Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Rencana Pemerintah Bangun 1.000 BLK di Ponpes Disambut Positif

22 Juli 2018, 14.44.50

​Rencana Pemerintah Bangun 1.000 BLK di Ponpes Disambut Positif

Direktur Eksekutif KUTIPAN, Aswan Bayan

Jakarta, Sentananews.com

Direktur Eksekutif Komunitas untuk Transparansi Informasi Publik Nasional (KUTIPAN) Aswan Bayan menyambut positif perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Mentri Ketenagakerjaan M.Hanif Dahiri untuk membangun 1000 balai latihan kerja (BLK) di Pondok Pesantrn tahun depan.

"MenteriKketenagakerjaan harus menangkap peluang itu kemudian merealisasikannya, tetapi tentu saja harus melalui kajian dan perencanaan yang integral komprehensif. Karena membangun 1.000 BLK dalam satu tahun tidaklah mudah," kata Aswan kepada Sentananews.com saat dimintai komentarnya 6tentang hal itu di Jakarta, Minggu (22/7).

Ia juga berharap, agar Mentri Ketenagakerjaan terbuka ke publik bahwa tahun ini ada 50 BLK sedang diusahakan di Pondok Pesantren sebagaimana pernyataan presiden sebelumnya, sehingga tidak dianggap sebagai wacana pencitraan oleh publik menjelang Pilpres 2019.

"Kita minta supaya Menteri Hanif terbuka dan mau menjelaskan lebih rinci tentang 50 BLK yang akan dibangun di sejumlah pesantren tahun ini untuk menghindari kesan atau pandangan publik bahwa itu hanya wacana untuk pencitraan menjelang Pilpres 2019," pungkasnya.

Sebelumnya, saat membuka Munas Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Jakarta, Jumat (20/7), Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa tahun ini pemerintah telah membangun 40 Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren.

Sehingga para santri dapat memanfaatkannya dan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan diri dengan ketrampilan dan keahliaan di dunia kerja dan dan dunia usaha.

Selain itu, pemerintah melalui Kementriaan Ketenagakerjaan sedang menyiapkan 50 Balai Latihan kerja (BLK) komunitas di sejumlah Pondok Pesantren .

Tidak hanya itu, untuk tahun depan Presiden juga meminta Menteri Ketenagakerjaan M.Hanif Dhakiri untuk membangun minimal 1.000 BLK di Pondok Pesantren.

Pemerintah akan memberikan bantuan berupa gedung, peralatan dan infrastruktur lainnya, sehingga diharapkan Pondok Pesantren akan maju, para santri makin maju dan Indonesia pasti akan semakin maju.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

PEP Agresif Tambah Cadangan Gas di Sulteng
Ekonomi
PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas berhasil men...
​Ini Enam Cara Supaya UMKM Bisa Naik Kelas
Ekonomi
Survey oleh Pro Indonesia Foundation di 30 kota menemukan bahwa 6 masalah utama UMKM untuk meningkatkan kelas bisnisnya adalah ...
​PT Pertamina EP Penuhi Target Seismik 100%
Ekonomi
PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas, ...
2018 Kementrian PUPR Bangun 134 Jembatan Gantung
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jembatan gantung untuk meningkatkan konektivitas setiap desa-d...
Rahasia Hidup Enak dan Nyaman
Ekonomi
Seiring bertambahnya tingkat ekonomi sosial, meningkat pula pola hidupnya. Manusia ingin hidupnya lebih enak dan nyaman. Salah ...
Jokowi: Stop Politik Kebohongan
Ekonomi
Presiden Joko Widodo meminta para politikus menghentikan politik kebohongan. Hal ini disampaikan Jokowi saat berpidato di punca...
Proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa NTB Terus Berjalan
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap terus menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi bangun...
KPUPR Raih Sertifikat Akreditasi Lembaga Diklat dari LAN
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan sertifikasi akreditasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN...
PLN Distribusi Jabar Akan Beri Sambungan Listrik Gratis
Ekonomi
PT PLN (Persero) bekerja sama dengan seluruh BUMN lainnya akan memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga di Jawa Barat, khususnya...