen...
Puskepi: KESDM Harus Konsekuen Jalankan Formula Harga BBM
Ekonomi
Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menegaskan, formula harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetap...
Jonan Diminta Klarifikasi Metering System Gas di Pulau Sakra
Ekonomi
Sejumlah kalangan independen mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan segera mengklarifikasi dugaa...
Banyak Kebijakan Jonan Tak Bawa Kesejahteraan
Ekonomi
Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menilai, Kementerian Energi dan Sumbet Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin Ignasi...