Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Soal Kandungan Biodiesel 30%, IRESS: Boleh Asal Bisa Dipertanggungjawabkan

11 Juli 2018, 15.48.02

Soal Kandungan Biodiesel 30%, IRESS: Boleh Asal Bisa Dipertanggungjawabkan

Jakarta, sentananews.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (9/7) lalu meminta agar kandungan biodiesel di bahan bakar minyak (BBM) ditingkatkan menjadi 30 persen sebagai satu langkah menghadapi tekanan ekonomi global.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif IRESS, Marwan Batubara mengatakan, bahwa sejauh keinginan Presiden tersebut sudah diujicoba dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan maka hal itu sah-sah saja.

"Tapi saya kira jangan sekedar bicara angka sekian persen tanpa melihat secara tehnis. Sebetulnya itu bisa berdampak jika didukung dengan ujicoba yang sudah disertifikasi, " ungkapnya kepada Situsenergy.com saat ditemui di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur, Selasa.

Menurut Marwan, pihaknya pernah menggelarFocus Group Discussion (FGD) dengan berbagai stake holder diantaranya pengusaha kapal, pengusaha alat berat tambang, kemudian mesin-mesin terutama dari listrik dan sebagainya. "Tahun lalu kita pernah menggelar FGD dengan sejumlah stake holder dan ternyata dengan kapasitas atau komposisi CPO atau minyak sawit membesar bisa mengganggu operasi. Misalnya kapal nantinya bisa mengalami gangguan atau berhenti di tengah laut," ungkapnya.

"Itu artinya kita jangan cuma melihat soal komposisi energi baru terbarukan kalau tinggi itu bagus tetapi lupa untuk melihat dampak opreasional bagi pihak yang menggunakan seperti kapal termasuk kendaraan di darat," tambah Marwan.

Lebih jauh ia meminta kepada masyarakat untuk merujuk ke Dirrktorat EBTK Kementrian ESDM, terutama tentang apa yang telah mereka hasilkan selama ini. Lalu bagaimana mereka berkoordinasi dengan para pengguna termasuk juga untuk kapal-kapal TNI Angkatan Laut milik pemerintah. "Kan bisa dicek apa reaksi mereka. Tapi jangan juga mengedapankan ABS (asal bapak senang) dan tidak mau mengungkap bahwa sebetulnya mereka ada masalah. Kita mau mereka independen, karena ini menyangkut kepentingan publik maupun kepentingan ketahanan nasional," paparnya.

Saat ditanya berapa persen komposisi atau kandungan biodidesel yang paling ideal Marwan menyebut angka 20 persen. "Paling tinggi komposisi biodiesel hanya di angka 20 persen saja, kalau lebih dari itu nanti akan mengganggu operasi dari alat-alat yang menggunakan BBM tersebut," tukasnya.

Menurut Marwan, kalau untuk angka yang lebih maksimum lagi misalnya 30 persen maka perlu ada uji coba dulu dan harus ada setifikat. "Jadi tidak bisa hanya di belakang meja lalu dipaksakan. Jangan-jangan ini karena ada potensi impor dari luar atau karena adanya berbagai kebijakan yang menyebabkan produsen CPO kita kehilangan sebagian pasarnya lalu memaksa untuk digunakan di sini dengan meningkatkan kadar CPO di BBM menjadi 30 persen. Jangan seperti itu," katanya.

"Dan yang terpenting lagi pemerintah harus hadir, buktikan bahwa kajiannya itu memang tidak ada masalah tehnis operasional kemudian ada sertifikatnya. Tapi sepanjang belum ada, jangan memaksakan kehendak karena yang nanti menjadi korban adalah rakyat. Apalagi di belakang itu ada kepentingan pengusaha CPO," pungkasnya.

Penulus: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

KPUPR dan KADIN Promosi Peluang Investasi ke Pengusaha Spanyol
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berada di Madrid, Spanyol dalam rangka Business Indonesia...
Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Diresmikan, Urai Simpul Kemacetan
Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meresmikan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai di Kabupaten Badung,...
​Kontrak Wilayah Kerja Berakhir, Pekerja Terancam PHK Massal
Ekonomi
Kontrak wilayah kerja perusahaan minyak dan gas bumi EMP Malacca Straits SA (EMP MSSA) akan berakhir pada Agustus 2020 nanti.Me...
​Pertamina RU VI Balongan Standardkan HSSE Demo Room
Ekonomi
Guna meningkatkan aspek HSSE (Health Safety, Security, & Environment), Pertamina RU VI Balongan melaksanakan Go Live HSSE D...
​Harga Batu Bara Naik Dorong Realisasi PNBP
Ekonomi
Hingga akhir Agustus 2018, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 240,29 triliun atau mencapai 87,24% dari ...
Pendanaan SBSN Untuk Peningkatan Layanan Jalan Nasional
Ekonomi
Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara menjadi inovasi pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur. Pembiayaan S...
RI-Spanyol Tingkatkan Kerjasama Teknologi Keselamatan Jalan dan Jembatan
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berada di Madrid, Spanyol dalam rangka Business Indonesia...
Nelayan Sulsel dan Sumut Terima Konverter Kit LPG
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menyalurkan paket perdana konverter kit LPG untuk nelayan di Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara secara ...
​Pertamina Bagi Voucher Pertalite Untuk Pemasang MyPertamina
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR) I hari ini (21/9) bagi-bagi voucher gratis Pertalite untuk konsumen y...