Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​PHE 100 Persen Kelola Wilayah Kerja Jambi Merang

9 Feb. 2019, 19.59.23

​PHE 100 Persen Kelola Wilayah Kerja Jambi Merang

Jakarta, sentananews.com

Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi alih kelola 100% Wilayah Kerja Jambi Merang dari Joint Operating Body Pertamina – Talisman Jambi Merang (JOB PTJM), 9 Februari 2019.

Direktur Utama PHE Meidawati, Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin, menghadiri Seremoni Alih Kelola Wilayah Kerja Jambi Merang yang dilaksanakan di Sungai Kenawang Gas Plant yang terletak di Desa Kali Berau, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Dalam acara ini juga hadir beberapa stakeholders di Sumatera Selatan dan sekitar wilayah operasi Jambi Merang, Jajaran Manajemen Pertamina serta Manajemen JOB Pertamina Talisman Jambi Merang.

Seremoni Alih Kelola ditandai dengan penyerahan dokumen alih kelola dan penyerahan simbolis peta wilayah oleh Operating Committee JOB Jambi Merang kepada SKK Migas, yang kemudian diserahkan kepada Pertamina Hulu Energi.

Selain itu, alih kelola juga ditandai dengan pemakaian atribut Pertamina oleh pekerja JOB Pertamina - Talisman Jambi Merang yang kini menjadi pekerja PHE Jambi Merang.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi, Meidawati mengatakan, pengelolaan WK Jambi Merang di bawah Pertamina Hulu Energi adalah amanah dari Pemerintah yang harus dilaksanakan. Ia optimistis dengan sumber daya manusia yang dimiliki Pertamina dan dukungan para stakeholders, pengelolaan WK Jambi Merang ini akan berdampak positif untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Sementara itu dalam sambutannya, Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin mengatakan bahwa pengelolaan WK Jambi Merang oleh Pertamina dapat berlangsung secara berkelanjutan dalam rangka mendukung pencapaian target produksi migas nasional. "Di samping itu, potensi pengembangan WK Jambi Merang cukup menjanjikan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi industri dan masyarakat

Sekitar," kata Jaffee pada kesempatan itu sebagaimana keterangan pers yang diterima dari Humas PHE di Jakarta, Sabtu (09/2/2019).

Untuk memastikan kelancaran alih kelola pasca-terminasi, Tim Alih Kelola WK Jambi Merang Pertamina Hulu Energi melakukan persiapan Alih Kelola untuk memastikan operasi aset wilayah kerja berjalan lancar terkait aspek Sumber Daya Manusia, Finansial, Operation maupun HSSE.

Selama rentang waktu empat tahun, di 2014 produksi gas WK Jambi Merang mencapai 100% dari target dan terus berlanjut sampai 2017. Sedangkan di tahun 2018, 101% target terlampaui dengan lifting untuk kondensat sebesar 4.191,87 BCPD dan gas sebesar 88,49 MMSCFD.

Hal ini menunjukkan komitmen WK Jambi Merang dalam mendukung peningkatan produksi nasional dengan melaksanakan teknik peningkatan produksi dengan hasil yang baik.

Proses Alih Kelola sendiri dimulai sejak April 2017 lalu, saat Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan Kontrak Kerja Sama WK Jambi Merang berakhir pada tanggal 9 Februari 2019.

Di kontrak sebelumnya, Pertamina Hulu Energi memiliki hak kelola 50%, Talisman Energy (sekarang Repsol) 25% dan sisanya Pacific Oil & Gas (Jambi Merang) Limited. Adapun, operatornya adalah Badan Usaha Bersama (Joint Operating Body/JOB) Pertamina - Talisman Jambi Merang.

Di Bulan Mei 2018, Pemerintah secara resmi menugaskan PT. Pertamina Hulu Energi sebagai pengelola Wilayah Kerja Jambi Merang pasca berakhirnya kontrak di tanggal 09 Februari 2019.

PHE Jambi Merang yang akan meneruskan pengelolaan WK Jambi Merang mendapat kepercayaan yang tinggi dalam pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) yang diharapkan akan dapat meningkatkan kegiatan eksplorasi di dalam wilayah kerja Jambi Merang maupun di open area yang bertujuan untuk menemukan cadangan-cadangan baru di area frontier yang selama ini kurang tersentuh kegiatan eksplorasi.

Dengan alih kelola ini, maka terhitung 10 Februari 2019 hingga 9 Februari 2039 WK Jambi Merang dioperasikan menggunakan skema gross split. Pertamina mendapatkan bagi hasil (split) untuk minyak sebesar 43% dan pemerintah mendapatkan 57%. Sementara untuk gas, Pertamina memperoleh split 48% dan pemerintah mendapatkan 52%.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Tanggap Darurat, Pertamina Aktifkan Pangkalan Minyak Tanah
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku - Papua kembali menggelar pelayanan pangkalan tanggap darurat min...
​BPJS Ketenagakerjaan Akui Belum Optimal
Ekonomi
EKSISTENSI Jaminan Sosial atau Jamsos yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) dinilai ...
​M.Abrar Ali Jadi Ketua Umum SP PLN 2019-202
Ekonomi
Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Serikat Pekerja (SP) PLN, yang dihadiri 59 DPD SP PLN seluruh Indonesia menetapkan Mu...
​Komitmen Pemerintah Lindungi Hak Konsumen Diragukan
Ekonomi
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meragukan komitmen pemerintah untuk melindungi hak-hak konsumen. Keraguan ini didasar...
​Langkah Polisi Tangkap Pembajak Mobil Tanki Diapresiasi
Ekonomi
Langkah cepat yang dilakukan pihak kepolisian dengan menangkap para pelaku pembajakan dua mobil tangki milik Pertamina yang dih...
​Menperin Berupaya Ciptakan Iklim Investasi Kondusif
Ekonomi
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini pemerintah berupaya membuat kebijakan strategis unt...
​Pertamina, RNI dan PTPN III Bersinergi Kembangkan Energi Terbarukan
Ekonomi
Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina, RNI dan PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerjasama penyed...
​Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggelar pangan murah dan Solar Non Subsidi dengan harga khusus pada acara bertajuk BUMN Berbagi dalam ...
​Presiden Berharap Pengguna Kendaraan Beralih ke MRT
Ekonomi
Presiden Joko Widodo berharap keberadaan kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membuat masyarakat pengguna kendaraan pribadi ...