Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Telkom Dukung Komersialisasi Hasil Riset di Indonesia

12 Mei 2017, 0.27.01

​Telkom Dukung Komersialisasi Hasil Riset di Indonesia

Jakarta, sentananews.com

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mendukung para peneliti di Indonesia mulai dari pengembangan ide, komersialisasi hingga membuka peluang bisnis, untuk mengembangkan nilai tambah dari hasil penelitian.

Hal ini dikatakan Executive General Manager (EGM) Divisi Digital Service (DDS) Telkom Arief Mustain ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (11/5). "Pemanfaatan dan komersialisasi hasil riset merupakan wujud nyata dukungan Telkom bagi dunia penelitian di Tanah Air," katanya.

Menurut Arief, salah satu bentuk dukungan Telkom adalah dengan menggelar "Researcher & Expert Meet Up, sebagai wadah bagi para peneliti dan ahli untuk melakukan diskusi dan kolaborasi suatu objek penelitian. "Komersialisasi hasil riset cenderung masih minim, sehingga perlu sebuah kegiatan yang mendukung upaya tersebut," katanya.

Researcher & Expert Meet Up yang digelar pekan lalu tersebut, diikuti oleh para akademisi, praktisi, pemerintah dan lembaga riset (komunitas), serta menghadirkan pembicara, antara lain Director of AdWiTech Telkom University Dr.Eng. Khoirul Anwar, S.T., M.Eng dan Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI Dr. Yan Riyanto, M.Eng.

Arief menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan atas keinginan Telkom sebagai perusahaan yang tengah fokus bertransformasi sebagai perusahaan telekomunikasi digital serta mendukung ekosistem riset yang terdiri atas Academic, Business, Government & Community/Practical (ABGC).

Dalam mewujudkan objektif kegiatan ini, perusahaan mengacu kepada Telkom Positioning yang terdiri dari lima pilar.

Limat pilar tersebut, yaitu pertama, perusahaan yang dapat membuat peluang bisnis bersama, kedua perusahaan yang akan mempermudah mendapatkan dana riset dari lembaga lain.

Selanjutnya, Telkom sebagai kanal bagi hasil riset yang dapat dikomersialisasikan, keempat sebagai penyedia proyek untuk melakukan riset, serta kelima sebagai empat untuk melakukan riset.@

Editor: Syarief Lussy



To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Tingkatkan Produktivitas Lahan Pertanian Lewat Inovasi Teknologi
Ekonomi
Seiring dengan bertambahnya pembangunan proyek perumahan, lahan pertanian di Indonesia semakin menyusut. Hal ini berdampak pada...
​IRESS: Holding BUMN Tabrak Empat Aturan
Ekonomi
Pengamat Kebijakan Energi dan Pertambangan dari Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengkritisi mekanisme pemb...
Stabilitas Bahan Pokok Jelang Natal Dijamin Aman
Ekonomi
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin pasokan dan stabilitas harga bahan pokok penting, khususnya menj...
​Ekonomi RI Tidak Cukup Hanya Tumbuh Lima Persen
Ekonomi
Ahli ekonomi yang juga mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, mengingatkan ekonomi Indonesia tidak cukup jika hanya tumbuh stag...
​Arcandra: Soal Blok Mahakam Kita Serahkan ke Pertamina
Ekonomi
Blok Mahakam masih tetap jadi incaran perusahaan migas asing. Bahkan. Menurut Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mine...
Soal Evaluasi Kontrak PPA, Kepercayaan Investor Bisa Hilang
Ekonomi
Wakil Bendahara Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta (APLSI) Rizka Armadhana mengatakan, evaluasi kontrak yang sudah menandata...
Ekspor Batubara, ICW: Ada Indikasi Kerugian Negara Rp 365,3 T
Ekonomi
Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan indikasi kerugian negara terkait dengan dugaan ekspor batubara yang tidak dilaporkan...
Evaluasi Kontrak PPA Akan Timbulkan Masalah Baru
Ekonomi
Kebijakan pemerintah yang meminta PT PLN (Persero) untuk meninjau ulang seluruh kontrak yang sudah menandatangani kontrak jual ...
​Wartawan Daerah Dominasi Juara di AJP 2017
Ekonomi
Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2017 menjadi ajang pembuktian kemampuan memproduksi karya jurnalistik, kini telah merata d...