Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

April 2018 Tol Belmera Tersambung Tol Medan-Kualanamu

18 Jan. 2018, 0.30.42

April 2018 Tol Belmera Tersambung Tol Medan-Kualanamu

Medan, sentananews.com

Konstruksi Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) seksi 1 (Tanjung Morawa-Parbarakan) sepanjang 10,75 km ditargetkan selesai April 2018. Dengan selesainya seksi tersebut maka Tol MKTT akan tersambung dengan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) sepanjang 34 km yang dikelola oleh PT. Jasa Marga.

"Saya mengajak Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ke Tol MKTT sebagai laporan kami,Kementerian PUPR atas penggunaan pajak untuk pembangunan infrastruktur," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di lokasi pembangunan seksi 1 Tol MKTT, Rabu (17/1/2018) yang juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara Tengku Ery Nuradi.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan berbagai skema pembiayaan digunakan untuk mengatasi masalah pendanaan yang dapat menghambat penyelesaian proyek Infrastruktur. "Seperti pengadaan tanah menggunakan LMAN, dan pembiayaan bridging antara institusi pembiayaan proyeknya dengan PT SMI (Persero). Ini semuanya bisa mengakselerasi penyelesaian proyek," kata Sri Mulyani.

Tol MKTT pengusahaannya oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Jasamarga Kualanamu Tol memiliki 7 seksi sepanjang 61,7 km dengan nilai investasi mencapai Rp 4,96 triliun. Seksi 2-6 (Kualanamu-Sei. Rampah) sepanjang 41,6 km telah diresmikan pengoperasiannya bersamaan dengan Tol Medan-Binjai seksi 2-3 sepanjang 10,5 km oleh Presiden RI Joko Widodo pada 13 Oktober 2017 lalu.

Sebagian konstruksi Tol MKTT dibangunmenggunakan APBN sebagai dukungan pemerintah meningkatkan kelayakan finansialnya. Dukungan berupa konstruksi pada Seksi 2 (Kualanamu-Parnarakan) sepanjang 7,05 km dan Seksi 1B (Tanjung Morawa-Parbarakan) sepanjang 7,5 km, dengan progres konstruksi keduanya sudah selesai 100 persen.

Untuk Seksi 1A dikerjakan oleh BUJT sepanjang 3,25 km dengan progres tanah 97,05 persen dan konstruksi 70,24 persen. Seksi terakhir yang ditargetkan rampung Desember 2018 yakni Seksi VII (Sei Rampah-Tebing Tinggi) sepanjang 9,3 km, progres tanahnya 84,5 persen dan konstruksi 12,3 persen.

"Tol MKTT dan Tol Medan Binjai ditargetkan akan selesai dan tersambung seluruhnya pada akhir Desember 2018," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Hery Trisaputra Zuna.

Menurutnya saat ini kendaraan dari Pelabuhan Belawan menuju Kualanamu dan Tebing Tinggi harus keluar masuk Kota Medan. Dengan tersambungnya kedua ruas tol diatas akan mengurangi kemacetan Kota Medan dan meningkatkan lalu lintas harian Tol MKTT.

Untuk pembangunan Tol Medan-Binjai saat ini tengah menyelesaikan Seksi 1 (Simpang Susun Helvetia - Simpang Susun Tanjung Mulia) sepanjang 6,27 km. Progres konstruksinya sudah mencapai30% dan 72% untuk pengadaan tanahnya.

Pengusahaan Tol Medan-Binjai merupakan bagian dari penugasan Pemerintah kepada PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai investasi Rp 1,6 triliun.

Pembangunan konektivitas di Sumut terus digenjot dengan dilanjutkannya Tol dari Tebing Tinggi - Parapat sepanjang 104,5 km, Tol Kuala Tanjung-Inderapura-Tebing Tinggi sepanjang 28,75 km dan Tol Inderapura-Kisaran sepanjang 43,55 km.

Apabila sudah tersambung menjadi jaringan jalan tol akan mengurangi biaya logistik, mempersingkat waktu tempuh ke destinasi wisata Danau Toba dari semula 6 jam menjadi 2 jam, mendukung Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pintu masuk ke Pulau Sumatera dan mendukung bergesernya kawasan industri dari kawasan perkotaan Medan ke Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Balitbang Danis H. Sumadilaga, Direktur Utama PT Jasa Marga Kualanamu Tol Agus Suharjanto, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan (BBPJN) Wilayah II Paul Ames Halomoan dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Penulis: Luthfi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​PGN Sesalkan Kecelakaan Kerja di Proyek Pipa Gas Duri - Dumai
Ekonomi
Kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek pembangunan pipa gas transmisi Dumai-Duri yang merupakan kerja sama BUMN antara PGN d...
​Integrasi PGN-Pertagas Untuk Optimalisasi Holding Migas
Ekonomi
Sebagai kelanjutan dari pembentukan Holding BUMN Migas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas) akan...
​Pertamina EP Resmi Kelola Lapangan Unitisasi Sukowati
Ekonomi
Manager Operasi Wilayah 1 SKK Migas Imam Purwanto mengatakan, lapangan Sukowati yang sebelumnya dioperatori oleh JOB PPEJ (Join...
​Pertamina Resmi Operasikan WK Ogan Komering
Ekonomi
Alih kelola Wilayah Kerja (WK) Ogan Komering ke Pertamina sebagai tindak lanjut dari penandatangan kontrak Production Sharing C...
Ditunggu, Suport Kemenhub Untuk Jalan Nasional Morotai
Ekonomi
Ini bukan harapan berlebihan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Morotai. Sebab, pembangunan infrastruktur jalan nasional Pulau ...
Pekerjaan Perbaikan Jalan Dihentikan H-10 hingga H+10 Lebaran
Ekonomi
Kesiapan infrastruktur jalan baik jalan tol dan non tol dalam menghadapi arus mudik tahun 2018 lebih baik dari tahun 2017. Ting...
Kembangkan Pariwisata Danau Toba Harus Didukung SDM Kuat
Ekonomi
Ketua Umum Hukum Seknas Jokowi, Sandi Ebenezer Situngkir, S.H, M.H mengatakan pembangunan pariwisata Danau Toba, khususnya di k...
Calon Komisioner dan Deputi BP Tapera Segera Diusulkan ke Presiden
Ekonomi
Komite Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) akan segera menetapkan calon komisioner dan calon deputi komisioner Badan Pengelola (...
​Terbesar, Sektor Manufaktur Setor Pajak Rp 103 T
Ekonomi
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar dalam penerim...