Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Seluruh PNS di Tolitoli Gunakan Bright Gas 5,5 Kg

18 Mei 2018, 0.03.15

​Seluruh PNS di Tolitoli Gunakan Bright Gas 5,5 Kg

Toli-toli, sentananews.com

Sebagai bentuk sinergi PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli, Bupati Tolitoli yang diwakili oleh Asisten Pemda Sekda Kabupaten Tolitoli, Adjimain mendeklarasikan dukungannya terhadap penggunaan LPG Bright Gas 5,5 Kg bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli.

Dukungan ini dicetuskan melalui Surat Edaran Bupati Tolitoli tentang Penggunaan LPG Bright Gas 5,5 Kg oleh PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tolitoli yang disampaikan di Ruang Aula Kantor Bupati Tolitoli, Senin (14/5).

Sinergi dukungan Pemda Kabupaten Tolitoli terhadap penggunaan Bright Gas bagi PNS ini ditandai dengan penyerahan simbolis tabung Bright Gas 5,5 Kg kepada perwakilan 3 (tiga) orang PNS.

Adjimain menjelaskan, Bupati Tolitoli lewat Surat Edaran menginstruksikan kepada seluruh PNS di lingkungan pemda Kabupaten Tolitoli yang menggunakan LPG 3 Kg agar segera beralih menggunakan LPG Bright Gas 5,5 Kg. "LPG 3 Kg merupakan LPG subsidi dan diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang berpenghasilan maksimal Rp 1,5 Juta per bulan. Karenanya untuk mencerminkan kemandirian daerah dan ketertiban penggunaan LPG 3 Kg, penggunaan LPG non subsidi Bright Gas dimulai dan diawali oleh PNS Pemda Kabupaten Tolitoli," ujarnya.

Sebagai dukungan bagi para PNS untuk menggunakan Bright Gas 5,5 kg, Pertamina menyediakan fasilitas bagi para PNS berupa penukaran 2 buah tabung LPG 3 kg menjadi 1 tabung Bright Gas 5,5 Kg (termasuk isi), tanpa biaya atau gratis bagi 100 pembeli pertama. Selain itu, dalam kesempatan ini, Pertamina turut mensosialisasikan penggunaan Bright Gas beserta keunggulannya termasuk langkah penggunaan LPG yang aman. "Saat ini sudah dilakukan penukaran tabung oleh PNS sejumlah 100 tabung Bright Gas," ujar Bastian Wibowo selaku Sales Executive LPG V Sulawesi Tengah.

Area Manager Communciation & CSR MOR VII M. Roby Hervindo menuturkan, sinergi bersama Pemkab Tolitoli ini bertujuan agar PNS selaku Aparatur Sipil Negara menjadi role model atau contoh teladan bagi masyarakat menengah ke atas baik dari sektor rumah tangga maupun usaha untuk beralih dari LPG subsidi 3 Kg ke produk Bright Gas 5,5 Kg. Hal ini dikarenakan peruntukkan LPG subsidi hanya ditujukan bagi masyarakat miskin atau berpenghasilan rendah.

Roby menyakini distribusi LPG 3 Kg akan semakin tepat sasaran terutama jika berkerja sama dan bersinergi dengan pemerintah daerah, salah satunya dengan penggunaan Bright Gas bagi para PNS. "Pemerintah telah mengatur kuota LPG 3 Kg yang merupakan produk bersubsidi.

Apabila masyarakat ekonomi menengah ke atas ikut menggunakan LPG 3 Kg, maka kuota yang diberikan Pemerintah akan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah dan distribusi LPG menjadi tidak tepat sasaran," jelasnya.

Jika konsumen yang mampu mulai beralih ke LPG non subsidi, tutur Roby, tentunya hal ini akan berdampak pada kecukupan kuota LPG 3 kg bagi yang berhak dan ketepatan sasaran subsidi yang pada gilirannya dapat mengurangi beban APBN. "Pertamina akan terus gencar bersinergi dan menggandeng pemerintah daerah di seluruh wilayah Sulawesi untuk membantu peningkatan penggunaan LPG non-subsidi dan pengunaan LPG subsidi tepat sasaran," ungkapnya.

Roby menambahkan, Bright Gas menawarkan berbagai kelebihan bagi konsumen yakni, regulator menggunakan katup pengaman ganda yang mengadopsi teknologi Double Spindle Valve System (DSVS) sehingga 2 kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung. Fitur keamanan diperkuat dengan adanya tambahan segel resmi Pertamina yang dilengkapi dengan hologram fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan, serta lebih nyaman dengan layanan antar ke rumah.

Di Kabupaten Tolitoli, produk Bright Gas 5,5 kg telah diluncurkan pada bulan Januari 2017 lalu dan dipasarkan dengan harga Rp 340.000,- untuk pembelian tabung perdana termasuk isi, serta Rp 80.000,- untuk harga isi ulang (refill) per tabung. Saat ini Bright Gas sudah tersedia di lembaga penyalur resmi Pertamina yakni melalui agen, pangkalan, dan SPBU di Kabupaten Tolitoli. Masyarakat juga dapat melakukan trade-in atau penukaran LPG subsidi 3 Kg ataupun LPG 12 Kg tabung biru ke Bright Gas dan memesan Bright Gas melalui layanan terpusat di Pertamina Contact Center 1 500 000.


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Cegah Kecurangan di SPBU, Pertamina Pasang Nozzle Online
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) untuk memasang teknologi digital pada 5.518 di Stasiun Pengisi...
Sistem Penyaluran Online Akan Dipasang di 5.518 SPBU Pertamina
Ekonomi
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) bersama PT Pertamina (Persero) menyepakati pemberlakuan kebijakan digitalisasi ...
Kemitraan dan Penyerapan SSDN Dihapus, Peternak Terpukul
Ekonomi
Perubahan pasal dalam Peraturan Kementerian Pertanian (Permentan) Nomor 30 Tahun 2018 tentang perubahan atas Permentan Nomor 26...
LRT Sumsel Mogok Lagi, Pemerintah Evaluasi Operasional
Ekonomi
Light Rail Transit (LRT) Sumsel kembali mengalami mogok pada Minggu (12/8). Kejadianini memaksa pemerintah melalui Direktorat J...
Kompetensi SDM Kementerian PUPR Terus Ditingkatkan
Ekonomi
Kompetensi SDM Kementerian PUPR Terus DitingkatkanPengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menjadi fokus pembangunan Pe...
Angkatan Kerja Baru Capai 3 Juta Orang per Tahun
Ekonomi
Tingginya angkatan kerja baru yang rata-rata mencapai angkat 2,5 juta – 3 juta orang per tahun serta sejumlah hal lainnya saat ...
​Penyerahan Blok Rokan ke Pertamina Jangan Sampai Masuk Angin
Ekonomi
Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) berharap, kepemilikan 100 persen Pertamina terhadap Blok Rokan pada 2021 ben...
​Kemenaker Siapkan Konsep Pembangunan 1000 BLK Komunitas
Ekonomi
Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalatas) Kementrian Ketenagakerjaan, Drs. Bambang Satrio Lelono, MA mengungkapk...
Menteri Basuki: ​Penggunaan Barang Impor Di Kementrian PUPR Minim
Ekonomi
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan porsi penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam proyek infrastruktur di ...