Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

PLN Bakal Pasok Listrik ke Sabah Malaysia

16 Nov. 2017, 11.09.08

PLN Bakal Pasok Listrik ke Sabah Malaysia

Jakarta, sentananews.com

Penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT PLN (Persero) yang diwakili oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Tenaga Nasional Berhad (TNB) oleh Datuk Seri Ir. Azman Mohd. selaku Presiden Direktur dan Sabah Electricity Sdn. Bhd. (SESB) oleh Tn. Hj. Ir. Abd. Razak Sallim selaku Managing Director, dilaksanakan di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Rabu (15/11) kemarin.

Kerja sama tersebut terkait pengembangan PLTU dengan kapasitas 2x200 MW di Provinsi Kalimantan Utara atau Provinsi Kalimantan Timur, jaringan interkoneksi Kalimantan-Sabah dan Penyediaan Tenaga Listrik Lintas Negara.

Menurut Sofyan Basir, hal itu menandai rencana PLN untuk memasok listrik ke Sabah, Malaysia, sampai dengan 300 MW. "Penandatanganan MoU tersebut ditujukan untuk pembangunan PLTU dan untuk memanfaatkan sumber batubara yang melimpah di Kalimantan serta mengirim tenaga listrik sampai dengan 300 MW dari Kalimantan ke Sabah dalam perspektif rencana jangka panjang pengembangan daya optimal untuk Sabah dan Kalimantan," papar Sofyan.

Selain itu, kata dia, proyek ini juga sebagai bagian dari rencana interkoneksi daya trans-Borneo yang penyaluran tenaga listriknya difasilitasi oleh jaringan interkoneksi Kalimantan-Sabah. Hal ini sesuai dengan skema Penyediaan Tenaga Listrik Lintas Negara (sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 42 tahun 2012 tentang Jual Beli Tenaga Listrik Lintas Negara, yang dimulai pada tahun 2021 atau tanggal yang ditentukan kemudian. "Proyek ini diharapkan dapat mewujudkan pembangunan proyek PLTU yang akan meningkatkan kestabilan sistem kelistrikan Kalimantan-Sabah," ucapnya.

"Ini merupakan langkah sangat strategik dan bagian dari ASEAN Grid, khususnya Kalimantan ke Sabah. Kalimantan ada banyak sumber daya energi yang dapat dimanfaatkan. Semoga MoU ini menjadi awal dan terus berlanjut bagi Indonesia-Malaysia serta dapat memberikan benefit bagi TNB, SESB dan PLN. Proyek ini jika dilihat secara cermat mendatangkan keuntungan secara bisnis. Mudah-mudahan dalam waktu yang cepat bisa kita sepakati langkah-langkahnya," tambah Sofyan Basir.

Sementara Presiden Direktur TNB Datuk Seri Ir. Azman Mohd mengatakan, kerjasama antara dua negara ini bermula dari pertemuan BIMP-EAGA pada tanggal 26 Juli 2017 di Bintulu, Sarawak tentang program Asian Grid, khususnya rencana Kalimantan-Sabah Cross Border Interconnection.

"Kerjasama ini adalah proyek bersejarah. Kita sama-sama berdoa agar proyek ini dpt direalisasikan. Proyek ini menyatukan hubungan Indonesia-Malaysia dan membuka peluang kerjasama antara kedua negara," katanya.

Nantinya, lanjut dia, PLN, TNB & SESB akan bekerjasama dan berkolaborasi untuk melakukan studi kelayakan pelaksanaan proyek, diantaranya studi sistem, teknologi, tambang batubara, model bisnis, isu lintas negara, dan lainnya. "Setelah studi kelayakan proyek dilakukan dan proyek dinyatakan layak, maka kerjasama ini akan ditingkatkan dalam bentuk Definitive Agreement (PPA atau PEA atau model kontrak yang lain)," pungkasnya.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

BPPSDMP: Ini Dua Hal Penting dalam Perencanaan dan Penganggaran
Ekonomi
Sekretaris Kepala Badan Penyuluhan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Surachman Su...
 Regulasi Tak Konsisten, Pembangkit EBT Banyak Mangkrak
Ekonomi
Inkonsistensi regulasi dalam sektor ketenagalistrikan berdampak kepada banyaknya pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) ya...
​PLN Operasikan PLTD 6x200 kW di Pulau Selat Nasik
Ekonomi
PLN nyalakan listrik 24 jam di Pulau Selat Nasik Belitung dengan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) kapasit...
​Program Asuransi KKP Bantu Pengusaha Kecil Perikanan
Ekonomi
Program asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan berskala kecil merupakan kebijakan tegas untuk membantu pengusaha kecil sektor...
PLN Dapat Fasilitas Kredit dari KfW Jerman
Ekonomi
PT PLN (Persero) dan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) Development Bank dari Jerman menandatangani perjanjian fasilitas kred...
​BPH Migas Ingin Perbaiki Pengelolaan Migas Nasioal
Ekonomi
Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Hari Pratoyo mengatakan, bahwa pihaknya ingin memperbaiki pengelol...
​Gempa di Selatan Jawa Tak Ganggu Suplai BBM & LPG
Ekonomi
Pasca terjadinya gempa di selatan pulau Jawayang terasa di beberapa kota Jawa Barat, Pertamina memastikan penyaluran BBM dan LP...
​Jaga Harga Garam, CIPS: Pemerintah Harus Impor
Ekonomi
Kepala Bagian Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Hizkia Respatiadi mengatakan, produksi garam nasional bel...
​Selama Nataru, Citilink Tambah 280 Ekstra Flight
Ekonomi
Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia akan menyiapkan sedikitnya 50.400 kursi tambahan (extra seat) atau sebanyak 28...