Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Ternyata Bahan Baku PLTN Diimpor

7 Nov. 2017, 0.27.43

​Ternyata Bahan Baku PLTN Diimpor

Jakarta, sentananews.com

Wacana penggunaan tenaga nuklir sebagai pembangkit listrik terus berkembang. Namun jika pemerintah Indonesia menyetujui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) maka bahan bakunya harus diimpor.

"Sebab, sumber dari dalam negeri sampai saat ini belum terbukti ada," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, di Jakarta, Senin (6/11).

Menurutnya, untuk membangun PLTN, maka uraniumnya harus diimpor karena uranium Indonesia belum bisa gunakan sebagai bahan bakar untuk PLTN. "Ini harus kita perbaiki wah kita punya uranium dan thorium tapi bisa pakai kah? Itu butuh waktu," ujar Arcandra.

Dia mengungkapkan, di Indonesia saat ini belum ada cadangan terbukti bahan baku energi nuklir, yaitu thorium dan uranium. Yang saat ini ramai dibicarakan adalah potensi, bukan cadangan karena diperlukan pembuktian lebih lanjut.

"Kalau reserve sesuatu tahapan masuk reserve maka tingkatannya kepastian. Adanya resource itu baru potensi," tutur Arcandra.

Masih menurut dia, dibutuhkan waktu untuk meningkatkan status dari potensi menjadi cadangan. Bahkan dibutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk memanfaatkan energi nuklir sebagai sumber listrik.

"Sekarang sudah resource belum menjadi reserve. Banyak resource untuk naikan cadangan jadi reserve ada step by step pembuktian ada," tutup Arcandra.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Tingkatkan Produktivitas Lahan Pertanian Lewat Inovasi Teknologi
Ekonomi
Seiring dengan bertambahnya pembangunan proyek perumahan, lahan pertanian di Indonesia semakin menyusut. Hal ini berdampak pada...
​IRESS: Holding BUMN Tabrak Empat Aturan
Ekonomi
Pengamat Kebijakan Energi dan Pertambangan dari Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengkritisi mekanisme pemb...
Stabilitas Bahan Pokok Jelang Natal Dijamin Aman
Ekonomi
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin pasokan dan stabilitas harga bahan pokok penting, khususnya menj...
​Ekonomi RI Tidak Cukup Hanya Tumbuh Lima Persen
Ekonomi
Ahli ekonomi yang juga mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, mengingatkan ekonomi Indonesia tidak cukup jika hanya tumbuh stag...
​Arcandra: Soal Blok Mahakam Kita Serahkan ke Pertamina
Ekonomi
Blok Mahakam masih tetap jadi incaran perusahaan migas asing. Bahkan. Menurut Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mine...
Soal Evaluasi Kontrak PPA, Kepercayaan Investor Bisa Hilang
Ekonomi
Wakil Bendahara Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta (APLSI) Rizka Armadhana mengatakan, evaluasi kontrak yang sudah menandata...
Ekspor Batubara, ICW: Ada Indikasi Kerugian Negara Rp 365,3 T
Ekonomi
Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan indikasi kerugian negara terkait dengan dugaan ekspor batubara yang tidak dilaporkan...
Evaluasi Kontrak PPA Akan Timbulkan Masalah Baru
Ekonomi
Kebijakan pemerintah yang meminta PT PLN (Persero) untuk meninjau ulang seluruh kontrak yang sudah menandatangani kontrak jual ...
​Wartawan Daerah Dominasi Juara di AJP 2017
Ekonomi
Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2017 menjadi ajang pembuktian kemampuan memproduksi karya jurnalistik, kini telah merata d...