Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Serahkan Proses Akuisisi Pertagas ke PGN pada Mekanisme Korporat

12 Juni 2018, 13.13.28

Serahkan Proses Akuisisi Pertagas ke PGN pada Mekanisme Korporat

Jakarta, sentananews.com Pengamat Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartati menyatakan bahwa rencana Kementerian BUMNuntuk membuat holding migas dengan menggabungkan PT Pertamina Gas (Pertagas) ke PGN melalui proses akuisisi seharusnya diserahkan saja pada mekanisme korparat karena PGN sudah berada di bawah Pertamina.

Menurut Enny, persoalan yang sebenarnya yang terjadi di sektor gas itu ada dua hal. Pertama menyangkut rantai pasok yang panjang sehingga menyebabkan harga gas menjadi mahal. Kedua, terbatasnya infrastruktur gas yang dibangun. "PGN membangun masih terbatas," kata Enny dalam Media Breefing yang digear IRESS di Jakarta, Senin (11/6).

Lebih jauh Enny mengatakan, bahwa dengan adanya model akuisisi Pertagas oleh PGN ini (melalui holding BUMN migas) siapa yang bisa menjamin akan efisien. "Persoalannya ini hanya pengembangan kelembagaan, lalu apa yang diselesaikan terkait infrastruktur dan rantai pasok yang panjang itu," tandasnya.

Justru menurut Enny, yang dibutuhkan adalah bagaimana agar rantai pasok yang panjang dapat diputus. "Dan ini hanya bisa dilakukan dengan cara holding migas antara hulu ke hilir," ucapnya.

Dia menegaskan, bahwa selama ini yang terjadi akuisisi Pertagas oleh PGN hanya menyangkut aspek hilir, yaitu transmisi saja. "Yang mendapat keuntungan banyak itu justru para broker dan rent seeker saja," cetusnya.

Dalam pandangan Enny, model bisnis yang dilakukan selama ini sama saja walaupun dalam bentuk holding migas. "Kalau begitu bagaimana kita berharap harga gas industri ke depan akan bisa mencapai angka keekonomian," tanya Enny.

Karena itu, dia menyebut bahwa apa yang dilakukan pemerintah hanya kosmetik saja. "Hanya luarannya saja sedang masalah substansinya tidak diselesaikan," ujarnya.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Ditahan Imbang Hongkong, Indonesia Gagal Hat-trick
Ekonomi
Timnas Indonesia mendapat perlawanan sengit selama menjamu Hong Kong pada laga uji coba yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukt...
Agustus, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 5.410 T
Ekonomi
Bank Indonesia (BI) mencatat total utang luar negeri Indonesia hingga Agustus 2018 mencapai US$ 360,7 miliar atau sekitar Rp 5....
Pertamina MOR VIII: Pasokan LPG di Timika Aman
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation VIII memastikan pasokan gas LPG di wilayah Timika aman menyusul telah bersandarnya k...
​Lagi, Pertamina Hadirkan "Enduro Student Program" di Semarang
Ekonomi
PT Pertamina Lubricants melalui Sales Region IV, hari ini kembali meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) ung...
​Pertamina Berpeluang Besar Ambil Alih Blok Jabung
Ekonomi
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan PT Pertamina (Persero) memiliki peluang besar untuk mendapatkan Blok ...
​Ratusan Nelayan Banggai Dapat Konverter Kit
Ekonomi
Ratusan nelayan di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah menerima konverter kit BBM ke elipiji ari PT Pertamina MOR VII Sulawesi. D...
Bulan Ini, Bus Khusus Wanita Hadir di Bandara Soetta
Ekonomi
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengungkapkan, layanan moda transportasi massal menuj...
​Nicke Absen, RDP Pertamina-ESDM dengan DPR Ditunda
Ekonomi
Rapat Dengar Pendapat antara Komisi VII dengan PT Pertamina (Persero) dan Kementerian ESDM dengan salah satu agendanya membahas...
​TPA Rawa Kucing Bisa Dikembangkan Sebagai PLTSa
Ekonomi
Pengelolaan sampah yang ramah lingkungan menjadi isu dunia dengan diangkatnya Municipal Solid Waste Management sebagai tema Har...