Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Program Padat Karya Tunai Irigasi di Tasikmalaya Dimulai

17 Jan. 2018, 17.23.10

​Program Padat Karya Tunai Irigasi di Tasikmalaya Dimulai

Jakarta, sentananews.com

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Selasa (16/1/2018) meninjau lokasi program padat karya tunai irigasi, di Desa Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kunjungan tersebut sekaligus menandai dimulainya program padat karya tunai melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di 169 lokasi yang berada di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Melalui program ini, sebanyak 160 petani yang tergabung dalam Gabungan Petani Pemakai Air di Kecamatan Cibeureum melakukan perbaikan saluran irigasi tersier. Saluran irigasi ini mendapatkan air dari Bendung Cikunteun. "Ini seminggu saja belum tapi progresnya cepat sekali," ungkap Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden menyatakan bahwa program Padat Karya Tunai ini akan menambah lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

Sementara untuk Provinsi Jawa Barat, P3-TGAI dilaksanakan di 711 lokasi di 19 kabupaten dengan nilai anggaran Rp 160 miliar yang melibatkan 15 orang per lokasi bekerja selama 2 hingga 3 bulan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Basuki mengatakan, program ini memberikan banyak manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, diantaranya semakin banyak uang beredar di masyarakat, sehingga diharapkan tingkat konsumsi, daya beli masyarakat desa semakin naik.

"Para petani yang bekerja tersebut dibayar dengan upah Rp 60 ribu per hari untuk asisten tukang dan Rp 80 ribu per hari untuk tukang, sesuai dengan standar upah di daerah tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk Tasikmalaya dan daerah Jawa Barat lainnya, upah tersebut dibayarkan setiap pekan yakni pada hari Kamis. "Di seluruh Indonesia ada 5.000 lokasi untuk P3-TGAI dengan anggaran Rp 1,12 triliun. Sekitar 15%-nya ada di Jawa Barat. Menyerap tenaga kerja sekitar 500 ribu orang, yang bekerja selama 50 hari," kata Menteri Basuki.

Dengan P3TGAI, lanjut Basuki, Pemerintah berupaya meningkatkan partisipasi petani dalam perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi para petani tersebut.

"Biasanya para petani, setelah masa tanam, pergi ke kota untuk mencari pekerjaan lain. Tapi, dengan adanya program Padat Karya ini, mereka jadi tidak perlu pergi kemana-mana. Justru mereka membangun desanya lewat pembangunan saluran irigasi tersier dan mendapatkan upah yang cukup," pasarnya.

Masing-masing lokasi akan mendapat alokasi Rp 225 juta dengan komposisi Rp 195 juta untuk pekerjaan fisik dan Rp 30 juta untuk tenaga pendamping. Tenaga pendamping yang direkrut berasal dari daerah tersebut yang salah satu tugasnya untuk membantu desain pekerjaan dan pembuatan laporan administrasi pekerjaan.

Selain P3-TGAI, program padat karya Kementerian PUPR lainnya untuk mendukung ketahanan pangan nasional yakni operasi dan pemeliharaan irigasi. Total anggarannya sebesar Rp 1,6 triliun dimana alokasi belanja upah Rp 664,2 miliar dengan 4.754 kegiatan dan menyerap tenaga kerja 53.136 orang.

Turut mendampingi Menteri Basuki adalah Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen SDA Agung Djuhartono, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Atyanto Busono, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Danang Baskoro dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Penulis: Lutfhi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​PGN Sesalkan Kecelakaan Kerja di Proyek Pipa Gas Duri - Dumai
Ekonomi
Kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek pembangunan pipa gas transmisi Dumai-Duri yang merupakan kerja sama BUMN antara PGN d...
​Integrasi PGN-Pertagas Untuk Optimalisasi Holding Migas
Ekonomi
Sebagai kelanjutan dari pembentukan Holding BUMN Migas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas) akan...
​Pertamina EP Resmi Kelola Lapangan Unitisasi Sukowati
Ekonomi
Manager Operasi Wilayah 1 SKK Migas Imam Purwanto mengatakan, lapangan Sukowati yang sebelumnya dioperatori oleh JOB PPEJ (Join...
​Pertamina Resmi Operasikan WK Ogan Komering
Ekonomi
Alih kelola Wilayah Kerja (WK) Ogan Komering ke Pertamina sebagai tindak lanjut dari penandatangan kontrak Production Sharing C...
Ditunggu, Suport Kemenhub Untuk Jalan Nasional Morotai
Ekonomi
Ini bukan harapan berlebihan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Morotai. Sebab, pembangunan infrastruktur jalan nasional Pulau ...
Pekerjaan Perbaikan Jalan Dihentikan H-10 hingga H+10 Lebaran
Ekonomi
Kesiapan infrastruktur jalan baik jalan tol dan non tol dalam menghadapi arus mudik tahun 2018 lebih baik dari tahun 2017. Ting...
Kembangkan Pariwisata Danau Toba Harus Didukung SDM Kuat
Ekonomi
Ketua Umum Hukum Seknas Jokowi, Sandi Ebenezer Situngkir, S.H, M.H mengatakan pembangunan pariwisata Danau Toba, khususnya di k...
Calon Komisioner dan Deputi BP Tapera Segera Diusulkan ke Presiden
Ekonomi
Komite Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) akan segera menetapkan calon komisioner dan calon deputi komisioner Badan Pengelola (...
​Terbesar, Sektor Manufaktur Setor Pajak Rp 103 T
Ekonomi
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar dalam penerim...