Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Sulitnya Memasok BBM Satu Harga ke Kepulauan Talaud

11 Jan. 2018, 13.55.22

Sulitnya Memasok BBM Satu Harga ke Kepulauan Talaud

Jakarta, sentananews.com

PT Pertamina Marketing Operating Region (MOR) VII merealisasikan lima dari empat target SPBU Kompak di 2017. Kini di Kepulauan Talaud sudah ada dua lembaga penyalur BBM, yakni SPBU Kompak 76.958.06 di Kecamatan Melonguane dan SPBU Kompak 76.958.07 Desa Kordakel Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Tiga titik BBM Satu Harga lainnya di Sulawesi yakni SPBU Kompak 76.937.23 dan 76.936.22 di Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara serta SPBU Kompak 76.946.01 Desa Una-una Kecamatan Una-una, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.

Menurut Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M. Roby Hervindo, dalam melaksanakan program BBM Satu Harga, khususnya di Sulawesi tidaklah mudah. Karena banyak kendala dan tantangan yang dihadapi mengingat kelima wilayah tersebut merupakan wilayah 3T sehingga medan yang ditempuh dalam distribusi BBM cukup berat.

"Pengiriman BBM terjauh adalah ke Kepulauan Talaud. Suplai BBM ke SPBU Kompak 76.95806 Pulau Melonguane, Kepulauan Talaud ini dikirim menggunakan kapal tongkang yang menempuh jarak 211 KM dengan waktu tempuh 20 jam dari Terminal BBM Bitung, Sulawesi Utara," ujar Roby dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Dikatakan, total penyaluran BBM ke lima SPBU Kompak ini dialokasikan sesuai kuota pemerintah yakni Premium 369 KL/Bulan dan Solar 152 KL/Bulan. Selain BBM Premium dan Solar, SPBU Kompak ini juga menyalurkan BBM Pertalite dan Solar non subsidi. "Biaya distribusi yang dikeluarkan Pertamina untuk lima lokasi SPBU Kompak tersebut tidak sedikit, yakni lebih dari Rp 550 juta per bulan," ungkap Roby.

Sebelum SPBU kompak ini didirikan, kata dia, harga BBM di tingkat pengecer di lima wilayah tersebut rata-rata berkisar antara Rp 10.000,- hingga Rp 35.000,- per liter. "Dengan adanya SPBU Kompak, saat ini masyarakat di kelima wilayah tersebut dapat membeli produk BBM dengan satu harga yang sama yakni Premium dengan harga Rp 6.450/liter, Pertalite seharga Rp 7.500/liter, dan produk Solar seharga Rp 5.150/liter," papar dia.

Roby menambahkan, program BBM Satu Harga ini merupakan wujud nyata dari sila kelima Pancasila yakni Keadilan Sosial Bagi seluruh Rakyat Indonesia. "Tentunya, dalam implementasinya, program ini tetap membutuhkan dukungan pengawasan dari berbagai pihak, baik dari aparat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan agar BBM Satu Harga bisa dinikmati masyarakat dengan harga sesuai kententuan pemerintah," tutup Roby.

Sementara itu, para nelayan di Kepulauan Talaud saat ini sudah dapat merasakan membeli BBM satu harga dengan daerah-daerah lain dan harga yang terjangkau dibandingkan sebelumnya. "Harga BBM sekarang sudah murah dan dapat saya katakan sangat membantu pekerjaan saya dalam mencari ikan, biaya operasional nelayan menjadi lebih efisien yang juga berdampak pada harga jual komoditi hasil laut yang lebih kompetitif," ujar Tuange (46), nelayan di Desa Kordakel Kecamatan Kabaruan Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Hal yang sama juga disampaikan Jeffry (41), pengemudi Bentor (Becak Motor) di Desa Lirung Kecamatan Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud. "Karena saya beli BBM langsung di Pertamina, tarif angkutan pun ikut turun dan harga tarif angkutan untuk penumpang sudah stabil. Walaupun antrian panjang, tapi kita tetap dapat. Kami sangat berterima kasih karena Pemerintah dan Pertamina sudah sangat peduli dan memperhatikan masyarakat, khususnya kami yang di perbatasan," ungkapnya.

Terkait distribusi BBM yang harus menggunakan kapal yang juga kadang kecil, Antonius (48), Kapten Kapal Kei Yo yang bertugas membawa BBM ke Kepulauan Talaud mengatakan tingkat kesulitan yang dihadapi dalam mengantarkan BBM ke Kepulauan Talaud cukup tinggi.

"Pengiriman BBM melalui laut ini seringkali menghadapi kendala yakni cuaca yang tiba-tiba berubah. Karena di Talaud, dalam setahun minimal sekitar delapan bulan cuaca tidak bersahabat. Ditambah dengan kondisi di Talaud yang belum memiliki dermaga sehingga kami sangat berhati-hati agar BBM dapat sampai di tujuan dengan selamat," tutup Antonius.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Direksi Pertamina Dirombak, Elia Massa Manik Dicopot
Ekonomi
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Pertamina (Persero) yang digelar, Jumat (20/4) memutuskan adanya perombakan d...
​Krakatau Steel Siapkan Belanja Modal Rp 7,5 T
Ekonomi
Emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) sepanjang tahun ini, mengalokasikan belanja modal atau capital e...
​Kuartal I 2018, BTN Raup Untung Rp 684 Miliar
Ekonomi
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan laba bersih perseroan pada kuartal pertama tahun ini mencapai Rp684 miliar, naik...
Serikat Pekerja: Kondisi PLN Sangat Memprihatinkan
Ekonomi
Kondisi PT PLN (persero) saat ini dinilai sangat memprihatinkan, termasuk hubungan industrial yang juga tidak baik sehingga me...
​Ketua SP PLN: MPP Berbeda dengan MVPP
Ekonomi
Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PLN, Jumadis Abda menegaskan bahwa Mobile PowerPlant (MPP) berbeda dengan Marine Vessel Power P...
​PT JJC Konsisten Perkaya Inovasi Pembangunan Tol Japek II Elevated
Ekonomi
Masih dalam rangkaian kegiatan pada Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-14 oleh Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (H...
​Polemik Dana CSR, Dirut Telkom Diskriminatif
Ekonomi
Desakan berbagai elemen masyarakat meminta agar Dirut PT Telkom Alex Sinaga mundur, kian menggema.Salah satu alasan desakan mun...
Dukung Industri di Bekasi, PLN Siapkan 1 Miliar VA Listrik
Ekonomi
PT PLN (persero) siap memasok listrik untuk kebutuhan bisnis dan industi di kawasan Bekasi dengan menyiapkan daya sebesar 1.000...
Pertamina: 11 Kelurahan 100% Bersih dari Tumpahan Minyak
Ekonomi
Tim verifikasi dampak lingkungan yang terdiri dari perwakilan Pemerintah Kabupaten / Kota, Dinas terkait, Pertamina dan perwaki...