Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​PLTU Jawa-7 2 x 1.000 MW Sudah Mulai Dibangun

16 Okt. 2016, 20.20.44

​PLTU Jawa-7 2 x 1.000 MW Sudah Mulai Dibangun

Jakarta, Sentananews.com

Manajer Senior Public Relations PT PLN (Persero), Agung Murdifi mengungkapkan, meskipun fase pendanaan proyek (financial close) baru selesai pada 29 September 2016, pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa-7 2 x 1.000 MW sudah dimulai sejak April 2016 lalu berupa tahap persiapan konstruksi.

Penandatangan financial close-nya sendiri, kata dia, dilakukan oleh pihak konsorsium dan China Development Bank selaku pemberi pinjaman biaya pembangunan proyek yang mencapai US$ 1,8 Miliar.

Menurut Agung, hal ini membuktikan bahwa pihak kontraktor yakni konsorsium China Shenhua Energy Company Limited dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), anak perusahaan PLN, memiliki kemampuan secara finansial dengan menggunakan modal sendiri untuk persiapan konstruksi.

"Selain itu, financial close ini dicapai delapan hari lebih cepat dari periode yang disyaratkan dalam perjanjian pembelian tenaga listrik (PPA), yaitu enam bulan. Ini baru pertama kali terjadi untuk proyek IPP yang merupakan pencapaian yang luar biasa dalam sejarah implementasi IPP di Indonesia, apalagi untuk mega proyek dengan kapasitas total sebesar 2000 MW," ungkap Agung.

Dikatakan, PLTU Jawa-7 yang berlokasi di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten merupakan bagian proyek 35.000 Megawatt (MW). Dibangun dengan skema pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) oleh konsorsium China Shenhua Energy Company Limited dengan kepemilikan saham sebesar 70 persen bersama anak perusahaan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), yakni PT PJB Investasi dengan kepemilikan saham 30 persen, yang membentuk Special Purpose Company dengan nama PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (PT SGPJB).

"Teknologi yang digunakan pada PLTU Jawa-7 adalah ultra super critical boiler sebagai teknologi baru di bidang pembangkitan yang berbahan bakar batubara kalori rendah (4.000 - 4.600 kkal/kg AR)," ujarnya.

Masih menurut Agung, jenis pembangkit ini dipilih karena memiliki efisiensi yang tinggi dan lebih ramah lingkungan. "Target Commercial Operation Date (COD) proyek ini adalah pada 2019-2020 sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025. Energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit ini akan memperkuat sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali yang akan disalurkan melalui Gardu Induk Balaraja 500 kiloVolt (kV," papar Agung.

Pihaknya berharap, kehadiran PLTU Jawa-7 diharapkan dapat memperbaiki cadangan pembangkit serta meningkatkan keandalan sistem Jawa Bali, sehingga kondisi siaga atau kritis akibat kekurangan pembangkit tidak terjadi. "Saat ini, kapasitas terpasang sistem Jawa-Bali sebesar 33.863 MW dengan daya mampu 31.614 MW dan beban puncak 24.589 MW," pungkasnya.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Tanggap Darurat, Pertamina Aktifkan Pangkalan Minyak Tanah
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku - Papua kembali menggelar pelayanan pangkalan tanggap darurat min...
​BPJS Ketenagakerjaan Akui Belum Optimal
Ekonomi
EKSISTENSI Jaminan Sosial atau Jamsos yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) dinilai ...
​M.Abrar Ali Jadi Ketua Umum SP PLN 2019-202
Ekonomi
Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Serikat Pekerja (SP) PLN, yang dihadiri 59 DPD SP PLN seluruh Indonesia menetapkan Mu...
​Komitmen Pemerintah Lindungi Hak Konsumen Diragukan
Ekonomi
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meragukan komitmen pemerintah untuk melindungi hak-hak konsumen. Keraguan ini didasar...
​Langkah Polisi Tangkap Pembajak Mobil Tanki Diapresiasi
Ekonomi
Langkah cepat yang dilakukan pihak kepolisian dengan menangkap para pelaku pembajakan dua mobil tangki milik Pertamina yang dih...
​Menperin Berupaya Ciptakan Iklim Investasi Kondusif
Ekonomi
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini pemerintah berupaya membuat kebijakan strategis unt...
​Pertamina, RNI dan PTPN III Bersinergi Kembangkan Energi Terbarukan
Ekonomi
Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina, RNI dan PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerjasama penyed...
​Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggelar pangan murah dan Solar Non Subsidi dengan harga khusus pada acara bertajuk BUMN Berbagi dalam ...
​Presiden Berharap Pengguna Kendaraan Beralih ke MRT
Ekonomi
Presiden Joko Widodo berharap keberadaan kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membuat masyarakat pengguna kendaraan pribadi ...