Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​PLN Resmikan SPLU Pertama di Papua

9 Sep. 2017, 17.20.08

​PLN Resmikan SPLU Pertama di Papua

Jakarta, Sentananews.com

PT PLN (Persero) wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B) meresmikan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) pertama di Papua di Taman Lingkaran Brawijaya Merauke.

Peresmian dilakukan oleh General Manager PLN WP2B, Yohanes Sukrislismono dan disaksikan langsung oleh warga sekitar. "SPLU ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat Merauke dalam mendapatkan kemudahan mengisi listrik di tempat umum," kata Yohanes dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (09/9).

Menurut dia, hal ini merupakan langkah awal dari PLN untuk mengenalkan SPLU kepada masyarakat Papua, khususnya di Merauke sekaligus sebagai jawaban dari kebutuhan masyarakat akan kemudahan pengisian listrik di tempat umum.

"Adanya SPLU ini adalah wujud nyata kepedulian PLN terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Kita ketahui bahwa saat ini kebutuhan listrik di tempat umum meningkat seiring dengan penggunaan barang elektronik, seperti telepon genggam yang tidak dapat lepas dari kehidupan kita sehari-hari," papar Yohanis.

Dikatakan, pemilihan lokasi SPLU ini didasari dari potensi Taman Lingkaran Brawijaya yang merupakan salah satu landmark Merauke dan pusat tempat masyarakat berkumpul serta pedagang-pedagang kaki lima yang banyak berada di kawasan tersebut.

"Semoga danya inovasi dari PLN ini masyarakat dapat semakin dimudahkan dalam memenuhi kebutuhan akan listrik yang mudah. Kami juga berharap Kita dapat sama-sama menjaga fasilitas ini agar dapat terus dirasakan manfaatnya untuk seluruh masyarakat", harap Yohanes.

Selain di Taman Lingkaran Brawijaya, PLN juga meluncurkan SPLU di dua lokasi lain di Merauke, yakni di Jl. Aru dan di Jl. Ahmad Yani. Ke depannya, PLN berharap dapat menyediakan SPLU di tempat-tempat lain yang tersebar di seluruh kota di wilayah Papua dan Papua Barat sehingga manfaatnya dapat dirasakan bagi seluruh masyarakat.@

Penulis: Syarief Lussy



To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Industri Galangan Kapal Harus Manfaatkan Tol Laut
Ekonomi
Industri galangan kapal nasional didorong untuk memanfaatkan tol laut yang telah dibangun oleh pemerintah sebagai sebuah peluan...
Akademisi: Wacana Kartu Subsidi LPG 3 Kg Perlu Direailisasikan
Ekonomi
Dosen Ekonomi Energi dan Sumber Daya Mineral Universitas Indonesia (UI) Berly Martawardaya menilai, wacana mengenai kartu subsi...
Ironis, PPh Badan Freeport Hanya 25 Persen
Ekonomi
Pemerintah berencana menerbitkan rancangan peraturan pemerintah (RPP). Berdasarkan bocoran dalam BAB VII Pasal 14 menyebutkan, ...
Berantas Trader Gas Nakal. Kemenperin Siapkan Aturan
Ekonomi
Guna memberantas trader gas 'nakal' yang selama ini berdampak negatif terhadap pelaku industri di dalam negeri, Kementrian Peri...
2019 Sektor Pariwisata Jadi Penghasil Devisa Terbesar
Ekonomi
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019...
Harga Gas Tinggi, PT Pupuk Lakukan Efisiensi dan Penghematan
Ekonomi
Dampak dari harga gas yang masih mahal saat ini membuat dunia industri nasional berteriak dan harus melakukan efisiensi dan pen...
Puskepi: KESDM Harus Konsekuen Jalankan Formula Harga BBM
Ekonomi
Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menegaskan, formula harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetap...
Jonan Diminta Klarifikasi Metering System Gas di Pulau Sakra
Ekonomi
Sejumlah kalangan independen mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan segera mengklarifikasi dugaa...
Banyak Kebijakan Jonan Tak Bawa Kesejahteraan
Ekonomi
Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menilai, Kementerian Energi dan Sumbet Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin Ignasi...