Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Terimakasih Pak Menteri Basuki

19 Agu 2018, 16.05.22

Terimakasih Pak Menteri Basuki

Palembang, senatananews.com

Senin 13 Agustus 2018.Pukul 12.20. Penulis mendarat di BandaraSultan Mahmud Badaruddin, Palembang.

Hari itu cerah.Jalanan kota Kota Palembang, ibukota Provinsi Sumatera Selatan, terasa ramai. Ditemani staf dari dari Balai BesarWilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII. Kami pun berkeliling.

Inilah sekilas bagaimana akses infrastruktur yang takkalah seru. Yang bikin warga sekitar tertegun. Merekabahkan sangat berterimakasih kepada Menteri PekerjaanUmum dan Perumahan Rakyat (PUPR) BasukiHadimuljono. Karena adanya akses air, irigasi, jalan, jembatan yang disediakan. Yang manfaatnya tak kuasamereka sembunyikan, sebagai buah kemanisaninfrastruktur. Baik jangka pendek maupun jangkapanjang.

Program padat karya tunai, hingga pekerjaan venue-venue dalam rangka mensukseskan pesta akbar, Asean Games 2018 di Jakarta dan Palembang, adalah contoh nyatamanfaat langsung pembangunan infrastruktur.

Dari bandara, siang itu kami langsung melaju keJakabaring. Lokasi pelaksanaan Asean Game. Sebelumtiba lokasi, kami melewati Jembatan Ampera.

Kendatipunjembatan ini merupakan saksi bisu lalulalang orang danbarang di kota Palembang sejak jaman pra kemerdekaan. Namun sungai Musi, yang membelah masyarakat Ulu danIlir, Palembang – dan karenanya ada Jembatan Ampera, adalah tumpuan masyarakat.

Sungai Musi panjangnya 750 km. Dengan 9 anaksungainya. Sepintas. Pemenuhan cakupan layanan air bagimasyarakat, seperti tidak ada masalah. Baik air bakumaupun irigasi. Tapi ternyata belum.

Makanya. Seiring pencanangan pembangunaninfrastruktur secara besar-besaran oleh PemerintahanJoko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Tak terkecualidi bidang sumberdaya air. Target pun dibikin, melaluiBBWS Sumatera VIII-Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumberdaya Air-Kementerian PUPR. Pastilah, untukmengamankan layanan air bagi masyarakat Sumsel.

Karena itu. Kepada penulis, Suparji, Kepala BBWS Sumatera VIII pun merinci bagaimana target irigasi yang memukau di Sumsel. Targetnya; pembangunan irigasibaru 29.257 Ha, rehabilitasi jaringan irigasi 91.922 Ha, pembangunan 1 bendungan, maupun program strategislainnya berupa pembangunan sarana dan prasarana air baku 2,655 m3/det.

"Ini bagian dari program Nawacita bidang sumberdaya air bagi kami di BBWS Sumatera VIII," tegas Supardji sambilmenunjuk target dan capaian program yang tertulis di papan tulisnya, sebagai bagian dari program strategisKementerian PUPR melalui BBWS Sumatera VIII yang harus dirampungkan pada 2015-2019.

Menurut Suparji; masalah pertanian, perikanan, pariwisata, air baku, energi, bahkan pengendalian banjir, harus diakui tak bisa dilepaskan dari adanya ketahananair. Apalagi, Sumsel yang juga termasuk daerah lumbungpangan Indonesia. Makanya. Target disusun agar terukurcapaian dalam 5 tahun anggaran.

Air baku di Sumsel, umpamanya. Pada 2015-2019, menurut Suparji, targetnya adalah 2,655 m3/detik. Pada2015, 2016, dan 2017, sudah terealisasi 1,946 m3/detik.Sisanya, akan dirampungkan 0,320 m3/detik pada 2018, dan 0,389 m3/detik pada 2019.

"Target pembangunan irigasi baru pada 2015-2019 adalah29.257 ha, sudah terealisasi pada 2015- 2017 adalah22.917 ha. Sisanya, 6.340 ha, akan diselesaikan 1.886 ha pada 2018, dan 4.454 ha pada 2019," jelasnya.

Sedangkan target rehabilitasi irigasi permukaan adalah91.922 ha. Pada tahun 2015-2017 sudah terealisasi 53.311 ha. Sisanya, menurut Supardji yang juga mantan KasubditOperasi dan Pemeliharaan (OP)-Ditjen Sumberdaya Air-Kementerian PUPR ini, akan dirampungkan pada 2018 dan 2019, seluas 38.611 ha.

Melihat capaian tersebut. Investasi dibidang infrastruktursumberdaya air, bukan mustahil menjadi motor pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di provinsi Sumsel.

Ditemani Devi Popilia, Kasi (kepala seksi) Danau danBendungan-BBWS Sumatera VIII. Supardji jugamenambahkan, "Wilayah kerja kita di sini terdiri dari 2 Wilayah Sungai (WS), yakni WS MSBL (Musi, Sugihan, Banyuasin, Lemau), dan WS Bangka di Prov Bangka Belitung," sambil menggarisbawahi daerah Lemau yang memiliki sungai untuk pembangkit tenaga listrik.

Dalam mewujudkan harapan tentang investasiinfrastruktur sumberdaya air. Maka, rekayasa pengelolaanyang terpadu dan berkelanjutan di Sumsel adalahkebutuhan. Misalnya, bendungan, untuk menampung air pada musim hujan, atau penyediaan pada musimkemarau.

Untuk itulah, dibangun Bendungan Komering II, bernama'Tiga Dihaji.' Terletak di Desa Sukabumi, Kecamatan TigaDihaji, Kabupaten OKU Selatan.

Kendatipembangunannya nanti, pada akhir September 2018.Namun bendungan Tiga Dihaji akan memberikantambahan air ke Daerah Irigasi Komering yang semulahanya mampu dipenuhi 55 ribu ha, menjadi 72,6 ribu ha areal yang akan diairi.

Dari perhitungan konsultan perencana, menurut Devi, di samping untuk mensuplai area yang sudah ada.Bendungan ini juga diharapkan bisa menggerakkanperekonomian masyarakat terutama di OKU. Salah satunya, mengembangkan pariwisata dan perikanan.

Sebelum penulis mendapat penggambaran itu dariSuparji. Penulis mencoba untuk singgah di Jakabaring, area Asean Games 2018. Hebat. Dipinggir sebuah danaubuatan, untuk venue dayung. Tampak Muhammad Helmi, (50). Tukang listrik. Warga Palembang Ilir Timur I. Siang itu ia sedang menginstal kabel. Dengan polos ia bilang, "Teriamaksih pemerintah. Terimakasih Pak MenteriBasuki. Saya senang sekali karena ada pendapatan daripekerjaan begini."

Ikbal, (23), ahli IT, warga Jakarta yang ke Jakabaringuntuk memfinishing pekerjaannya. Bahkan mengangkattopi setelah melihat infrastruktur di Palembang dansekitarnya. "Palembang lebih rapi, lebih cantik, karenainfrastruktur," katanya. Kesimpulan kini bisa diambil; infrastruktur bagi masyarakat Sumsel sudah tidak adamasalah. Tinggal bagaimana masyarakat ikut sama-sama menjaganya.

Penulis, Luthfi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Alihfungsikan LPG 3 Kg, Pertamina Himbau Penggunaan Tepat Sasaran
Ekonomi
Dalam rangka memastikan pasokan LPG 3 Kg aman serta menindaklanjuti isu kelangkaan LPG 3 Kg di wilayah Temanggung akibat LPG 3k...
​Signature Bonus, Pemerintah Justru Lemahkan Pertamina
Ekonomi
Pembebanan Signature Bonus (SB) kepada perusahaan BUMN seperti PT Pertamina (Persero), tidak hanya inkonstitusional tetapi meru...
​Ekonom: Harusnya Pertamina Tak Dibebani Signature Bonus
Ekonomi
Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori menegaskan, pengambilalihan pengelolaan Blok-blok Migas (Minyak dan Gas Bumi) yang sebagian bes...
Kementerian PUPR Terus Dorong Rumah MBR Terjangkau dan Berkualitas
Ekonomi
Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 29 April 2015 di Semarang merupakan salah satu ...
KPUPR dan KADIN Promosi Peluang Investasi ke Pengusaha Spanyol
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berada di Madrid, Spanyol dalam rangka Business Indonesia...
Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Diresmikan, Urai Simpul Kemacetan
Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meresmikan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai di Kabupaten Badung,...
​Kontrak Wilayah Kerja Berakhir, Pekerja Terancam PHK Massal
Ekonomi
Kontrak wilayah kerja perusahaan minyak dan gas bumi EMP Malacca Straits SA (EMP MSSA) akan berakhir pada Agustus 2020 nanti.Me...
​Pertamina RU VI Balongan Standardkan HSSE Demo Room
Ekonomi
Guna meningkatkan aspek HSSE (Health Safety, Security, & Environment), Pertamina RU VI Balongan melaksanakan Go Live HSSE D...
​Harga Batu Bara Naik Dorong Realisasi PNBP
Ekonomi
Hingga akhir Agustus 2018, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 240,29 triliun atau mencapai 87,24% dari ...