Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Pertamina RU VI Produksi Avtur dan Pertamax Turbo Low Sulfur

25 Sep. 2018, 20.21.04

Pertamina RU VI Produksi Avtur dan Pertamax Turbo Low Sulfur

Jakarta, sentananews.com

Untuk memenuhi permintaan akan kebutuhan bahan bakar penerbangan, Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan telah mampu memproduksi Avtur.

Menurut General Manager RU VI Joko Widi Wijayanto, RU VI telah dapat memproduksi 1.500 kiloliter Avtur setiap harinya. "Produksi Avtur di RU VI Balongan merupakan salah satu breakthrough project (BTP) sebagai komitmen Pertamina dalam melayani konsumen, sebagai langkah inisiatif dalam melihat peluang untuk meningkatkan margin Perusahaan dan sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan deviden negara," kata Joko dalam keterangan resminya yang diterima Sentananews.com di Jakarta, Selasa (25/9).

Ditambahkan, untuk dapat mendukung produksi dan penyaluran avtur tahap II, RU VI melakukan beberapa investasi dan modifikasi peralatan berupa pebuatan jalur pipa avtur dari tangki ke jetty (dermaga), pemeliharaan tangki penyimpanan avtur, pembuatan fasilitas-fasilitas tambahan dalam tangki penyimpanan avtur, pembuatan fasilitas loading avtur di jetty dan perelokasian pompa avtur. "Penyaluran avtur ke wilayah Indonesia sesuai kebutuhan, dapat menggunakan moda transportasi laut (kapal tanker avtur) maupun melalui truk tangki," ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, kata dia, kebutuhan avtur nasional mencapai 14.250 kiloliter per hari. Saat ini yang dapat dipenuhi dari kilang pertamina sebesar 10.100 kiloliter per hari sehingga masih dibutuhkan impor avtur sekitar 4.150 kiloliter per hari. "Dengan potensi produksi avtur dari RU VI sebesar 1.500 kiloliter per hari akan menurunkan impor avtur sebanyak 36%," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, kebutuhan bahan bakar untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, semakin lama semakin meningkat. Termasuk dalam hal ini, kebutuhan akan bahan bakar penerbangan. Usaha penerbangan, telah menjadi salah satu pendukung utama untuk perjalanan bisnis, perjalanan wisata, dan juga perjalanan ibadah, khususnya untuk negara kepulauan seperti Indonesia.

Selain itu, Kilang Pertamina RU VI Balongan juga telah mampu memproduksi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Turbo Low Sulfur High Quality dengan standar emisi Euro IV.

"Kemampuan produksi Pertamax Turbo Low Sulfur High Quality di RU VI Balongan sebesar 60.000 barel per bulan. Saat ini, RU VI Balongan masih menjadi satu-satunya kilang Pertamina yang mampu memproduksi Pertamax Turbo yag memiliki RON 98 tersebut. Sedangkan kemampuan produksi Pertamax Low Sulfur kurang lebih 700.000 barel per bulan," papar Joko.

Seperti diketahui, produksi Pertamax Turbo dan Pertamax 92 Low Sulfur High Quality di RU VI Balongan merupakan salah satu bentuk sebagai komitmen PT Pertamina (Persero) dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar yang syarat akan nilai-nilai lingkungan hidup.

Hal ini sesuai dengan peraturan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017, tentang Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dengan kandungan sulfur maksimal 50 ppm. Aturan ini dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

PLN Terbitkan Lagi Global Bond Senilai US$ 11,5 Miliar
Ekonomi
PLN kembali berhasil menerbitkan Global Bond senilai kurang lebih US$ 1,5 miliar, yang akan digunakan untuk mendanai kebutuhan ...
PEP Agresif Tambah Cadangan Gas di Sulteng
Ekonomi
PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas berhasil men...
​Ini Enam Cara Supaya UMKM Bisa Naik Kelas
Ekonomi
Survey oleh Pro Indonesia Foundation di 30 kota menemukan bahwa 6 masalah utama UMKM untuk meningkatkan kelas bisnisnya adalah ...
​PT Pertamina EP Penuhi Target Seismik 100%
Ekonomi
PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas, ...
2018 Kementrian PUPR Bangun 134 Jembatan Gantung
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jembatan gantung untuk meningkatkan konektivitas setiap desa-d...
Rahasia Hidup Enak dan Nyaman
Ekonomi
Seiring bertambahnya tingkat ekonomi sosial, meningkat pula pola hidupnya. Manusia ingin hidupnya lebih enak dan nyaman. Salah ...
Jokowi: Stop Politik Kebohongan
Ekonomi
Presiden Joko Widodo meminta para politikus menghentikan politik kebohongan. Hal ini disampaikan Jokowi saat berpidato di punca...
Proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa NTB Terus Berjalan
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap terus menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi bangun...
KPUPR Raih Sertifikat Akreditasi Lembaga Diklat dari LAN
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan sertifikasi akreditasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN...