Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Puskepi: Eceran BBM Harus Penuhi Ketentuan UU

13 Agu 2017, 20.58.51

Puskepi: Eceran BBM Harus Penuhi Ketentuan UU

Jakarta, Sentananews.com

Pengamat kebijakan energi nasional, Sofyano Zakaria menegaskan, bahwa eceran bahan bakar minyak (BBM) harus memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam UU Migas, UU Lingkungan Hidup dan UU Metrologi Legal. yang dalam hal ini harus memiliki Dokumen UKL/UPL dan juga alat takar atau alat ukur BBM, sehingga BBM yang dijual bisa ditera dan ditera ulang oleh pihak Metrologi yang mengacu kepada UU Metrologi Legal.

Menurut Sofyano, keberadaan Pertamini yang tanpa izin pihak berwenang juga bertentangan dengan ketiga Undang-undang di atas. Untuk itu pihaknya mendukung adanya Badan Usaha Pemegang Izin Niaga Umum (BU-PIUNU) yang akan berbisnis eceran BBM non subsidi menggantikan keberadaan eceran BBM tanpa izin tersebut

"Saya mendukung rencana perusahaan swasta yang berbadan hukum BUPIUNU masuk dalam bisnis eceran BBM, tetapi kios BBM yang merupakan outletnya harus memenuhi ketentuan perundang-undangan yang ada. Tidak ada pengecualian terhadap hal ini walaupun badan usaha itu bermitra dengan usaha kecil sekalipun," tegas Sofyano.

Hal ini, kata dia, penting karena konsumen harus dilindungi, misalnya kwalitas BBM yang dijual eceran harus terjamin mutunya sesuai ketentuan pemerintah dalam hal ini pihak Kementerian ESDM. "Takaran BBM-nya pun harus terjamin sesuai jumlah yang dibeli konsumen, dan untuk ini alat takar atau alat ukurnya harus lolos uji tera dan tera ulang berkala pihak metrologi" paparnya.

"Adanya perbedaan harga antara BBM bersubsidi dengan BBM non subsidi, juga bisa membuat BBM non subsidi yang dijual eceran pada kios BBM rentan dioplos, misalnya dengan BBM jenis premium yang merupakan BBM bersubsidi," tambah Sofyano.

Masih menurut Direktur Eksekutif Puskepi (Pusat Studi Kebijakan Publik) ini, bisnis eceran BBM yang dilakukan dalam moda kios BBM seperti Pertamini, juga rentan terhadap keamanan lingkungan. "Karena BBM tergolong barang berbahaya yang mudah terbakar atau dibakar, jadi hal ini harus menjadi perhatian pemerintah. Selain itu keakuratan takaran dan kwalitas juga perlu pengawasan yang rutin dan ketat mengingat omzet pada kios BBM eceran tidak sebanyak pada SPBU," tukasnya.

Terhadap Rentannya hal tersebut, pihaknya tidak mendukung jika bisnis eceran BBM ditangani oleh BUMN Pertamina dan atau anak perusahaannya. "Imaje Pertamina dan anak perusahaannya bisa tercemar jika ikut langsung berbisnis eceran BBM. Pertamina sebaiknya cukup menjadi pemasok BBMnya ke BUPIUNU saja tanpa perlu terlibat dalam pengelolaan bisnis tersebut," tutup Sofyano.@

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pertamina: BBM Berkualitas Tinggi Terus Meningkat
Ekonomi
Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) berkualitas tinggi semakin melaju seiring kesadaran konsumen terhadap komoditas tersebut yang...
​Larang PNS dan Usaha Kecil Gunakan Elpiji 3Kg
Ekonomi
Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria menegaskan, bahwa beban subsidi elpiji 3 kg akan men...
​SP PLN : Jangan Impor LNG dari Singapura
Ekonomi
Serikat Pekerja (SP) PLN meminta Pemerintah mempertimbangkan untuk tidak mengimpor LNG dari Singapura sebagaimana yang dibahas ...
​PGN Bagi-bagi Ratusan Konverter Kit Gratis di Lampung
Ekonomi
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) membagai secara gratis 116 konverter kit untuk kendaraan dinas Pemerintah Lampung ...
​SKK Migas Akan Terapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Ekonomi
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) saat ini tengah dalam persiapan untuk menerap...
​PLN Disjaya Kembangkan Bank Sampah
Ekonomi
Jakarta dengan segala aktifitas penduduknya menimbulkan beberapa masalah sosial dan lingkungan, diantaranyam sampah. Untuk itu,...
EWI: Stop Pola Tender BBM Penugasan
Ekonomi
Rencana pemerintah yang akan menenderkan pengadaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) penugasan ke seluruh Indonesua merup...
PLN Jabar Intensifkan Pekerjaan dalam Keadaan Bertegangan
Ekonomi
Dalam upaya untuk melakukan pemeliharaan tanpa mengurangi kenyamanan pelanggan PLN Distribusi Jawa Barat mengintensifkan Pekerj...
PLN Tambah Pelanggan Tegangan Tinggi 30 MVA di Sistem Suselbar
Ekonomi
Direktur Bisnis Regional Sulawesi Syamsul Huda mengatakann, surplus daya listrik di Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) ...