Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Tinjau Kondisi Kelistrikan Saat Natal, Jonan Kunjungi PLN P2B

24 Des. 2016, 15.43.08

​Tinjau Kondisi Kelistrikan Saat Natal, Jonan Kunjungi PLN P2B

Jakarta, Sentananews.com

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bersama Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman berkunjung ke PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali dalam rangka meninjau kondisi kelistrikan untuk menghadapi peringatan Hari Raya Natal 25 Desember 2016 dan pergantian tahun 2016 ke 2017, Sabtu (24/12).

Kunjungan ini disambut oleh Direktur Human Capital Management (HCM) PLN Muhamad Ali, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) PLN Nasri Sebayang, Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Haryanto W.S., dan beberapa General Manager (GM) di wilayah Jawa.

Sesaat setelah mengunjungi Gardu Induk PLN P2B, Jonan mengatakan, penurunan beban puncak menjadi hal lumrah terjadi saat hari besar nasional. "Pada saat Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru, serta hari besar lainnya penggunaan listrik memang berkurang khususnya pada perkantoran atau industri. Hal ini mempengaruhi tinggi dan rendahnya beban puncak kelistrikan," tutur Jonan.

Senada dengan Jonan, PLN sudah memperhitungkan pemakaian listrik pada beban puncak saat peringatan Hari Raya Natal 25 Desember 2016 dan pada pergantian tahun 2016 ke 2017 diproyeksikan berkurang hingga 18 - 24% dibandingkan kondisi pemakaian listrik di hari kerja biasa.

Menurut Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka, beban puncak saat Natal tahun ini diperkirakan turun sebesar 18%, bahkan beban puncak saat pergantian tahun turun lebih besar lagi yakni sebesar 24%, dibanding dengan beban puncak di bulan Oktober 2016 yang berada pada besaran 25.051 MW (Megawatt).

"Kondisi ini terjadi karena pada dua hari tersebut industri yang mengkonsumsi tenaga listrik sangat besar dan perkantoran serta pusat-pusat bisnis berhenti beroperasi alias libur," katanya.

Lebih jauh Made menjelaskan, berdasarkan kondisi tersebut, pasokan tenaga listrik selama periode Natal dan Tahun Baru kali ini pada sistem kelistrikan Jawa-Bali berada pada kondisi cukup. Artinya beban puncak lebih kecil dari daya mampunya sehingga menghasilkan cadangan listrik (reserve margin) yang cukup besar.

Untuk kondisi kelistrikan di Jawa Bali, saat ini Beban Puncak (BP) mencapai 25.051 MW. Kondisi beban puncak siang hari sebesar 24.134 MW dan Reserve Margin sebesar 32.34%. Pada saat malam Natal  2016 diperkirakan beban puncak mencapai 20.386 MW terjadi pada pukul19.00 WIB.

Sedangkan beban puncak pada 1 Januari 2017 diperkirakan sebesar 18.903 MW pada pukul 19.00 WIB malam hari. Untuk beban puncak pada 1 Januari 2017 siang, diperkirakan sebesar 16.882MW terjadi pukul 13.30 WIB.

PLN memperkirakan secara umum beban kuncak kelistrikan Jawa Bali pada tahun 2017 akan mencapai 26.053 MW (tumbuh 4.0%).

Penulis: Syarief Lussy



To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Arie Soemarno Bantah di Balik Pencopotan Elia Massa
Ekonomi
Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Arie Soemarno membantah tudingan yang menyebutkan bahwa dirinya berada di...
​Kementerian PUPR Prioritaskan Program Penanganan Jalan dan Jembatan
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam pelayanan infrastruktur jalan tidak hanya membangun jalan baru nam...
Minta Dirut Telkom Dicopot​, FAJAR Surati Presiden
Ekonomi
Menyoroti polemik kepemimpinan Alex J Sinaga selaku Direktur Utama PT Telkom, Forum Aktifis Jakarta (FAJAR),Selasa (25/4) resmi...
100 Kendaraan Langgar Aturan Muatan di Tol Surabaya-Gempol
Ekonomi
Dalam rangka penanganan kendaraan angkutan barang dengan muatan berlebih (overload) dan ukuran berlebih (over dimensi), Jasa Ma...
​Jasa Marga Diganjar Tiga Penghargaan "Indonesia Green Award 2018
Ekonomi
Dalam menjalankan bisnisnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. selalu berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan mengedepankan regu...
Apindo: Dampak Kegaduhan Politik Ganggu Perekonomian Nasional
Ekonomi
Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ke-10, Ketua Ketua Umum APINDO, Hariyadi B. Sukamdani m...
APINDO Diharapkan Buka Pasar Internasional bagi UMKM Binaan
Ekonomi
Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) ke-10, Wakil Ketua bidang UKM APINDO, Otty Hari Chandra...
RI Siap Hadapi "Revolusi Industri Keempat" (4.0)
Ekonomi
Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartato mengatakan Indonesia saat ini tengah bersiap mengahadapi era "Revolusi Indu...
Bangun Rumah Nelayan, Presiden: Agar Kehidupan Mereka Lebih Baik
Ekonomi
Sebelum meninggalkan Kabupaten Pangandaran untuk kembali ke Jakarta, Presiden Joko Widodo meninjau lokasi pembangunan rumah khu...