Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

PHE Targetkan Produksi Minyak 2018 Capai 70.407 Bph

13 Feb. 2018, 20.39.17

PHE Targetkan Produksi Minyak 2018 Capai 70.407 Bph

Jakarta, sentananews.com Presiden Direktur PT Pertamina Hulu Energi R Gunung Sardjono Hadi mengungkapkan, produksi minyak dan gas PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sepanjang lima tahun terakhir terus menunjukkan tren peningkatan.

Menurut dia, untuk tahun ini, PHE memproyeksikan kenaikan produksi minyak menjadi sebesar 70.407 bph dan gas menjadi 771,07 MMSCFD. "Tahun ini kita akan lebih fokus ke minyak," katanya di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Sementara itu, sepanjang tahun 2017 PHE berhasil memproduksi minyak sebanyak 69.300 barel per hari (bph), lebih tinggi dari proyeksi yang ditetapkan sebesar 64.500 bph. Capaian produksi tersebut juga lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 62.588 bph.

Namun, untuk produksi gas, anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu minyak dan gas bumi tersebut mencatatkan produksi sebesar 723,5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau lebih rendah dari target sebesar 768,5 MMSCFD. Meski demikian, capaian itu masih lebih tinggi dibandingkan produksi gas di 2016 sebesar 722 MMSCFD. "Untuk gas, memang ada beberapa lapangan yang serapannya tidak optimal. Hal itu berpengaruh pada produksi," jelasnya.

Terkait kinerja finansial, Gunung mengatakan bahwa positifnya kinerja produksi mendorong pendapatan dan perolehan laba perusahaan. Tercatat, pendapatan usaha PHE sepanjang 2017 mencapai US$ 1,99 miliar, di atas target dalam RKAP hasil revisi tahun 2017 sebesar US$ 1,89 miliar. Realisasi pendapatan tahun 2017 juga lebih tinggi ketimbang realisasi tahun 2016 yang sebesar US$ 1,53 miliar.

Naiknya pendapatan mendorong perolehan laba bersih sepanjang tahun 2017 menjadi sebesar USD259,88 juta, naik 36% jika dibandingkan laba tahun 2016 yang sebesar US$ 191 juta. "Itu berkat kerja keras untuk meningkatkan produksi dan juga cost efficiency yang kita lakukan," tuturnya.

Sementara, untuk tahun 2018, PHE memproyeksikan pendapatan usaha sebesar US$ 1,97 miliar. Adapun laba bersih tahun ini diproyeksikan sebesar US$ 211,2 juta.

Gunung menambahkan, pihaknya tetap agresif dalam upaya meningkatkan cadangan maupun produksi. Dia menjelaskan, anggaran biaya operasi (ABO) dan anggaran biaya investasi (ABI) perseroan tahun lalu juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2017, tercatat ABO PHE mencapai US$ 858,29 juta, naik dibandingkan 2016 sebesar US$ 649,58 juta.

Adapun ABI tahun 2017 tercatat sebesar US$ 488,11 juta, lebih tinggi dibandingkan ABI 2016 yang mencapai US$ 300,31 juta. Sedangkan tahun ini, untuk ABO, PHE memproyeksikan sebesar US$ 1,07 miliar dan ABI sebesar US$ 53,54 juta.

Menurut Direktur Pengembangan PHE Afif Saifudin, pada intinya perusahaan terus berupaya memaksimalkan nilai aset yang dimilikinya. PHE saat ini memiliki 57 anak usaha dan mengelola 53 blok migas. Saat ini, dua anak usahanya, PHE ONWJ (Offshore North West Java) dan PHE WMO (West Madura Offshore), tercatat sebagai kontributor terbesar bagi produksi perusahaan.

Direktur Eksplorasi PHE Abdul Mutalib Masdar menambahkan, tantangan yang dihadapi perusahaan ke depan tidak mudah, mengingat banyak lapangan yang dimiliki sudah tua. "Solusinya adalah mengintensifkan eksplorasi untuk menambah cadangan, tentunya tetap selektif," ujarnya.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Meenteri Basuki: Sabtu, ​Jembatan Batang Kula Bisa Dilalui
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pemulihan lalu lintas pada ruas jalan Padang -...
​BKPM Optimis 2019 Investasi Kembali Meningkat
Ekonomi
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyakini kegiatan investasi akan kembali meningkat pada 2019, te...
KAI Pastikan Tiket Natal Tersisa 49 Persen
Ekonomi
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop I Jakarta menyatakan tiket kereta menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 sudah terjual 51 ...
KAI: Volume Angkutan Natal Diprediksi 1,2 Juta Orang
Ekonomi
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta memproyeksikan volume penumpang angkutan kereta api selama musim Natal dan Tahun B...
Menteri ESDM Pastikan Listrik Natal dan Tahun Baru Aman
Ekonomi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengunjungi PLN Area Pengatur Beban Jawa Tengah – DIY pada Kamis p...
​Pulihkan Lalin Padang-Bukittinggi, KPUPR Bangun Jembatan Sementara
Ekonomi
Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah melakukan pembangunan jembatan sementara sebagai penggant...
​420 Ribu Warga Semarang Akan Nikmati Layanan Air Bersih Perpipaan
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani meresmikan dimulainya konstruks...
​Depot Mini LPG Lombok Perkuat Ketahanan Energi Daerah
Ekonomi
Pengamat kebiajakan energi, Sofyano Zakaria menilai kehadiran Depot Mini LPG di Lombok Nusa tenggara Barat (NTB) menunjukkan ba...
​Rugikan Negara, Pemerintah Didesak Batalkan Revisi PP 23/2010
Ekonomi
Indonesian Resources Studi (IRESS) menuntut pemerintah untuk membatalkan rencana melakukan revisi keenam atas Peraturan Pemerin...