Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Presiden Resmikan Rusun Mahasiswa IAIN dan STKIP PGRI

5 Jan. 2019, 21.23.57

​Presiden Resmikan Rusun Mahasiswa IAIN dan STKIP PGRI

Tulungagung, Sentananews.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan sekaligus tiga Rumah Susun (Rusun) di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur yang mengambil tempat di STKIP PGRI, Jumat (4/1/2018).

Dari ketiga rusun tersebut, dua diantaranya merupakan rusun mahasiswa yakni Rusun IAIN dan STKIP PGRI Tulungagung. Sedangkan satu rusun lainnya merupakan rusunawa bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kelurahan Jepun.

Hadir mendampingi Presiden dalam penekanan tombol peresmian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Ketua STKIP PGRI Tulungagung Imam Sujono, dan Rektor IAIN Tulungagung Maftukhin.

Usai peresmian, Presiden meninjau ke dalam Rusun, melihat kondisi dan fasilitas Rusun Mahasiswa STKIP PGRI. "Saya sudah masuk ke ruangannya, saya kira kualitas pengerjaannya juga sangat bagus," ujar Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan fasilitas rusun diperlukan untuk mahasiswa sebagai bagian dari program pengembangan SDM. Dikatakan Presiden, pada tahun 2019 direncanakan pembangunan rusun sebanyak 300 tower. "Sebanyak 45 ada di Jawa Timur dan termasuk provinsi yang paling banyak akan dibangun rusun, karena disini betul-betul dimanfaatkan dan sangat dibutuhkan," ujar Presiden.

Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan rusun disamping untuk pekerja, MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), TNI/Polri, juga diperuntukkan untuk mahasiswa dan santri.

Hal ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan. "Tahun 2018 lalu ada 275 tower rusun yang dibangun, 30 persennya sekitar 100 unit merupakan rusun mahasiswa dan ponpes," kata Menteri Basuki di lokasi peresmian.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH mengatakan, rusun telah dilengkapi fasilitas listrik, air, kamar mandi luar dan meubelair seperti tempat tidur bertingkat, lemari dan meja belajar. Kedua rusun mahasiswa tersebut memiliki tipe 24 setinggi 3 lantai, dengan jumlah masing-masing sebanyak 37 unit yang dapat menampung 144 mahasiswa.

"Karena rusun ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang termasuk milenial, maka desainnya pun dibuat terlihat dinamis dengan corak warna yang tidak monoton seperti rusun pada umumnya," ujar Khalawi.

Pembangunan rusun IAIN Tulungagung dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 dengan biaya pembangunan sebesar Rp 9,47 miliar. Sementara untuk rusun STKIP dibangun dengan biaya sebesar Rp 8,35 miliar.

Herry Nurfahmi, Mahasiswa STKIP PGRI Program Studi Pendidikan Ekonomi Semester 7 yang ditemui di lokasi peresmian menyatakan sangat berterima kasih atas dibangunnya rusun tersebut. Sebab menurutnya mahasiswa tidak perlu lagi mencari kos di luar kampus. "Fasilitasnya pun sudah lengkap dengan meja belajar, tempat tidur dan lemari," ujarnya.

Sementara untuk rusun MBR Jepun, Tulungagung yang juga diresmikan Presiden Jokowi, memiliki tipe 36 setinggi 5 lantai, dengan jumlah sebanyak 70 unit. Pembangunannya dilaksanakan dan telah selesai pada tahun 2017 dengan biaya Rp 20,1 miliar. "Saat ini rusun MBR tersebut sudah terhuni selama satu tahun. Saya lihat kondisinya terawat dengan baik. Rencanannya berdasarkan usulan pemerintah daerah akan dibangun satu tower rusun MBR lagi di wilayah Jepun. Saat ini masih dalam tahap perencanaan," ujar Khalawi.

Peresmian Jembatan Ngujang II

Selain rusun, Presiden Jokowi dalam kesempatan yang sama juga meresmikan Jembatan Ngujang II Tulungagung. Jembatan ini menjadi jalur kedua untuk akses dari Tulungagung ke Kediri maupun sebaliknya, setelah Jembatan Ngujang. Jembatan sepanjang 220 meter tersebut dibangun dengan APBN TA 2018 sebesar Rp35,5 miliar .

Menteri Basuki mengatakan, Jembatan Ngujang II merupakan bagian dari Jalan Lingkar Tulungagung yang dibangun untuk mengatasi kemacetan pada jalan nasional. "Jembatan Ngunjang II akan mendukung angkutan logistik tidak lagi masuk ke dalam Kota Tulungagung tetapi lewat lingkar luar sehingga mempercepat logistik," ujarnya.

Plt. Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan kehadiran jembatan tersebut sangat membantu untuk mengurai akses kemacetan di Tulungagung. Dengan selesainya proses pembangunan, diharapkan akan memberikan kontribusi yang besar terhadap akses perekonomian masyarakat di wilayah Tulungagung, Trenggalek, Kediri maupun sekitarnya.

Turut mendampingi Menteri Basuki pada acara tersebut Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi AH, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Kepala BBPJN VIII Ketut Dharmawahana, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Editor: Luthfi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​KUTIPAN: Sulit Berharap Pejabat Mau Laporkan Harta Sendiri
Ekonomi
Direktur Eksekutif Komunitas Untuk Transparansi Informasi Publik Nasional (KUTIPAN), Aswan Bayan mengatakan, bahwa sangat sulit...
KPUPR Selesaikan Saluran Irigasi 1 Juta Ha dI Leuwigoong, Garut
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jaringan irigasi baru seluas 1 juta hektare dan ...
​Kinerja 2018 Memuaskan, PDSI Kembali Lampaui Target
Ekonomi
Meskipun harus mengawali tahun dengan permintaan menurunkan harga jasa sewa harian rig, PT Pertamina Drilling Services Indonesi...
Pemangkas Rambut Garut Mendapat Akses KPR Subsidi
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperluas jangkauan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bisa me...
Presiden Jokowi Minta Pembangunan Rusun Terus Dilanjutkan
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus membangun rumah susun (Rusun) yang diperuntukan bagi Masyarakat Be...
Cegah Garut Banjir, KPUPR Bangun Tanggul Sepanjang  5 Km
Ekonomi
Pasca banjir bandang yang terjadi di Kota dan Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 20 September 2016 lalu, Kementerian Pekerjaan Um...
Atasi Banjir, Kementerian PUPR Normalisasi Sungai di Kota Bima
Ekonomi
Guna mencegah terulangnya banjir besar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan normalisasi dan ...
Mulai Digenangi, Bendungan Mila Siap Suplai Irigasi 1.689 Ha
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia, termasuk di Kawasa...
​Pererat Persaudaraan, Kodiklatad dan Masyarakat Gelar Baksos
Ekonomi
Mempererat silaturahmi antara institusi TNI-Polri serta komunitas offroad dan masyarakat, Komandan Kodiklatad, Letjen TNI AM. P...