Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

SP PLN: Sumber Daya Alam Harus Dikendalikan Negara

21 Feb. 2018, 19.42.52

SP PLN: Sumber Daya Alam Harus Dikendalikan Negara

Jakarta, sentananews.com

Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PLN, Jumadis Abda menegaskan, bahwa batubara adalah sumber daya alam Indonesia yang notabene milik rakyat sehingga sudah sewajarnya pengelolaan termasuk harganya dikendalikan oleh negara atau pemerintah.

"Jadi seharusnya bukan PLN yang mengemis-ngemis kepada pemerintah untuk minta harga batu bara diturunkan termasuk sumber energi primer lainnya yang berasal dari perut bumi Indonesia seperti gas alam," katanya kepada Sentananews.com di ruang kerjanya, Rabu (21/2/2018).

Menurut dia, pemerintah sendiri yang seharusnya membuat regulasi sehingga harga energi primer itu menguntungkan negara. "Salah satunya kita minta harga batu bara yang dijual ke rakyat untuk pembangkit listrik lebih murah," ujarnya.

Hal ini, kata dia penting agar biaya produksi lebih rendah dan tarif listrik juga bisa turun sehingga pada gilirannya nanti ekonomi akan menggeliat lebih maju.

"Sejauh ini PLN juga telah berusaha untuk bisa memiliki tambang batu bara sendiri, salah satunya dengan mengakuisisi tambang yang ada. Dan kita dari SP PLN tentu akan sangat mendukung PLN punya tambang sendiri. Hal ini perlu agar bisa memastikan kontinuitas suplai, kualitas dan harga," tukasnya.

Namun demikian, kata dia, yang perlu dilakukan pemerintah sebaiknya adalah tata kelola energi mulai dari hulu sampai hilir. "Pemerintah perlu memastikan bahwa UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3 benar-benar dapat diimplementasikan dengan dikuasai negara dan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat," kata Jumadis.

Pemerintah, lanjut dia, harus mensinergikan perusahaan-perusahaan energi milik negara sehingga energi yang dihadirkan untuk rakyat mampu mensejahterakannya.

"Pertamina di sisi hulu migas, PGN di distribusi gas alam, PT.Bukit Asam di tambang batu bara serta PLN di sisi hilir kelistrikan seharusnya mampu bersinergi dengan baik. Jadi jangan mengambil untung sendiri-sendiri, agar energi dan listrik betul-betul jadi pendorong ekonomi nasional," paparnya.

Menurutnya, jika semua BUMN energi bisa bersinergi dengan baik, maka energi dan listrik akan tersedia dengan kapasitas yang cukup dan harga yang lebih murah dibandingkan dengan negara-negara lain. "Karena sumber daya alamnya ada di perut bumi Indonesia. Dan itu akan membuat ekonomi Indonesia lebih maju, investasi pasti dengan sendirinya akan masuk menciptakan lapangan kerja, sehingga daya beli masyarakat juga akan semakin kuat," tukasnya.

Ia optimis, meskipun PLN tidak memiliki tambang batu bara, namun jika sesama perusahaan negara dalam bidang energi dapat bersinergi untuk Indonesia maka permasalahan energi akan terselesaikan untuk kesejahteraan rakyat.

"Apalagi terkait cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara sesuai UUD 45 pasal 33 ayat 2 tersebut dapat benar-benar dijalankan oleh pemerintah. Jadi tidak boleh diserahkan kepada perusahaan swasta, harus negara yang mengelola," jelasnya.

Selain itu, kata dia, sumber-sumber kekayaan alam harus benar-benar dikuasai negara sesuai pasal 33 ayat 3 dqan tidak diserahkan kepada perusahaan swasta.

"Jika ini terjadi maka bangsa Indonesia akan segera mencapai masyarakat adil dan makmur dari kekayaan alamnya sendiri. Masa kita miskin di tanah kita yang kaya?," pungkasnya.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​PLN Listriki Dua Lokasi di Pulau Sumbawa
Ekonomi
Selama Ramadhan 1439 H, PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat berhasil melakukan penyambungan listrik ke dua lokasi terp...
PLN NTB Terus Bangun Infrastruktur Kelistrikan di Daerah Terpencil
Ekonomi
PT PLN (Persero) terus membangun infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil guna meningkatkan rasio elektrifikasi. Menjelang...
Besi Penyangga Dicuri, Tower PLB di Kerinci Roboh
Ekonomi
Pasca robohnya tower listrik 150 kV di Desa Birun, kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Bangko, Merangin, Jambi, pada Kamis (14...
Siaga Jakarta, PLN Disjaya Siapkan 1.616 Personil
Ekonomi
PT PLN (Persero) siap siaga menjaga kelistrikan untuk Idul Fitri 1439 H. Hal ini seperti yang dilakukan oleh salah satu unit PL...
​20 Juni 2018 Integrasi Tol JORR Diberlakukan Efektif
Ekonomi
Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPJT-Kementerian PU-Pera) bersama dengan Badan Usaha ...
​SPBU JAMALI 571 yang Belum Jual Premium Harus Disanksi
Ekonomi
Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Badan Pengatur Hil...
​Penyaluran BBM Berkualitas dan LPG di Sulsel Meningkat
Ekonomi
Jelang lebaran, atau memasuki H-3 Idul Fitri 1439 Hijriyah, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sulawesi Selatan ter...
​Jembatan Kali Kuto Dibuka Fungsional Sesuai Target H-2
Ekonomi
Pada H-2 Lebaran 2018 atau Rabu, 13 Juni 2018, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono membuka Jembatan ...
YLKI: Perpanjangan Libur Lebaran Tak Efektif Redam Macet
Ekonomi
Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, bahwa perpanjangan Libur Lebaran ternyata tidak...