Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Puskepi: Pemerintah Harus Turunkan Harga Jual BBM

24 Nov. 2017, 20.28.16

​Puskepi: Pemerintah Harus Turunkan Harga Jual BBM

Jakarta, Sentananews.com

DIREKTUR Eksekutif Pusat Studuli Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria meminta Pemerintah untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium setelah adanya pihak swasta yang diakui oleh Menteri ESDM ternyata bisa menjual BBM setara Premium lebih murah dari harga jual Premium yang ditetapkan Pemerintah.

"Harusnya hal ini membuat Menteri ESDM mengkoreksi turun harga jual Premium yang ditetapkan Pemerintah," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/11).

Mestinya, kata dia, ketika ada pihak swasta yang terbukti bisa menjual BBM setara Premium dengan harga dibawah harga yang ditetapkan Pemerintah, maka pihak Komisi VII DPRRI harus mempertanyakan hal ini kenapa pemerintah tidak menurunkan harga jual Premium. "DPR harus menunjukan keberpihakannya kepada rakyat dengan meminta Pemerintah segera mengkoreksi turun harga premium," tukasnya.

Menurut dia, jika ternyata Pemerintah tidak mengkoreksi turun harga jual Premium maka hal itu bisa dimaknai bahwa Pemerintah masih meragukan harga jual swasta sebagai hal yang pantas diberlakukan di seluruh wilayah NKRI.

"Menteri ESDM tidak perlu berkomentar menyoroti Pertamina yang dinilai tidak efisien dalam menjalankan bisnisnya. Yang paling penting adalah Pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM harus tegas berpihak kepada kepentingan rakyat dengan menyikapi segera menurunkan harga jual Premium dan menugaskan swasta untuk menyediakan dan mendistribusikan BBM Premium di negeri ini," tukasnya.

"Jika Menteri ESDM merasa yakin bahwa keluhan Pertamina tentang harga Premium adalah akibat ketidak efisienan BUMN tersebut dalam melakukan bisnisnya, maka harusnya Menteri ESDM seharusnya menunjuk saja pihak swasta untuk menyediakan dan mendistribusikan Premium ke seliuruh wilayah NKRI," tukasnya.

Sebelumnya, dalam acara Seminar Dewan Pengawasan BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Kamis (23/11), Menteri ESDM Ignasius Jonan menyoroti keluhan Pertamina terkait pengadaan dan penjualan BBM Premium.

Pertamina, menurut Jonan, mengeluh dalam menjual BBM Premium dan "berteriak" karena harga minyak mentah telah mulai naik. Padahal ada perusahaan baru yaitu Vivo Energy Indonesia yang juga menjual BBM dengan RON ya tidak jauh berbeda dari Premium bahkan menjual dengan harga yang lebih murah dari harga jual Pertamina, tapi mengaku masih mendapatkan keuntungan.

Seperti diketahui, harga BBM RON 88 yang ditetapkan pemerintah Rp 6.450. Namun ternyata ada perusahaan swasta buka SPBU dan menjual BBM RON 89 dengan harga Rp 6.100 per liter.

Pernyataan Menteri Jonan tersebut, ditanggapi secara berbeda oleh Sofyano. Menurt dia, tidak bijak jika membandingkan Pertamina dengan perusahaan swasta lain yang baru punya satu SPBU. Karena beban biaya Pertamina beda dengan beban biaya sebuah SPBU.

"Distribusi Pertamina itu ke seluruh pelosok tanah air. Jangan bandingkan dengan swasta yang baru punya sebuah SPBU. Pertamina juga dibebankan menjamin ketersediaan stok BBM nasional. Dan Ini memakan biaya yang sangat besar," bebernya.

Pemerintah, kata dia, harusnya menyadari bahwa harga BBM Premium itu ditetapkan sebagai BBM non subsidi, tapi masih menjadi BBM penugasan.

Jika Pemerintah sampai menugaskan Pertamina sebagai pelaksana pengadaan dan penyaluran Premium, maka bisa dipahami bahwa pemerintah tidak punya pilihan lain selain menunjuk Pertamina.

"Artinya, selama ini pasti belum ada swasta yang sanggup menjalankan penugasan BBM Premium itu. Padahal untuk BBM bersubsidi jenis solar pemerintah telah menunjuk pihak swasta dengan volume yang sangat kecil dibanding yang sanggup dilaksanakan Pertamina," pungkasnya.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​439 Karya Inovasi PLN Dilombakan dalam LIKE PLN 2018
Ekonomi
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andi N.Sommeng menyebutkan bawah memasuki era Industri 4.0 ini, semua pih...
Pertamina MOR VIII Operasikan BBM Satu Harga di 13 Titik
Ekonomi
Sampai dengan Oktober 2018, PT Pertamina (Persero) – Marketing Operation Region VIII tercatat telah mengoperasikan 13 titik BBM...
​Pertamina Luncurkan "Enduro Student Program" di Madiun
Ekonomi
Setelah meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis kemandirian ekonomi yakni Enduro Student Program (ES...
PLN Terbitkan Lagi Global Bond Senilai US$ 11,5 Miliar
Ekonomi
PLN kembali berhasil menerbitkan Global Bond senilai kurang lebih US$ 1,5 miliar, yang akan digunakan untuk mendanai kebutuhan ...
PEP Agresif Tambah Cadangan Gas di Sulteng
Ekonomi
PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas berhasil men...
​Ini Enam Cara Supaya UMKM Bisa Naik Kelas
Ekonomi
Survey oleh Pro Indonesia Foundation di 30 kota menemukan bahwa 6 masalah utama UMKM untuk meningkatkan kelas bisnisnya adalah ...
​PT Pertamina EP Penuhi Target Seismik 100%
Ekonomi
PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas, ...
2018 Kementrian PUPR Bangun 134 Jembatan Gantung
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jembatan gantung untuk meningkatkan konektivitas setiap desa-d...
Rahasia Hidup Enak dan Nyaman
Ekonomi
Seiring bertambahnya tingkat ekonomi sosial, meningkat pula pola hidupnya. Manusia ingin hidupnya lebih enak dan nyaman. Salah ...